Edisi 16-05-2019
Pemimpin adalah Pemandu, Bukan Bos


Perusahaan penyedia kartu kredit dan pinjaman digital, FinAccel, berambisi menjadi yang terdepan sebagai penyedia layanan keuangan digital melalui produk unggulannya, Kredivo. Kaum milenial di Asia Tenggara menjadi target utamanya.

Kredivo terus mengukuhkan posisinya sebagai kartu kredit digital terkemuka di Indonesia. Sejak pertama kali diluncurkan, Kredivo mampu tumbuh 20% month-to-monthdengan hampir sejuta pengguna. Co-Founder dan CEO FinAccel Akshay Garg menyebutkan resep utamanya adalah berfokus kepada pelanggan, dengan terus memberikan kemudahan dan inovasi dalam bertransaksi. Berikut petikan wawancara KORAN SINDOdengan Akshay, belum lama ini.

Bisa diceritakan sekilas tentang FinAccel dan produknya?

Saat ini FinAccel mempunyai dua produk yaitu Kredivo dan juga Lime. Kredivo adalah kartu kredit digital yang membantu milenial mewujudkan mimpinya tanpa merusak arus keuangan mereka. Sedangkan Lime adalah aplikasi manajemen keuangan pribadi yang membantu untuk mempermudah perencanaan keuangan pribadi, seperti memonitor pengeluaran secara real time hingga alokasi bujet.

Bagaimana proyeksi pertumbuhan dan pendapatan bisnis tahun ini?

Pertumbuhan bisnis kami terutama Kredivo cukup bagus. Tahun ini kami memproyeksikan pertumbuhan bisnis paling tidak tiga kali lipat dari tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa kami adalah salah satu perusahaan teknologi keuangan atau fintech (financial technology) dengan pertumbuhan paling cepat di Indonesia. Layanan yang paling berkontribusi dalam revenue adalah layanan cicilan dan juga pinjaman tunai.

Apa fokus bisnis Kredivo tahun ini dan beberapa tahun mendatang?

Fokus bisnis kami untuk Kredivo adalah memberikan solusi keuangan yang mudah, terpercaya dan sederhana, khususnya transaksi yang dilakukan melalui mobile phone. Tahun ini kami berfokus untuk mengukuhkan posisi kami sebagai kartu kredit digital terkemuka di Indonesia. Kami juga akan terus berinovasi menyederhanakan cara pembayaran (payment checkout) dari waktu ke waktu. Kami juga akan bermitra dengan lebih banyak merchantdan ewallet. Selain itu, kami ingin lebih mendalami ekosistem ecommerce.

Salah satu keunikan Indonesia adalah banyaknya orang yang berjualan di media sosial, mungkin hampir 30% dari keseluruhan ecommerce. Jadi, kami ingin menyasar sektor ini. Kita tahu ada jutaan penjual di Instagram (IG), misalnya. Tahun ini kami berharap bisa menggandeng 1000 penjual di IG dan 5000 di tahun depan. Di tahuntahun mendatang, target kami adalah untuk menjadi penyedia layanan keuangan digital terdepan bagi milenial di Asia Tenggara.

Ada rencana ekspansi bisnis?

Kami berencana akan berekspansi, paling tidak ke salah satu negara di Asia Tenggara, yaitu Filipina. Filipina memiliki kemiripan dengan Indonesia, misalnya terkait akses ke kartu kredit yang masih rendah. Di Indonesia penggunanya hanya 7 juta atau 10% dari jumlah kelas menengah. Di Filipina juga terdapat kesenjangan penetrasi kredit dan itu yang ingin kami lakukan dengan menyediakan akses melalui Kredivo. Selain itu, masyarakat Filipina juga sudah melek digital dan disana banyak data digital dari transaksi melalui e-commerce, mobile phone, dan itu juga sama dengan Indonesia. Semoga tahun ini kami bisa resmi masuk Filipina.

Saat ini sudah bekerja sama dengan berapa merchant?

