Edisi 16-05-2019
16 Korban Bom Surabaya Terima Bantuan Rp1,1 M


SURABAYA –Sebanyak 16 korban ledakan bom Surabaya mendapat kompensasi dari negara.

Total kompensasi yang dikeluarkan mencapai Rp1,1 miliar. Nilainya bervariasi, tergantung pada jenis kerugian yang dialami. Mulai dari Rp20 juta hingga Rp600 juta per orang.

Ke-16 orang tersebut merupakan korban ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Jalan Ar ju na, serta korban aksi bom bu nuh diri di Polrestabes Sura baya.

Penyerahan kompensasi di - lakukan Ketua Lembaga Per lin - dungan Saksi dan Korban (LPSK) Hasto Atmojo Suroyo di G e dung Grahadi Surabaya ke - marin. Turut menyaksikan, Gu - bernur Jawa Timur Khofifah In - dar Parawansa, Wakil Ketua LPSK Susilaningtias, serta be - be rapa undangan lainnya.

Ketua LPSK Hasto Atmojo Su royo mengatakan, negara ha - dir bagi korban tindak pidana, termasuk terorisme, melalui LPSK yang diberi mandat oleh UU Perlindungan Saksi dan Kor ban untuk memberikan per lindungan dan hak-hak lain ke pada saksi dan korban.

“Negara semakin serius mem per ha tikan warga ne ga ra - nya, ter ma suk yang jadi saksi dan kor ban tindak pidana,” ka - ta nya. Hasto menjelaskan, pem ba - yaran kompensasi mem buk ti - kan aturan tentang hak-hak kor ban yang dituangkan dan di - jamin dalam UU itu murni di lak - sanakan.

Menurutnya, pembayaran kompensasi kepada korban terorisme seperti dalam kasus ledakan bom di Surabaya merupakan sejarah baru dalam du nia hukum.

“Sebelumnya atur an yang ada hanya meng - atur hak-hak tersangka, ter dak - wa maupun terpidana (offender oriented ),” ujarnya. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kompensasi ini merupakan ben tuk kepedulian negara ter - ha dap warganya.

Kompensasi ini juga bentuk upaya peme rin - tah agar warga yang menjadi kor ban tindak pidana terorisme bisa semangat menjalani hidup. “Yang penting adalah psiko so - sial.

Kalau misalnya para korban ini membutuhkan rehab, kami siap memfasilitasi,” ucapnya. Salah satu korban yang sela - mat dari ledakan di gereja ada lah Ipda Akhmad Nurhadi.

Walaupun selamat, dia mengalami ca - cat, yakni kehilangan indra penglihatan dan mengalami ke lum - puhan sehingga harus me makai kursi roda untuk be per gi an. Awal kejadian, Nurhadi me - ngaku sempat trauma.

Namun seiring berjalannya waktu, semua itu mulai terkikis. “Kita pas rah saja sama yang kuasa,” ujarnya mencoba tegar. Menurut dia, peristiwa tersebut merupakan kejadian yang luar biasa bagi warga Surabaya.
“Warga Surabaya tetap tidak boleh takut. Aktivitas seperti semula. Kita hadapi bersama. Po lisi siap mengamankan Surabaya,” tegasnya. Dia menambahkan, peristiwa tersebut diharapkan menjadi yang pertama dan terakhir ter jadi di Surabaya.

“Jangan sam pai terulang lagi. Luar biasa kor bannya,” imbuhnya. Sebelumnya LPSK juga mem berikan perawatan terhadap korban ledakan bom, Zulkarnain alias Nain, di Rumah Sakit Ferdinand Lumbantobing (FL Tobing) Sibolga, Sumatera Utara (Sumut).

Kedatangan pihak lembaga mandiri tersebut guna memas ti - kan perawatan medis korban dan untuk menghimpun data jum lah korban yang terkena dam pak ledakan bom teroris di kota itu pada beberapa waktu lalu.

“Dari hasil kedatangan kita dan laporan yang kita terima, jumlah warga yang menjadi kor - ban dari ledakan bom satu orang. Ini sesuai dengan data jumlah korban ledakan bom yang mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut dan da - ta kepolisian.

Tapi LPSK akan te tap memantau perkem bang - an, mana tahu masih ada ma - sya ra kat yang belum melapor - kan,” ungkap Kepala Biro (Karo) Penelaah Permohonan LPSK Pusat, Drama Panca Putra.

Putra mengakui, korban ledak an bom, Zulkarnain, akan men dapatkan pertang gung ja - waban biaya medis dari LPSK. Hal tersebut sesuai dengan ama nat Undang-Undang (UU) No 32 Tahun 2014 di mana kor - ban tindak pidana terorisme akan mendapatkan bantuan dan layanan perlindungan dari negara, salah satunya bantuan medis.

“Maka itu LPSK hadir di Kota Sibolga untuk meyakinkan pasien bahwasanya biaya da lam rangka pemulihannya men jadi tanggung jawab LPSK,” ungkapnya.

lukman hakim

Berita Lainnya...