Edisi 16-05-2019
4 Pejabat PUPR Didakwa Terima Rp32 M


JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa empat pejabat pembuat komitmen (PPK) sistem penyediaan air minum (SPAM) Kementerian PUPR menerima uang dengan total lebih dari Rp32 miliar.

Uang suap itu diterima dari ratusan proyek SPAM dengan nilai triliunan rupiah di seluruh Indonesia. Angka ini terpecah menjadi dua bagian, yakni suap lebih dari Rp14 miliar dan gra - tifikasi lebih dari Rp17 miliar.

Penerimaan uang dari ratusan proyek tersebut tertuang secara terperinci dalam surat dakwaan empat terdakwa yang dibuat terpisah dan dibacakan JPU pada KPK di Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin. Sebagian besar suap, gratifi - kasi, dan proyek-proyek ter - maktub dalam surat dakwaan Anggiat Partunggul Nahot.

Tiga terdakwa lainnya hanya didak wa sebagai penerima suap se jumlah proyek SPAM. Mereka adalah Teuku Mochamad Nazar, Meina Woro Kustinah, dan Donny Sofyan Arifin.

Meski dakwaan Anggiat, Nazar, Meina, dan Donny ter - pisah, komposisi JPU yang me - nanganinya sama, yang dipim - pin Trimulyono Hendradi dan Iskandar Marwanto dengan anggota I Wayan Riana, Taufiq Ibnugroho, Arin Karniasari, dan Bayu Satriyo.

JPU Iskandar Marwanto menyatakan, Anggiat Partunggul Nahot Simaremare selaku kasatker merangkap PPK Pembinaan Teknis Pengembangan Air Minum dan Sanitasi Pro vinsi Maluku Utara 2015 dan merangkap PPK Pembinaan Teknis Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PSPAM) Stra - tegis 2017-2018 telah menerima suap secara berlanjut dari lima pemberi.

Pertama, Rp3,733 miliar dan USD5.000 (saat itu setara dengan Rp73 juta) dari empat ter dakwa pemberi suap, yakni Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) yang juga pengendali PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) Budi Suharto, Direktur Keuangan PT WKE merangkap Bagian Ke uang an PT TSP Lily Sundarsih W (istri Budi), Direktur Utama PT TSP merangkap Project Manager PT WKE Irene Irma (anak Budi dan Lily), dan Direk tur PT WKE sekaligus Project Manager PT TSP Yuliana Enganita Dibyo.

Suap dari empat terdakwa tersebut karena Anggiat telah mempermudah pengawasan proyek sehingga dapat memperlancar pencairan anggaran kegiatan proyek-proyek yang dikerjakan PT WKE dan PT TSP.

Kedua, suap sejumlah Rp1,25 miliar dari Komisaris Utama PT Minarta Dutahu tama, Leonardo Jusminarta Prasetyo melalui Direktur Teknis dan Pemasaran PTMinartaDutahutamaMis nan Misky.

“Karena terdakwa (Anggiat) telah mempermudah peng awasan proyek JDU Hongaria 2 yang dikerjakan oleh PT Minarta Dutahutama yang mengalami kendala dalam pelaksanaannya,” ungkap JPU Iskandar.

Dalam delik gratifikasi, JPU Taufiq Ibnugroho membeberkan, Anggiat selaku PPK di Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR kurun 2009-2018 telah menerima gratifikasi Rp10.058.491.705,64; USD348.500 (saat ini 15 Mei setaradenganRp5.060.220.000); 77.212 dolar Singapura (setara Rp818.872.638,12); AUSD20.500 (setara Rp206.159.275); HKD147.240; EUR30.825 (setara saatiniRp501.601.662); GBP4.000 (setara saat ini Rp74.998.720); RM345.712 (setara saat ini Rp1.203.340.501,1) CNY85.100; KRW6.775.000; THB158.470; YJP901.000; VND38.000.000; ILS1.800; dan TRY330.

Gratifikasi ini berasal dari se jumlah pengusaha dan kontraktor terkait dengan hampir 80 proyek SPAM. “Yang berhubungan dengan jabatan terdakwa selaku kasatker dan PPK sehingga penerimaan tersebut berlawanan dengan kewajiban terdakwa (Anggiat),” tandas Taufik.

JPU Arin Karniasari membeberkan, Teuku Mochamad Nazar selaku kasatker Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum Nanggroe Aceh Darussalam 2014, Kasatker dan pejabat pembuat komitmen (PPK) Pembinaan Teknis Provinsi Aceh 2015-2016—serta Kasatker dan PPK Pembinaan Teknis Tanggap Darurat Permukiman Pusat 2018 telah menerima suap Rp6.711.605.000 dan USD33.000 (setara saat itu Rp500 juta) dari empat terdakwa petinggi PT WKE dan PT TSP sebagaimana namanya dise - b utkan di dakwaan Anggiat.

JPU Trimulyono Hendradi membacakan dakwaan Meina Woro Kustinah dan Donny Sofyan Arifin. Meina selaku PPM Wilayah 1B pada Satker PSPAM Strategis dan PPK SPAM Katulampa Kota Bogor 2018 telah menerima suap Rp1,42 miliar dan 23.000 dolar Singapura (setara saat itu Rp 245.468.880). Ada pun Donny selaku PPK SPAM untuk Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur 2014-2017 merangkap PPK SPAM Toba 1 2018 telah menerima Rp920 juta.

Suap diterima Meina dan Donny dari empat terdakwa petinggi PT WKE dan PT TSP sebagaimana namanya disebutkan di dakwaan Anggiat.

sabir laluhu

Berita Lainnya...