Edisi 16-05-2019
Mendapatkan Derajat Tinggi dengan Bersedekah


Pada Ramadan, semua amal ibadah akan dilipatgandakan pahalanya.

Karena itu, sangat dianjurkan kepada seluruh umat Islam untuk memperbanyak amalan ibadah, sehingga akan memperbesar pahala yang didapatkan dan menambah keberkahan dalam hidup.

Tak hanya dengan puasa, keutamaan pahala Rama - dan juga bisa diraih de ngan berbagai amalan lain se - perti salat tarawih, tahajud, membacaAlquran, zakat, infak, sedekah.

Apalagi, kalau bisa melaksanakan ibadah-ibadah tersebut selama satu bulan penuh, betapa besar pahala dan keridaan yang akan kita didapatkan. Akademisi Studi Islam Faridl Noor Hilal menyatakan, salah satu kesem pat - an besar yang dibuka Allah SWT untuk mendapatkan banyak keutamaan pada Ramadan melalui sedekah.

Islam sangat menganjurkan pengikutnya untuk bersedekah, ini menjadi lebih berharga dengan keutamaan Ramadan dibanding bulan-bulan lainnya dengan dilipat gandakannya pahala.

“Allah dan Rasulullah memerintahkan dan mencontohkan bagaimana seorang mukmin haruslah menjadi orang yang dermawan dan pemurah. Dermawan adalah sifat yang dicintai Allah SWT,” ucap Faridl saat dihubungi KORAN SINDO kemarin.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguh nya Allah Ta’ala itu Maha Memberi. Dia mencintai kedermawanan serta akhlak yang mulia. Dia membenci akhlak yang buruk.” (HR Al Baihaqi, disahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’).

Hadis ini menyimpulkan bahwa dermawan adalah sifat yang dicintai dan dimuliakan. Sebaliknya pula, Allah tidak menyukai sifat kikir dan pelit, bahkan membenci dan meng golongkannya sebagai akhlak yang buruk.

Rasulullah SAW juga bersabda bahwa waktu yang paling baikuntuk bersedekah adalah pada Ramadan. Umat Islam dapat merasakan bahwa tidak semua orang mempunyai kemudahan seperti yang dimilikinya.

Sedekah adalah sebuah sarana agar orang dapat lebih bersyukur atas apa yang di dapatkannya. “Dalam hadis yang lain, seorang mukmin juga diajar kan bahwa lebih baik memberi daripada menerima.

Sebagai mana sabda Rasulullah yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim: Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Tangan di atas adalah orang yang memberi dan tangan yang di bawah adalah orang yang me minta,” ujarnya.

Alumni University Sains Islam Malaysia ini mengata kan, bila sifat der mawan didu kung dengan pemahaman agama yang baik sehingga terkumpul lah sifat alim dan dermawan, maka seorang hamba akan mencapai kedudukan hamba Allah yang paling baik.

Sebagaimana Rasulullah bersabda:

“Dunia itu untuk empat jenis hamba. Pertama, hamba yang diberikan rezeki oleh Allah serta kepahaman ter hadap ilmu agama. Dia bertakwa ke pada Allah dalam menggunakan harta nya, dan dia gunakan untuk menyam bung silaturahim. Dia me nyadari ter dapat hak Allah pada harta nya. Maka inilah kedudukan hamba yang paling baik” (HR Tirmidzi).

Adapun sedekah adalah ibadah yang memiliki begitu banyak keutamaan, apalagi didukung dengan ilmu yang memadai, maka sudah pasti akan men - jadi amalan yang terbaik di sisi Allah SWT.

“Dan menjadikan manusia yang bersedekah tersebut mempunyai derajat dan kedudukan yang tinggi di sisi-Nya,” tegasnya. Keutamaan yang pertama adalah diperpanjangnya umur.

Nabi SAW bersabda:

“sesungguhnya sedekahnya orang muslim itu dapat menambah umur nya, dapat mencegah kematian yang buruk (suíul khotimah), Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kefakiran , dan sifat bangga pada diri sendiri”. (HR. Thabrani).

Keutamaan yang kedua adalah pahala yang berlipat ganda. Sebagaimana tertuang dalam firman Allah SWT:

“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pahalanya) kepada mereka, dan bagi mereka pahala yang banyak,” (QS.

Al-Hadid: 18). Dosen Fakultas Syariah Universitas Darussalam Gontor ini bahkan mengatakan, di dalam Alquran dikata kan pula bahwa pahala se dekah akan dilipatgandakan sampai 700 kali lipat.

