Edisi 16-05-2019
Bupati Bekasi Menangis Minta Dihukum Ringan


BANDUNG – Bupati Bekasi non aktif Neneng Hasanah Yasin menangis saat menyampaikan pleidoi atau nota pembelaan dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta di Ruang Si dang 1 Pengadilan Tindak Pi dana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Kota Ban dung, ke marin.

Neneng menulis nota pembelaan dalam tiga lembar kertas. Dalam pleidoi itu, intinya Ne neng Hasanah mengaku ber salah dan menyesal telah me ne rima suap sebesar Rp10 miliar dan 90.000 dolar Singapura dari pengembang proyek Meikarta.

“Pembelaan dari saya. Saya berpikir, kurang tepat jika ini merupakan pleidoi. Saya tidak sedang membela diri. Tak mung kin saya berpikir dari per buatan ini saya bisa bebas.

Mungkin tepatnya minta maaf dan pengakuan atas kesalahan saya. Sejak proses penyidikan, sa ya melakukan secara kooperatif dan saya mengakui perbuatan saya. Bahkan, saya sudah membuka sejujurnya.

Saya juga telah mengembalikan se - mua uang suap kepada KPK, Saya lakukan karena saya per - ca ya ke pada tim penyidik,” ung kap Ne neng di hadapan ma jelis hakim.

Kepada majelis hakim, Tar - di, Judianto Hadilaksana, dan Lin dawati, Neneng memohon agar dihukum seringan-ri - ngan nya. “Tidaklah mudah ba - gi saya berpisah dengan ke lu - ar ga saya.

Saya khilaf dan tidak me nyang ka kondisi ini akan ter jadi,” ujar nya sambil me - nangis. Karena itu, katanya, sekira - nya majelis hakim berkenan mem berikan hukuman sering - an-ringannya agar dirinya bisa berkumpul kembali dengan ke luarga.

“Enam tahun, lima ta hun, satu tahun, lima bulan, 26 hari, ini hukuman berat bagi sa ya. Jauh terpisah de - ngan mere ka (suami dan anakanak), ten tu ini membuat efek jera bagi saya,” katanya.

Neneng pun memohon maaf ke pada keluarga, staf di Pemkab Be kasi, dan masyarakat Indonesia atas perbuatan yang sudah dilakukannya.

Diketahui, Neneng Hasanah Ya sin di tuntut hukuman 7 tahun 6 bu lan atau 7,5 tahun penjara de ngan denda Rp250 juta sub si der 4 bulan penjara dan wajib me - ngem balikan uang peng gan ti kerugian negara Rp318 juta.

Jika Neneng Hasanah tak membayar uang pengganti kerugian negara itu dalam waktu satu bulan, terdakwa dihukum penjara selama 1 tahun.

Tuntut an itu dibacakan tim jaksa penuntut umum (JPU) dari Komi si Pemberantasan Korupsi (KPK) I Wayan Riana dan Yadyn da lam sidang kasus suap Meikarta di Pengadilan Tipikor Ban dung, Rabu (8/5).

Selain tuntutan hukuman pidana, tim JPU dari KPK juga menuntut terdakwa kasus suap Meikarta itu juga dicabut hak politiknya untuk dipilih dalam jabatan politik apapun selama 5 tahun menjalani masa hukuman.

agus warsudi

NENENG HASANAH YASIN




Berita Lainnya...