Edisi 16-05-2019
Pemimpin-Tokoh Muda Ajak Wujudkan Indonesia Damai


BOGOR - Para gubernur, bupati, wali kota, dan tokoh muda Indonesia sore kemarin berkumpul di Museum Kepresidenan Balai Kirti, Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Pertemuan yang diinisiasi oleh Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto ini tergolong istimewa karena menghadirkan para tokoh-tokoh muda Indonesia. Setidaknya ada 10 tokoh muda yang hadir dalam pertemuan bertajuk Silaturahmi Bogor untuk Indonesia ini.

Mereka terdiri dari delapan kepala daerah, yakni Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gu ber nur NTB Zulkilfimansyah, Wakil Gu ber nur Jawa Timur Emil Dardak, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, dan tuan rumah Bima Arya Sugiarto.

Selain kepala daerah, pertemuan yang dibalut buka puasa bersama itu dihadiri dua tokoh muda yakni Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Direktur Wahid Foundation Zannuba Ariffah Chafsoh (Yenny Wahid).

AHY dan Yenny ini keduanya adalah sama-sama anak presiden RI. Di salah satu ruangan Museum Kepresidenan jelang berbuka puasa itu, pertemuan berlangsung santai dan akrab.

Suasana gayeng juga terlihat manakala para pemimpin muda itu menaiki kereta khusus kawasan museum. Tampak Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah dan AHY terlibat obrolan akrab di atas kereta tersebut.

Di dalam museum, masingmasing tokoh yang hadir larut dalam diskusi menyoroti perkembangan bangsa Indonesia akhir-akhir ini. Sejatinya dalam pertemuan yang penuh kehangatan tersebut, hadir juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ilham Habibie, putra sulung Presiden ke-3 RI BJ Habibie.
Namun, keduanya belum bisa hadir karena pada pertemuan perdana ini. “Pak Anies Baswedan dan Ilham Habibie insyaallah akan bertemu di kesempatan berikutnya. Bu Khofifah (gubernur Jatim) juga titip salam,” ujar Bima Arya, sang penggagas acara.

Kehangatan juga masih terlihat saat azan magrib tiba. Para tokoh bersama-sama berbuka puasa. Mereka dijamu menu kolak pisang, taoge, empal goreng, sayur asem, bakwan, dan soto mie khas Bogor.

Diskusi di sela-sela buka bersama juga berlangsung akrab. Bahkan seusai berbuka, Gubernur NTB Zulkilfimansyah didapuk menjadi imam salat. Adapun Gubernur Ja teng Ganjar Pranowo atas inisiatif pribadi melantunkan iqomah.

Tak berapa lama, para pemimpin muda Indonesia ini kemudian memberikan keterangan kepada pers. Mereka menyatakan senang bisa terlibat dan hadir dalam un dang an wali kota Bogor ini.

Pertemuan tersebut juga dinilai sangat efektif untuk semakin menguatkan rasa per sau da ra an dan persatuan bangsa. AHY misalnya mengajak masya ra kat Indonesia bijak dalam menyikapi hasil sementara Pemilu 2019.

AHY berharap pasca pemilu, kedua pendukung pasangan capres-cawapres kembali merajut persaudaraan bahkan saling memaafkan. Jangan sampai hanya karena berbeda pilihan, lantas kemudian saling bermusuhan apalagi hingga terjadi perpecahan.

“Ini hanya akan merugikan persatuan bangsa kita. Kita tidak akan maju. Mari kita merajut kembali dengan baik dan meratap 5 tahun ke depan dan seterusnya untuk Indonesia yang lebih baik,” ajak putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ini.

AHY mengaku menangkap adanya keresahan, kekhawatiran masyarakat di daerah pasca Pemilu 2019. “Apakah kemudian perselisihan paham tersebut karena beda capres dan pandangan dan pilihan po litik kemudian akan berlarut? Pertanyaannya, sampai ka pan? Apakah akan berhenti sama sekali atau ini menjadi norma baru dalam kehidupan politik dan demokrasi kita?” ujar AHY.

Bupati Banyuwangi Abdul lah Azwar Anas menjelaskan, forum ini bertujuan untuk sa ma-sama berdiskusi tentang pengembangan daerah dan ke baikan bangsa ke depan. “Ki ta ber harap Indonesia terus ber kem bang menjadi negara yang maju, adil dan makmur,” katanya.

Dia mengaku pertemuan berlangsung sangat hangat. “Gayeng sekali, segera setelah ini, kami di daerah akan menyelenggarakan semacam silaturahmi kebangsaan antar parpol di daerah, antarpen dukung 01 dan 02 di daerah untuk meredakan semua ketegangan politik,” katanya.

Dia menyampaikan latar belakang forum ini yang bermula dari obrolan di grup WhatsApp (WA) sejumlah kepala daerah. Wali Kota Bogor Bima Arya yang pertama me lontarkannya di grup media sosial khusus kepala daerah itu.

“Tidak sam - pai dua hari se mua sudah konfirmasi hadir,” ujarnya Menurut Bima Arya, meski dibalut suasana sangat santai, ada hal besar yang ingin dibangun dari pertemuan itu.

“Kami ingin membangun komunikasi, menguatkan kebersa maan. Kita punya tanggung jawab untuk menjaga kebersamaan dan seperti apa bangsa ini ke depannya,” ujar Bima.

haryudi

Berita Lainnya...