Edisi 16-05-2019
BPJS Kesehatan Bangun Sinergi dengan BEI


JAKARTA – BPJS Kesehatan melakukan sinergi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kerja sama ini sebagai upaya un tuk memperluas jumlah kepeser - taan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kese hat an Andayani Budi Lestari mengatakan, kerja sama ini di ambil untuk memperluas kepe ser ta - an program jaminan kese hat an nasional.

Sasaran uta ma nya ada lah segmen pekerja pe ne ri - ma upah (PPU) yang di daf tar - kan perusahaan atau pem beri kerja lainnya. “Memiliki jaminan kese hat - an adalah hak setiap penduduk Indonesia, termasuk para pe - ker ja, yang tidak boleh ditun da.

Melalui kerja sama ini, kami berharap PT Bursa Efek Indo ne - sia bisa ikut memberikan kon tri - busi besar dalam upaya per luas - an kepesertaan Pro gram JKNKIS,” katanya dalam acara pe - nandatanganan nota kese pa - ham an dengan BEI di IDX Main - hall, Jakarta, kema rin.

Selain dalam hal perluasan pe serta JKN-KIS, ruang lingkup tersebut juga mencakup so - sialisasi kepesertaan Pro gram JKN-KIS kepada per usa ha an yang tercatat di BEI, serta sosialisasi mengenai initial pu blic offering (IPO) dan investasi kepada perusahaan yang su dah ter daftar di BPJS Kese hat an.

Mengenai target peserta yang akan dapat lewat kerjasama itu, Andayani belum dapat menyebutkan karena datanya baru akan dibandingkan dengan data milik BEI.

“Saya lihat ada 728 perusahaan yang saat ini terdaftar di BEI. Nanti kita tukar informasi, berapa badan usaha yang sudah terdaftar di JKN. Kami akan lakukan sosialisasi untuk badan usaha yang belum bergabung,” ujarnya.

Berlandaskan nota kesepahaman tersebut, BPJS Kesehatan akan memberikan data potensi calon perusahaan dan potensi calon investor yang terdaftar di BPJS Kesehatan kepada BEI.

Sebaliknya, BEI akan memberikan data potensi perluasan kepesertaan badan usa - ha kepada BPJS Kesehatan. Andayani menjelaskan bah - wa peran badan usaha sangat be - sar dalam mendukung per pu tar - an roda JKN-KIS.

Untuk itu, ba - dan usaha juga diharap kan mampu memberikan kon tri busi yang optimal untuk meng awal keberlangsungan pro gram ja min - an kesehatan so sial ter se but.

“Badan usaha harus comply dalam memberikan perlindungan jaminan kesehatan ke pa da se luruh pekerjanya, ter ma suk anggota keluarganya. Ja ngan baru dipenuhi ketika pe kerja yang bersangkutan sa kit atau membutuhkan pela yan an kesehatan,” kata Anda yani.

Selain itu, lanjut dia, alang - kah baiknya jika badan usaha bisa ikut mendukung upaya pro motif, preventif, sehingga pekerja yang sehat tetap sehat. Dengan demikian, produk tivi - tas perusahaan akan terjaga.

Hingga 10 Mei 2019, total pe serta JKN-KIS telah mencapai 221.580.743 jiwa, atau se ki - tar 83,94% dari jumlah penduduk Indonesia. Dari angka tersebut, 32.033.542 jiwa terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dari segmen PPU swasta.

Adapun sampai akhir April 2019, terdapat 265.455 badan usaha yang telah terdaftar da lam Program JKN-KIS. Direktur Penilaian Perusaha an BEI I Gede Nyoman Yetna Setia pada kesempatan yang sama menyatakan kerja sama dengan BPJS merupakan alienasi yang strategis, karena masing-masing pihak mendapat manfaat atas kerja sama ter - sebut.

“Untuk BPJS Kesehatan, kepesertaan akan bertambah; sedangkan kami dapat data badan usaha yang me miliki potensi untuk tercatat di Bursa Efek Indonesia,” kata nya.

neneng zubaidah



Berita Lainnya...