Edisi 16-05-2019
Waspadai Seleksi CPNS di Lembaga Pemerintah Palsu


JAKARTA – Masyarakat diminta untuk mewaspadai penipuan dengan modus seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lembaga pemerintahan palsu.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) menyebut ada lembaga yang bernama Lembaga Pusat Pengendali Pengangkatan dan Pem belanjaan Pegawai Negara (LP5N), melakukan rekrutmen seleksi pegawai Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kemenpan-RB Mudzakir mengatakan bahwa banyak masyarakat yang mengonfirmasi ke be - nar an terkait LP5N.

“Kami tegaskan tidak ada lembaga yang bernama LP5N. Jika ada yang meng atas na ma - kan sebagai pegawai LP5N, su - dah pasti itu oknum yang mem - punyai tujuan tertentu,” kata - nya di Jakarta kemarin.

Dia mengatakan, dalam be - be rapa hari ini ada anggota ma - sya rakat yang menanyakan ke - be naran LP5N baik melalui me - dia sosial Kemenpan-RB, me - ngi rim surel ke halo men pan - @men pan.go.id maupun datang langsung ke kantor.

Dia meng - im bau kepada masyarakat un - tuk berhati-hati terhadap aksi penipuan yang meng atas na ma - kan pemerintah dan men jan ji - kan kelulusan untuk dapat men jadi CPNS dan pegawai pe - me rintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Hati-hati dan selalu cross check ke Kemenpan-RB terkait ke beradaan lembaga peme rin - tah dan juga informasi terkait seleksi CPNS maupun PPPK.

Dan untuk korban penipuan, ka mi imbau untuk segera me la - por polisi supaya diusut tuntas dan tidak ada korban lainnya lagi,” ujarnya. Salah seorang masyarakat yang datang Ke Kemenpan-RB ada lah Susi.

Susi mengatakan te lah tertipu oleh oknum yang mengaku pegawai LP5N dan menjanjikan kelulusan. Susi men daftarkan untuk dirinya sen diri dan dua saudaranya ke LP5N supaya lulus sebagai calon pegawai negara (CPN).

CPN ada lah istilah yang dipakai oleh LP5N. Dia mengatakan saat ini nomor dari pegawai LP5N tersebut tidak bisa dihubungi. “Ka rena dijanjikan lulus, saya telah mentransfer uang sebesar 150 juta ke pegawai LP5N ini,” katanya.

SKD Sekolah Kedinasan Dimulai

Sementara itu, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Sekolah Kedinasan Tahun 2019 Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mulai digelar kemarin.

SKD tersebut diselenggarakan se cara serentak hingga 19 Mei 2019 di 39 titik lokasi di seluruh Indonesia dengan total peserta sebanyak 25.245 orang.

Sekretaris Utama (Sestama) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Supranawa Yusuf me - nya takan bahwa peserta harus tetap fokus dan tidak tegang mes kipun sedang berpuasa se - hingga dapat berkonsentrasi da lam menjawab soal ujian.

“Ber kah di bulan Ramadan, semoga seluruh peserta dapat menyelesaikan SKD dengan mudah, mendapatkan nilai bagus dan lulus,” tuturnya.

Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasono menjelaskan bahwa tes SKD menuntut peserta agar selalu siap dan yakin da lam menghadapi tugas atau uji an.

Selain itu, Djoko juga mene gaskan bahwa dalam mengikuti SKD Sekolah Kedinasan, segala bentuk kecurangan sangat dilarang.

dita angga



Berita Lainnya...