Edisi 16-05-2019
Belajar dan Latihan Soal dari Internet, Diterima di UGM Melalui Jalur SNMPTN


Hafidh Rifai Kusnanto, siswa kelas XII IPA 6 SMAN 4 Surakarta, mencuri perhatian publik seusai melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Empat mata pelajaran yang diujikan yakni Matematika, Fisika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, semuanya mendapatkan nilai 100. Hafidh sendiri mengaku kaget saat hasil ujiannya sempurna seluruhnya.

Padahal ketika mengerjakan soal Baha - sa Indonesia dan Bahasa Inggris, dia tak terlalu yakin bebe rapa soal dapat dikerjakan dengan benar. “Saya hanya yakin Matematika dan Fisika yang benar seluruhnya,” kata Hafidh saat ditemui di SMA Negeri 4 Surakarta kemarin.

Pelajar kelahiran 11 Oktober 2001 ini mengaku kiat nya sukses ujian nasional adalah belajar rutin dan banyak mengerjakan latihan soal-soal. Tak kalah penting adalah berdoa kepada Tuhan dan memohon doa restu orang tua.

Hafidh tergolong salah satu anak yang pintar dan masuk rangking 10 besar di kelas. “Biasanya rangking 6 atau rangking 7 di kelas,” ucapnya. Selama ini, mata pelajaran yang paling digandrungi adalah Matematika dan Fisika.

Dan yang paling disukai adalah Fisika karena seru dan penuh tantangan, sehingga tak heran jika nilai kedua mata pelajaran itu paling menonjol. Sementara mata pelajaran yang paling tak disukai adalah Biologi, sehingga nilai juga paling jelek.

“Kalau Biologi banyak hafalannya,” lanjut Hafidh. Pelajar asal Desa Wirogunan RT 02/03, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo ini meng aku belajar ketika ada waktu longgar saja.

Biasanya dilakukan malam setelah isya dan selesai ketika mata terasa sudah mengantuk. Bahkan ketika memasuki ujian, dia justru tidak belajar dan memilih santai melonggarkan pikiran. Meski tidak mengikuti bimbingan belajar (bimbel) atau les, dia tetap mampu bersaing nilai pelajaran di kelas.

Mengerjakan banyak latihan soal dari sekolah dan mencari materi soal dari internet dinilai sudah cukup. “Saya tidak bisa ikut bimbel atau les karena orang tua kesulitan biaya,” tuturnya.

Bapaknya, Amat Kusnanto, telah meninggal pada 2016 lalu karena sakit ketika Hafidh duduk di kelas III SMP. Ibunya, Supadmi, adalah penjual mainan keliling dari sekolah kesekolah.

Dengan pendapatan ratarata hanya Rp50.000-60.000/ hari maka sangat pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan. Terlebih, dia juga masih memiliki tiga adik yang berumur 15 tahun, 10 tahun, dan 7 tahun.

Setelah lulus SMA, Hafidh tidak perlu bingung lagi men - cari perguruan tinggi untuk melanjutkan kuliah. Ia telah diterima di Jurusan Elektro Uni versitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta melalui jalur SNMPTN dan mendaftar seba gai mahasiswa Bidikmisi, sehingga biaya kuliah tidak terlalu membingungkan lagi.

Dalam keseharian, Hafidh memiliki hobi main game. Permainan yang digemari adalah simulator balapan. Selain itu, dia juga mengikuti ekstra kurikuler klub astronomi.

Mengamati benda-benda langit, sharing astronomi terbaru dengan klub astronomi di Sura karta menjadi kegemarannya. Putra sulung dari empat ber sau dara ini mengaku sebenar nya ingin kuliah di jurusan astr o nomi.

Namun, jurusan itu hanya ada di Institut Teknologi Bandung (ITB) sehingga letaknya dinilai terlalu jauh dan akhirnya memilih jurusan elektro di UGM.

Salah satu alasannya karena di jurusan elektro juga banyak materi fisika. Pada 2017 lalu, dia pernah meng ikuti lomba Olimpiade Sains Nasional dan mendapatkan medali perak.

Ditanya menge nai sosok yang diidolakan, diri nya sangat mengagumi Elon Reeve Musk, CEO perusahaan mobil listrik Tesla Motors serta founder dari perusahaan roket SpaceX.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 4 Surakarta Nanang Inwanto mengatakan, siswa yang memperoleh nilai 100 seluruhnya dalam mata pelajaran ujian nasional baru pertama kali di sekolahnya.

Biasanya, nilai 100 hanya diperoleh maksimal dua mata pelajaran. “Kalau hanya satu mata pelajaran nilai 100 banyak, setiap tahun ada,“ terang Nanang.

ARY WAHYU WIBOWO

Solo




Berita Lainnya...