Edisi 16-05-2019
Olahan Berbahan Kedelai Paling Disukai


Kedelai merupakan salah satu bahan makanan yang baik dikonsumsi selama bulan puasa.

Daftar olahan kedelai berikut bisa menjadi bahan inspirasi Anda dalam mengolah jenis makanan biji-bijian ini.

Menurut survei Litbang KORAN SINDO, inilah 10 olahan kedelai paling disukai.

SUSU

Meski diolah menjadi minuman, namun cara tersebut tidak akan menghilangkan nutrisi dalam kedelai. Susu kedelai bisa menjaga berat badan ideal karena kandungan serat dalam susu kedelai bisa membantu mengontrol rasa lapar berlebih. Hasilnya tentu berat badan akan cepat turun dan membuat rasa kenyang lebih lama.

TEMPE

Salah satu makanan khas dari Indonesia ini dibuat dengan melalui proses fermentasi. Tempe biasa diolah dengan cara digoreng dan bisa dicocol dengan saus sambal maupun cabai rawit. Saat ini, muncul banyak varian olahan tempe seperti nugget tempe, steak tempe, tempe Bolognese, pepes tempe, hingga sate tempe.

TAHU

Meski sama-sama berbahan dasar kedelai, tekstur tempe dan tahu jauh berbeda. Tahu memiliki tekstur lebih lembut. Agar tidak bosan, tahu bisa diolah menjadi aneka ragam makanan. Mulai dari pepes tahu, sup tahu, tumis tahu hingga tahu schotel. Olahan kedelai ini juga merupakan sumber protein nabati yang kaya akan magnesium, fosfor, kalsium dan mineral penting lain dalam tubuh.

ONCOM

Olahan kedelai ini juga merupakan produk fermentasi seperti tempe. Bedanya, proses fermentasinya memakan waktu lebih lama dari tempe. Terdapat dua macam oncom, yaitu oncom merah dan oncom hitam. Oncom biasa diolah dengan cara digoreng bahkan dibuat sambal dengan nama sambal oncom.

PEYEK

Peyek atau rempeyek merupakan makanan pelengkap yang dibuat dari tepung beras dan bisa ditambahkan kacang tanah, ikan teri maupun kacang kedelai. Diperlukan teknik tersendiri agar rempeyek yang dihasilkan tipis merata dan renyah. Peyek sering dikonsumsi sebagai pelengkap saat menyantap nasi dan lauk pauk.

KEMBANG TAHU

Olahan kedelai populer lainnya adalah kembang tahu. Kembang tahu memiliki cita rasa hambar. Namun, jika dipadukan dengan kuah gula merah yang dicampur dengan jahe, kembang tahu memiliki ragam manfaat. Kembang tahu dapat membantu melancarkan keluarnya ASI. Selain itu kembang tahu dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan menurunkan risiko diabetes.

BAKWAN

Kedelai juga bisa dijadikan bahan isian dari bakwan. Bakwan kedelai ini bisa dibikin di rumah sehingga aman dikonsumsi untuk keluarga. Cara membuatnya juga mudah dan sama dengan cara membuat bakwan seperti umumnya.

ES KRIM

Es krim juga bisa dibuat dari olahan susu kedelai. Es krim dari kedelai ini aman dikonsumsi setelah berbuka puasa maupun saat sahur sembari menunggu waktu imsak. Yang terpenting jangan mengonsumsi susu saat perut sedang kosong. Hal ini bisa menyebabkan perut kaget karena sensasi dingin dari es krim.

TAUCO

Tauco adalah makanan olahan yang terbuat dari biji kedelai yang telah direbus dan dihaluskan. Bahan tersebut kemudian diaduk dengan tepung terigu/ketan/beras yang dlianjutkan dengan tahap fermentasi. Dalam penggunaannya, tauco bisa menjadi campuran bumbu atau lauk pauk.

