Edisi 16-05-2019
Geng Motor Kian Marak, Polisi Dinilai Kecolongan


JAKARTA– Geng motor semakin marak dan terus menerus menebar keresahan di tengah masyarakat.

Bahkan mereka menyerang warga secara brutal. Aksi gerombolan bermotor ini mestinya dapat diantisipasi pihak kepolisian. “Kalau masih ada, artinya kecolongan.

Mereka (polisi) sepertinya tidak belajar dari kejadian-kejadian sebe lum nya,” ujar kriminolog Universitas Indonesia Achmad Hi syam kemarin.

Kendati demikian, polisi tak bisa juga disalahkan atas maraknya geng motor karena sumber daya manusia (SDM) yang minim menyebabkan polisi harus ekstrakeras.

Apalagi pada tahun ini energi polisi nyaris terkuras untuk pengamanan pemilu. “Ini sebenarnya bisa dibilang kejadian rutin, musiman saat Ramadan. Sangat disayangkan jika tidak ada pencegahan,” ucapnya.

Maka itu, bila terbukti adanya pelanggaran dan tindak kriminal, polisi wajib menangkap dan memproses secara hukum. Selain itu juga perbanyak patroli, termasuk perbaikan sistem kepemilikan SIM, perbaikan sistem kepemilikan kendaraan, razia kendaraan yang tidak memiliki kelengkapan harus dilakukan demi mengantisipasi geng motor.

“Razia bisa dilakukan ke sekolah-sekolah, perumahan, perkampungan. Ja ngan hanya pasif di jalan,” kata Hisyam. Adapun aksi gerombolan ber motor biasanya bergerak pada malam hari dan saat Ramadan ini mereka yang mayoritas remaja berdalih melakukan aktivitas sahur on the road (SOTR).

Polisi pun dengan sigap telah melarang kegiatan SOTR. “Kami telah menyiagakan personel untuk menjaga sekaligus menghalau peserta SOTR.

Beberapa kali kami menyita mo tor karena tidak dilengkapi suratsurat,” ujar Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar. Pihaknya juga telah memetakan lokasi-lokasi rawan kejahatan sehingga lokasi yang terpetakan mendapatkan perhatian khusus.

“Kami juga mengimbau orang tua untuk mengawasi anak-anaknya,” ucap nya. Mengenai kasus yang sedang viral, yakni seorang pengendara motor hampir saja dibegal, polisi masih mela kukan penyelidikan.

Pelaku diduga berjumlah lima orang dengan menggunakan dua sepeda motor. “Lokasinya kami duga di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan,” kata Indra. Potensi kerawanan lainnya yang patut diwaspadai adalah balapan liar.

Balapan ini biasanya terjadi menjelang sahur di beberapa lokasi. “Apalagi anakanak sekolah libur, itu juga kita waspadai. Kita siapkan anggota untuk mengamankan itu,” ucapnya.

Sementara itu Polda Metro Jaya memastikan wilayah Jabodetabek masih aman dari gerombolan bermotor. Saat ini beredar video kekejaman geng motor di media sosial.

Namun polisi menyebutkan video yang viral itu hoaks. “Tontonan video viral di media sosial berbagai bentuk kejadian maupun kata-kata ha nya untuk membuat masyarakat menjadi takut,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kemarin.

Beberapa video maupun foto yang beredar merupakan berita lama yang terjadi sejak lama. Sejumlah pelaku dalam tayangan video maupun foto tersebut sudah ditangkap.

Dia mencontohkan seperti video yang memperlihatkan seseorang berlari dibacok di Kwitang, Jakarta Pusat, kemudian gerombolan orang melukai orang itu. Menurut Argo, para pelaku yang ada di video itu telah ditangkap.

Lalu ada juga video perkelahian di sekitar lokasi parkir. Menurut dia, itu terjadi di Makassar, Senin (13/5) lalu antara pengemudi ojek online dengan tukang parkir.

Kasus ini telah ditangani Polsek Panakukang, Makassar. “Kemudian ada berbagai foto digabung antara foto dan video kemudian diviralkan dari berbagai kegiatan. Ada juga kasus lama dinaikkan kembali,” kata Argo.

Mengenai banyaknya broadcast larangan melintas pada malam hari karena banyak begal dan perampok, dia memastikan broadcast itu bohong. Argo memastikan kamtibmas di Jakarta dalam situasi kondusif. Dia mengimbau masyarakat agar tidak khawatir beraktivitas.

Kapolres Jakarta Barat Kom bes Pol Hengki Haryadi menambahkan, untuk menjaga kekondusifan, pihaknya menggelar patroli ke seluruh wilayah Jakarta Barat. “Anggota polsek kami sebar di jalan untuk menyisir demi memberikan rasa aman masyarakat,” ujarnya.

Dua Pengendara Dibegal

Dua pengendara motor dibegal di depan Perumahan De pok Indah, Jalan Marginal Raya, Kemirimuka, Beji, Kota Depok, kemarin dini hari. Agtomih, 25, dan temannya tiba-tiba dipepet sekelompok orang yang mengendarai motor.

Kemudian tanpa basa-basi pelaku langsung menyabetkan gergaji es ke arah korban. “Korban pun terjatuh setelah dibacok,“ kata Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Deddy Kurniawan. Setelah korban terjatuh, motor dibawa kabur.

Korban pun berteriak minta tolong. Beruntung warga mendengar teriakan korban dan langsung me ngejar pelaku. “Warga mela kukan pengepungan dan tiga pelaku berhasil ditangkap, sementara tiga lainnya melarikan diri,” ujarnya.

Tiga pelaku yang ditangkap adalah TT, 22; RA, 16; dan remaja putri berinisial ST, 20. Di tempat terpisah, pencurian motor terjadi di dua lokasi berbeda dengan pelaku diduga sama.

Dua lokasi itu yakni Jalan Raya Margonda dan sebuah kantor ekspedisi di Gang Atab, Kelapa Dua, Depok. Peristiwa tersebut terekam kamera pengawas/ CCTV. Dalam rekaman terlihat pelaku berjumlah dua orang dan berboncengan satu sepeda motor.

Satu pelaku berperan se bagai joki menggunakan helm dan mengenakan jaket hijau. Pelaku lain bertindak sebagai eksekutor mengenakan baju biru tua dan mengenakan tas punggung.

Teguh, penjaga keamanan di kantor Jalan Margonda Raya mengatakan, kejadian terjadi pada Senin (13/5) sekitar pukul 11.00 WIB. Saat pelaku beraksi, dia sedang mengantarkan tamu yang tak lain adalah korban masuk ke kantor.

Dia pun kembali keluar dan melakukan aktivitas seperti biasa tanpa ada kecurigaan apapun. “Ketahuannya pas si korban mau pulang, dia nanyain motornya ke saya.

Dia kira saya pindahin. Langsung saya cek CCTV dan ngeliat motornya dicuri orang,” ujarnya. Di lokasi lain di Gang Atab, motor milik Ikhsan, pegawai kantor ekspedisi raib dibawa kabur pencuri.

Dia baru mengetahui saat rekannya hendak meminjam motor kemudian menghubunginya bahwa motor Ikhsan tidak ada di parkiran.

yan yusuf/ helmi syarif/ r ratna purnama




Berita Lainnya...