Edisi 16-05-2019
Potensi Pembayaran Zakat lewat Online Makin Besar


JAKARTA–Perkembangan teknologi kini merambah dunia ibadah, bagi mereka yang ingin membayar zakat pun semakin dipermudah. Sejumlah aplikasi online termasuk belanja online menyediakan fitur pembayaran zakat bagi pelanggannya.

Bahkan dalam menu pembayaran zakat sebuah belanja online, pelanggannya bisa memilih zakatnya mau disalurkan ke mana; Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, NU Care-Lazisnu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Aksi Cepat Tanggap (ACT), Rumah Yatim, dan Lazismu. Sedangkan jenis pembayaran zakatnya pun bisa dipilih dari zakat profesi, zakat fitrah, dan zakat mal. Banyaknya saluran pembayaran zakat, baik yang offline maupun online, pasti membuat potensi pembayaran zakat makin besar. Tidak heran, jika Baznas dalam Ramadan tahun ini menaikkan target penghimpunan zakat secara nasional menjadi Rp3,5 triliun dari Ramadan tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,8 triliun.

Direktur Utama Baznas Arifin Purwakananta mengatakan, untuk mencapai target itu pihaknya menggandeng marketplace , seperti Tokopedia dan Bukalapak serta aplikasi sistem pembayaran Go-Pay dan OVO. Arifin menuturkan, tahun ini zakat digital ditargetkan berkontribusi 10% dari total target Rp9 triliun. Adapun tahun lalu komposisinya 18% secara nasional. ”Kinerja di Baznas pusat tahun lalu dari Rp207 miliar zakat, kami bisa meraih Rp18 miliar atau 9%. Untuk tahun ini ditargetkan bisa Rp28 miliar dari total target Baznas pusat Rp280 miliar. ”Kami menggandeng e-commerce Bukalapak atau Shopee. Tapi mayoritas dari aplikasi pembayaran Go-Pay dan OVO,” ujar Arifin di Jakarta kemarin.

Menurut Arifin, tahun lalu raihan pengumpulan zakat saat bulan Puasa oleh Baznas pusat mencapai Rp65 miliar. Adapun Ramadan tahun ini target pengumpulan Rp85 miliar optimistis bisa terpenuhi. Untuk mencapai target tersebut, Baznas terus mengampanyekan bahwa bulan Ramadan adalah saat yang tepat untuk ibadah zakat. Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi Imam Rulyawan juga menggenjot zakat digital tahun ini. Pihaknya menargetkan bisa menghimpun zakat setidaknya mencapai Rp300 miliar. Dia mengatakan tren donasi online di Dompet Dhuafa mengalami terus peningkatan, baik melalui e-commerce seperti Bukalapak maupun Tokopedia.

Selain itu pihaknya juga menggandeng platformdigital seperti Kitabisa dan Bawaberkah, iPay88, hingga online banking channel . ”Rata-rata pertumbuhan donasi online setiap bulan dari tahun sebelumnya bisa mencapai 200% dengan volume lebih dari 8.000 transaksi setiap bulannya,” ujar Imam kemarin. Komposisi banking payment bila dibandingkan dengan transaksi tunai juga mencapai lebih dari 80%. Sebagai contoh, untuk 10 hari pertama Ramadan tahun ini, dari Rp16,8 miliar yang terhimpun, 91,10% dihimpun melalui transfer bank, sedangkan untuk tunai baru mencapai 5,42% dan jalur EDC sekitar 3%.

”Dari 91,10 % yang menggunakan transaksi langsung perbankan, 20% menggunakan online payment seperti Ipay88, Visa, Cimb Click,” tambahnya. Maraknya pembayaran zakat dan donasi lewat online juga dimanfaatkan Go-Jek untuk meluncurkan layanan terbarunya Go-Give pada bulan Ramadan ini. Menggandeng KitaBisa dan Rumah Zakat, layanan Go-Give memungkinkan pengguna memberikan donasi, zakat, infak, dan sedekah. Chief Corporate Affairs Go- Jek Nila Marita mengatakan, inovasi ini dilatarbelakangi data World Giving Index 2018 yang menyatakan Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia serta perubahan perilaku konsumen Go-Jek pada Ramadan 2018.

”Di Go-Jek, ada salah satu value yang namanya ‘Be a Scientist’. Jadi, kalau mau berinovasi harus didasarkan dengan data,” ujar Nila dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu. Dari data-data ini dijadikan sebagai salah satu referensi untuk membuat inisiatif baru. Inisiatif di bulan Ramadan ini, pihaknya meluncurkan fitur Go-Give. Dia menjelaskan, pada Ramadan 2018, pemasukan pada fitur tipping untuk mitra driver melalui Go- Pay menyentuh angka Rp10,4 miliar. Melihat antusiasme itu, Go-Jek bertujuan mempermudah para penggunanya #CariKebaikan lebih banyak lagi pada Ramadan tahun ini. Bahkan, sebelum official launch- nya pada 8 Mei 2019 lalu, CEO KitaBisa Alfatih Timur mengatakan, sudah terjadi lebih dari 70.000 transaksi berupa donasi melalui fitur Go-Give.

Dia berharap dengan kemudahan donasi online , berbagi kepada sesama bisa menjadi sebuah kebiasaan. Sebelumnya, Head of Digital Banking Bank BTPN Irwan Sutjipto Tisnabudi mengatakan, kebutuhan masyarakat Indonesia untuk berdonasi cukup tinggi dan termasuk dalam lima kategori pengeluaran terbesar. Bahkan, selama Ramadan berbagai pengeluaran juga meningkat signifikan menggunakan aplikasi digital oleh digital savvy sebesar 5-20%. ”Pembayaran dengan digital bisa naik signifikan 75-100% di bulan Ramadan. Karena itu, kami kembangkan kerja sama dengan mitra yang menyalurkan donasi,” ujar Irwan, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, pihaknya memiliki data Jenius Ramadan Study 2019 untuk melihat tren kenaikan pengeluaran. Masyarakat cenderung meningkatkan pengeluaran karena ada pemasukan lebih dari tunjangan hari raya (THR).

Hafid fuad