BOLU

Bukan saja diolah menjadi makanan dengan cita rasa asin, kacang kedelai juga bisa diolah menjadi makanan dengan cita rasa manis. Bolu kacang kedelai adalah salah satunya. Bolu kacang kedelai menjadi camilan sehat yang bisa disantap kapan saja.

Sejarah Kedelai di Dunia dan Indonesia

Kedelai mulai dikenal di daerah Manchuria, China sekitar tahun 2838 sebelum Masehi, yang tercatat dalam jurnal Chinese Materia Medica.

Kedelai diduga masuk ke Eropa melalui penanamannya di Prancis sekitar tahun 1740.

Amerika baru mengenal kedelai pada tahun 1765, yang ditanam di tanah Pennsylvania.

Kedelai mulai dikenal di Indonesia sejak abad ke-16 atau sekitar tahun 1750.

Awal mula penyebaran dan pembudidayaan kedelai yaitu di Pulau Jawa, kemudian berkembang ke Bali, Nusa Tenggara, dan pulau lainnya.



Mitos Keliru Tentang Kedelai

Kedelai Bukan Sumber Protein Yang Baik

Manusia membutuhkan protein yang bisa mereka dapatkan dari tumbuhan maupun hewan. Ada banyak sumber protein baik, namun selama ini banyak orang percaya bahwa kedelai bukanlah sumber protein yang bisa diandalkan. Faktanya, kedelai justeru salah satu sumber protein sangat baik, terutama untuk vegetarian yang tak bisa mendapatkan protein dari hewan. Satu cangkir kedelai mengandung 22 gram protein.

Kedelai Sebabkan Kanker Payudara

Kedelai dikenal sebagai salah satu makanan yang mengandung estrogen atau hormon wanita. Hal inilah yang kemudian membuat banyak orang mengaitkan kedelai dengan munculnya tumor atau kanker payudara. Faktanya, kanker memang bisa tumbuh akibat adanya estrogen dan kedelai memang banyak mengandung estrogen. Namun tak ada kaitan langsung antara kedelai dengan munculnya kanker. Dalam penelitian yang dilakukan pada manusia, mengonsumsi kedelai tak berkaitan dengan risiko kanker payudara.

Suplemen Protein Kedelai Adalah Alternatif Yang Baik

Ada orang yang tak menyukai kedelai atau bentuk olahannya seperti tahu, tempe, atau susu kedelai, namun ingin mendapatkan manfaat dari makanan tersebut. Mengonsumsi suplemen protein dari kedelai adalah tindakan yang dianggap tepat untuk menggantikannya. Padahal ini adalah mitos keliru. Faktanya, ada banyak penelitian yang dilakukan terhadap suplemen berbasis protein kedelai. Hasil akhirnya masih meragukan dan para ahli tak menyarankan seseorang mengonsumsi suplemen protein kedelai.

Pria Tak Boleh Makan Kedelai

Kedelai yang mengandung estrogen atau hormon wanita dianggap tak baik untuk pria. Ini karena estrogen dianggap bisa menurunkan hormon testosteron pada pria dan menyebabkan masalah. Faktanya, tak ada penelitian klinis yang mendukung gagasan dan ketakutan ini. Bahkan sebaliknya, pria bisa mendapatkan asupan nutrisi dari kedelai yang bisa menurunkan risiko kanker prostat.

Olahan Kedelai Tetap Sehat Dan Bernutrisi

Ada banyak makanan olahan yang menyerupai daging namun dibuat dengan bahan kedelai. Beberapa bisa berbentuk seperti sosis, nugget ayam, atau lainnya. Hal semacam ini dianggap tetap sehat karena bahan utamanya adalah kedelai. Faktanya, membentuk kedelai dan mengolahnya menjadi berbagai macam makanan olahan tak selamanya sehat. Hal ini berkaitan dengan proses pengolahan. Pada proses pengolahan, terutama jika makanan tersebut kemudian dikemas atau dibekukan, jelas melibatkan penggunaan bahan pengawet dan lainnya.

Berita Lainnya...