Edisi 16-05-2019
Kemitraan Importir-Petani Pacu Perluasan Areal Bawang Putih


JAKARTA – Pemerintah telah mencanangkan swasembada bawang putih pada 2021 mendatang. Pada 1994-1995, Indonesia pernah mencapainya, bahkan bawang putih sempat menda pat sebutan white dia mond.

Di rektur Jenderal Hortikul - tura Kementerian Pertanian (Ke - mentan) Suwandi me ngata kan, untuk mengembalikan ke jayaan white diamond, peme rin tah da - lam hal ini Kementan meng ge - rak kan kembali petani untuk mau menanam bawang pu tih. Sa lah satunya dengan meng gan - d eng importir ber mi tra dengan petani. “Kemitraan antara petani dengan importir se makin luas. Tahun lalu ada se ki tar 40 im por - tir. Namun yang ti dak sesuai atur an kita black list,” ka ta Suwan - di di Jakarta, ke ma rin. Seperti diketahui, Kementan telah mengeluarkan kebijak an bagi importir yang menda pat Rekomendasi Izin Impor Hortikultura (RIPH) untuk ikut membudidayakan bawang putih bermitra dengan petani. Dalam kebijakan itu, importir wa - jib menanam 5% dari kuota impor.

“Jadi, sebelum melakukan im por, importir harus menanam bawang putih terlebih da - hulu,” kata Suwandi. Suwandi menuturkan, program swasembada bawang pu - tih dilakukan bertahap, baik pe - ngembangan melalui dana APBN, kemitraan importir dan pe tani, maupun swadaya peta - ni.Saat ini luas pertanaman ba - wang putih terus meningkat, yak ni jika 2017 pertanaman ba - wang putih hanya di Kabupaten Temanggung dan Lombok Ti - mur, maka 2018 sudah 80 kabu - pa ten. “Rencananya tahun ini akan bertambah di 110 kabu - paten dengan target luas areal pertanamannya 20 sampai 30.000 hektare (ha),” tuturnya.

Dari hasil kajian, potensi la - han untuk pengembangan ba - wang putih seluas 600.000 ha. Pada 2017, luas pertanaman ba - wang putih hanya 1.900 ha. Na - mun, dengan program peme rin - tah tahun 2018 naik menjadi 11.000 ha.Dari penanaman se - luas 11.000 ha itu, hasil panen - nya akan dijadikan benih untuk penanaman seluas 20.000- 30.000 ha. Tahun 2020 diha rap - kan ada penanaman 50.000- 60.000 ha dan tahun 2021 se luas 90.000-100.000 ha. “Bahkan, tahun ini peme rin - tah yakin bisa mencapai swa sem - bada benih bawang putih. De - ngan keberhasilan itu, tahun ini pemerintah berencana me nu tup impor benih karena ke bu tuhan da lam negeri sudah bisa tercu - kupi. Apalagi potensi benih ba - wang putih unggul da lam negeri juga cukup besar,” kata Suwandi.

Suwandi menyebutkan, va ri - e tas benih unggul bawang pu tih lokal di antaranya sangga sem ba - lun, karanganyar, lumbu kuning, lumbu hijau dan lumbu putih. Produktivitasnya rata-rata 8,9 ton per ha. Bahkan di be berapa da e rah, seperti Te mang gung ada yang mencapai 16 ton per ha. Se - dangkan di Wonosobo dan Su ka - bumi mencapai 14 ton per ha. “Ja di, soal benih, kami pas ti kan ti dak ada masalah lagi. De ngan pengembangan di bebera pa daerah, benih bawang pu tih un tuk perluasan areal akan cu kup. Jadi memang awal mula pe nanaman bawang putih un tuk mencapai swasembada be nih ba wang pu - tih tahun 2019,” ujarnya.

Sudarsono