Edisi 15-05-2019
Jangan Sepelekan Penataan Ruang Cuci


SAAT menata ruangan sering kali Anda terlalu fokus dalam merancang ruang tamu, kamar tidur, dapur atau kamar mandi. Akibatnya, bagian belakang seperti area cuci sering sekali terabaikan, atau bahkan tidak mendapatkan sentuhan khusus sama sekali.

Area cuci atau yang biasa dikenal dengan service area , seperti dapur dan kamar mandi. Kadangkala menjadi satu bagian yang jarang diperhatikan dalam penataan sebuah rumah. Padahal bila ditelisik, menata area ini cukup memiliki tantangan tersendiri karena banyak permasalahan yang ditemui. Seperti, kondisi area cuci yang berantakan karena banyaknya cucian yang menumpuk, atau lantai di area ini yang selalu becek, dan pencahayaan yang gelap sehingga membuat suasana menjadi membosankan. Hal yang terjadi di atas kerap terjadi karena suasana ruangan di dalam kurang nyaman. Namun, Anda tidak perlu khawatir, berikut ada beberapa ide sederhana yang bisa membantu Anda dalam mengubah tatanan area cuci agar menjadi lebih enerjik dan tidak membosankan.

Menurut desainer interior Ade Lesmana, pemilihan bahan material menjadi salah satu hal yang penting dalam menata area belakang. Mengingat di ruangan ini memiliki aktivitas yang cukup tinggi, seperti memasak, dan mencuci. Jadi, sebaiknya pilih pelapis dinding seperti keramik agar lebih mudah dibersihkan. Keramik bercorak bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk area cuci yang bersifat basah. “Penggunaan keramik dapat mempermudah di dalam membersihkan ruangan. Namun, bukan berarti bagian ini tidak bisa dibuat menjadi lebih menarik, di beberapa sisinya bisa dipadukan dengan wallpaper menarik untuk memberikan suasana yang lebih hidup,” sebut Ade.

Selain menggunakan perpaduan keramik dan wallpaper , Anda juga bisa mencat dinding dengan menggunakan warna ceria sehingga dapat meningkatkan semangat Anda untuk beraktivitas di ruangan ini. Namun, jangan lupakan faktor pencahayaannya karena dengan pencahayaan yang baik akan membantu memberikan suasana dramatis yang cukup berbeda di ruangan tersebut. “Adanya bukaan jendela di ruangan ini juga bisa membantu sirkulasi cahaya dan udara sehingga area cuci menjadi area yang cukup nyaman,” tandas Ade.

Layaknya ruangan lain, benda-benda yang tidak tertata dan berantakan akan membuat tampilan ruangan terlihat kotor. Solusinya Anda bisa menggunakan keranjang tertutup sebagai tempat pakaian kotor daripada Anda meletakkannya begitu saja di lantai. Buat tempat penyimpanan yang dapat meringkaskan semua perlengkapan cuci dan setrika. Baik dari segi ukuran maupun bentuk, seperti mesin cuci, papan setrika, tempat menggantung baju, keranjang cuci, dan lainlainnya. “Untuk ruang penyimpanan, penggunaan kabinet yang tertutup bisa lebih mengefisiensikan ruangan. Bisa juga dengan memanfaatkan permukaan storage untuk membuat tampilannya lebih artistik. Misalnya, lemari kabinet yang dilukis atau didesain dengan pola menarik,” sebut Ade.

Membuat suasana ruang mencuci agar terlihat energik, bukan hanya dari pemilihan bahan material dan penataannya, goresan warna untuk area ini juga harus dipikirkan. Itu karena dengan penggunaan warna yang pas akan menambah semangat aktivitas mencuci Anda. Untuk mengubah area cuci yang membosankan, Anda juga dapat memilih warna favorit. Misalnya warna yang ceria dan membuat semangat dengan menggunakan warna seperti red cherry, lime green, lemon, atau lavender. Dengan menerapkan warna tersebut dapat membangkitkan energi ketika Anda memasuki area tersebut. Jangan lupa masukkan juga unsur dekoratif di dalamnya, desain pola, atau template dekoratif dapat Anda gunakan dalam menciptakan ruang yang menyenangkan dan energik.

“Dengan menerapkan pola garis besar dan meriah, bisa mengubah ruang cuci yang kusam dan suram menjadi lebih hidup,”tutur Ade. Anda jangan takut untuk mencari ide-ide kreatif sebagai dekorasi di dinding area cuci, dengan tampilan dinding yang kokoh akan menjadikan tampilannya lebih bersinar dan artistik.

Aprilia s andyna