Edisi 15-05-2019
Hunian Milenial Ramah Lingkungan


GENERASI milenial dianggap sebagai sasaran empuk bagi pasar properti di sejumlah kawasan berkembang. Pasalnya, kalangan milenial yang mulai mendapatkan kerja, belum memiliki rumah, serta baru menjalani kehidupan mandiri sehingga berpontensi untuk membeli rumah pertama.

Beberapa tahun belakangan, berbagai proyek residen t ial mulai menawarkan rumah tapak bagi kalangan milenial dengan fasilitas lengkap dan fitur kekinian yang membantu mobilitas penghuni anak muda tersebut. Nah yang terbaru, pengembang FARPOINT memulai groundbreaking Samanea Hill Cluster Acacia sebagai klaster pertama yang berlokasi di Parung Panjang, Lebak, Banten, dengan harga yang terjangkau bagi milenial. Haryanto Tiono, President Director Samanea Hill, menuturkan, meski suka dengan hunian yang serbapraktis dan modern, kaum milenial ternyata masih menginginkan tinggal di rumah tapak. Hasil survei FARPOINT menunjukkan, kebutuhan hunian landed masih tinggi di kalangan milenial, berkisar 100.000 unit per tahun.

Untuk itulah, FARPOINT menghadirkan klaster Acacia di Samanea Hill, sebuah proyek perumahan khusus milenial yang mengusung konsep eco-residence . Hunian ini amat strategis karena adanya dukungan akses Stasiun Commuter Line Parung Panjang menuju kawasan sentra bisnis Sudirman yang dapat ditempuh dalam waktu 60 menit. Selain itu terdapat akses Tol Jakarta-Serpong dan Tol Jakarta-Tangerang. Samanea Hill juga dikelilingi berbagai area komersial, area perkantoran, rumah sakit, dan fasilitas pendidikan. “Samanea Hill merupakan solusi rumah pertama bagi milenial dan diharapkan bisa terus berkembang seiring majunya perumahan ini,” ujarnya kepada KORAN SINDO, Selasa (14/5).

Berkolaborasi dengan arsitek ternama Andra Matin, lanjut dia, Samanea Hill menawarkan konsep eco-residence. Hunian tapak ramah lingkungan ini tidak hanya berfokus pada desain rumah, juga fitur-fitur yang inovatif seperti taman di bagian dalam rumah, pencahayaan yang alami, sirkulasi udara optimal, hunian yang ramah listrik, serta ruang tumbuh bagi penghuninya. Samanea Hill yang dibangun seluas 25 hektare dengan 45.000 meter persegi area penghijauan juga menggunakan bahan dan material yang sudah sesuai standar EDGE—sistem sertifikasi bangunan hijau. “Kami juga menghindari pengeboran air tanah. Sehingga solusinya, kami memasang jaringan pipa baru dengan menarik pipa terdekat yang berjarak sembilan kilometer dari lokasi hunian,” tutur Haryanto.

Haryanto mengatakan, klaster Acacia di Samanea Hill menyediakan area bermain anak dan taman tematik untuk menunjang berbagai aktivitas keluarga dan anak-anak. Lintasan jogging dan danau alami juga akan menjadi sarana olahraga dan rekreasi serta clubhouse yang lengkap dengan fasilitas kolam renang, pusat kebugaran, basketball court, k af e dan restoran. “Dengan dikelilingi taman terbuka hijau dan danau alami, penghuni akan jauh lebih nyaman saat beristirahat. Kami berharap dengan adanya hunian ini bisa mengurangi beban pikiran para penghuni setelah lelah bekerja selama hampir sepekan,” ujarnya.

Klaster Acacia tersedia dalam empat tipe, yaitu unit Deluxe (72/36), Suite (72/36), rumah sudut Prime (143/60) seharga mulai Rp400 jutaan, serta Business Loft (107/63) berupa ruko komersial yang ditawarkan seharga Rp800 jutaan. Selain Acacia, Samanea Hill akan segera meluncurkan klaster lainnya, yaitu Albizia dan Kaliandra. Setiap klaster, dia menyebutkan, nanti terkoneksi dengan dengan pedestrian walk dan jogging track sehingga setiap penghuni mudah keluar masuk. Untuk Business Loft, akses masuk akan dibuat terpisah untuk lantai atas dan bawah. Jadi apabila penghuni tidak ingin menempati salah satu lantai bisa disewakan ke orang lain.

“Target kami semester kedua 2020 mendatang, rumah di klaster Acacia sudah hand over ke semua penghuni. Awal Juli 2019 ini pembangunan sudah mulai aktif,” kata Haryanto. Rumah tapak yang diperuntukkan bagi milenial juga dihadirkan pengembang Agung Podomoro Land yang merilis klaster Padmagriya yang berada dalam kawasan home resort Podomoro Park Bandung, Jawa Barat.

Rendra hanggara