Sebagaimana firman Allah yang artinya:

“Per umpa maan orang-orang yang me nyedekah kan harta bendanya di jalan Allah SWT seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dahan dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji, dan Allah melipatgandakan (balas an) kepada orang yang dike hendaki, dan Allah Maha l uas (anugerah nya) lagi Maha Menge tahui” (QS. Al Baqarah: 261).

Keutamaan yang ketiga yaitu dapat menghapuskan dosa-dosa. Terkait hal ini, Rasulullah SAW bersabda: “Sedekah itu dapat menghapus dosa sebagai mana air memada kan api” (HR At-Tirmidzi).

“Tapi perlu diperhatikan juga bahwa tidak berarti dosa kita akan berguguran secara otoma - tis tanpa melakukan taubat. Apalagi kalau harta yang dipakai untuk bersedekah didapat dari jalan yang tidak halal, maka su - dah tentu sedekah yang dike - luar kan tidak akan diterima alihalih dapat menghapuskan dosa,” jelas Faridl.

Menurutnya, semua ibadah tentu nya mempunyai syarat dan rukun. Seperti orang berwudu, tentunya air yang dipakai haruslah air yang suci dan menyuci - kan. Begitu juga dalam bersedekah, tentunya harta yang disede - kah kan haruslah berasal dari sumber yang halal.

Keutamaan yang ke lima yaitu memadamkan panas nya alam kubur. Kemudian, keutamaan yang ke enam yaitu terhindar dari neraka. Nabi SAW bersabda: “Bersedekahlah kamu sekalian, karena sesungguhnya sedekah itu pemisah dari neraka .

“ Faridl mengatakan bersedekah tidak selalu harus dengan jumlah yang banyak, bahkan semampu kita pun bisa menjadi amalan yang besar. Berapa pun yang kita berikan baik dari makanan, pakaian, atau apa pun selama bermanfaat bagi makhluk lain, insyaallah akan dicatat juga sebagai amal sedekah.

Sebagaimana yang disabdakan Nabi SAWyangartinya: “Jauhkandirimu dariapi neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma . “ (Muttafaqun ‘alaih)

Keutamaan yang ketujuh adalah mendapat naungan pada hari akhir. Nabi SAW bersabda: “Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, maka ia menyembunyikan amalnya itu sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya . “ (HR. Bukhari).

Dengan banyaknya keutamaan ter - sebut dan contoh yang sudah diberikan Rasulullah SAW dalam bersedekah, maka sudah seharusnya kita sebagai hamba yang beriman hendaknya memperbanyak sedekah sebagai amalan kita untuk bekal di hari kiamat kelak.

Sebagaimana firman Allah SWT yang artinya: “... Wahai Tuhanku, alang kah baiknya Engkau lambatkan kedatang an ajalku sedikit waktu lagi, supaya aku dapat bersedekah . “ (Surah al Munafiqun : 10).

Semoga dengan mengetahui keuta - ma an pahala sedekah, apalagi jika di laku - kan pada bulan suci Ramadan, kita dapat lebih semangat lagi dalam ber ibadah, terutama untuk bersedekah.

“Semoga kita semua diberi rahmat Allah SWT untuk selalu mendapatkan hidayah lebih banyak bersedekah,” tutupnya. Ketua Komisi VIII DPR Bidang Agama dan Sosial Ali Taher Parasong menyata - kan sedekah dianjurkan di setiap waktu selagi kita memiliki kela pangan baik tenaga, pikiran, maupun harta.

Namun, sedekah lebih dianjur kan pada Ramadan karena memiliki nilai yang istimewa. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Dari Anas RA, sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling uta - ma?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Sedekah di bulan Ramadan.“ (HR At-Tirmidzi).

“Oleh karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak sedekah dan berbuat baik secara umum. Pasalnya, ganjaran kebaikan di bulan Ramadan dilipatgandakan,” ucapnya.

Para sahabat Rasul sendiri, sambungnya, menyaksikan kemurahan hati Rasulullah SAW saat Ramadan. Mereka mengatakan bahwa Rasulullah adalah orang paling murah hati; tetapi saat Ramadan, kemurahan hati Rasulullah SAW tampak lebih-lebih daripada bulan lainnya.

“Rasulullah SAW adalah orang paling murah hati. Ia semakin murah hati di bulan Ramadan.“ (HR Bukhari dan Muslim).

mula akmal

Berita Lainnya...