Kami bermitra dengan lebih dari 250 merchantdan belum lama ini kami bermitra dengan Moka, perusahaan Point Of Sales (POS) digital terkemuka di Indonesia untuk menyediakan kredit instan di sistem pembayaran offlinedi merchant Moka. Kami memberikan fleksibilitas pembayaran berkala dengan mencicil dari 3 - 12 bulan dengan bunga 2,95% per bulan. Kami juga memiliki layanan bayar dalam 30 hari yang memungkinkan pengguna mendapatkan barangnya terlebih dahulu lalu membayarnya nanti, dengan bunga 0% dan tanpa DP. Kemudian, kami meluncurkan produk pinjaman pribadi yang memiliki batas kredit hingga 30 juta dan dicairkan dalam satu menit. Jangka waktu pembayaran sama dengan sistem kredit dalam e-commerce, pengguna dapat memilih angsuran 30 hari atau 3, dan 6 bulan. Kami membebankan suku bunga terendah di pasar.

Bagaimana Kredivo bisa memberikan bunga rendah?

Banyak perusahaan yang memikirkan profit terlebih dahulu dibandingkan pelanggan. Tapi kami ingin bagaimana perusahaan didorong untuk menciptakan pengalaman terbaik bagi pelanggan. Pertama yang kami pikirkan adalah bagaimana membuat produk yang memudahkan pelanggan. Sehingga ketika Anda mencoba Kredivo, Anda tidak ingin mencoba produk lain dan kami berupaya keras bernegosiasi untuk mendapatkan bunga rendah.

Bagaimana Kredivo menyikapi persaingan di industri Fintech?

Kami tidak terlalu khawatir dengan kompetisi, kami lebih fokus memperhatikan pelanggan. Kami akan terus fokus kepada apa yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat, mengembangkan produk terbaik yang dicintai masyarakat. Seperti diketahui, kurang dari 3% penduduk Indonesia memiliki akses ke kartu kredit. Kami bermaksud untuk mengatasi kesenjangan penetrasi kredit tersebut dengan menyediakan akses ke kredit yang aman, nyaman, dan terjangkau. Kredivo menawarkan layanan yang tidak dimiliki oleh digital lenders manapun di Indonesia.
Seperti proses aplikasi yang seluruhnya digital dan mudah, konfirmasi persetujuan kilat (dalam beberapa menit saja), checkoutdua klik yang cepat dan mudah, dan fleksibilitas pembayaran secara berkala yang mengungguli metode pembayaran manapun di Indonesia. Layanan cicilan dari Kredivo merupakan layanan cicilan dengan bunga terendah dari semua penyedia layanan kredit selain bank, begitu juga dengan pinjaman tunai yang kami tawarkan. Dengan semua keunggulan yang kami miliki, kami yakin bahwa kami bisa menjadi leaderdi industri ini. Tentu kami akan terus berinovasi dan meningkatkan aplikasi kami untuk memberikan solusi keuangan terbaik bagi pengguna kami.

Apa Inovasi dari Kredivo terutama dalam digitalisasi?

Kami selalu mengikuti tren dan perkembangan teknologi terbaru untuk memberikan solusi keuangan terbaik dan relevan melalui produkproduk kami. Kami menggunakan metode deep data analytics untuk menganalisa setiap data yang masuk ke sistem Kredivo. Kredivo menggunakan teknologi Machine Learning Algorithm untuk menentukan skor kredit pelanggan potensial. Ketepatan analisa data inilah yang menjadi keunggulan Kredivo dalam membuat keputusan real-timedalam menyalurkan kredit kepada pengguna Kredivo sehingga dapat menekan rasio kredit macet (NPL) yang rendah, mendekati 3%, bersaing dengan bank-bank papan atas.

Selama bulan Ramadan, bagaimana Kredivo memanfaatkan momentum ini?

Tahun lalu selama Ramadan transaksi meningkat hampir 30%. Kami berharap tahun ini juga sama, bahkan bisa lebih. Tentu di bulan Ramadan ini kami memberikan promo dan juga penjualan bersama dengan merchant. Bulan Ramadan menjadi waktu yang tepat bagi orang-orang untuk menikmati waktunya dengan keluarga, memberi semacam hadiah, dan kami ingin memudahkan mereka untuk mendapatkan barang yang diinginkan. Kami juga mempunyai proyek kecil di bulan Ramadan ini, untuk pertama kalinya kami membuat program donasi berbagi selama Ramadan untuk pelanggan kami. Jadi kami tidak hanya menyasar penjualan saja tapi juga melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Apa tantangan terbesar selama karier Anda di Kredivo?

Kita tahu bahwa regulasi di Indonesia banyak berubah dengan cepat dan kami harus bekerja keras untuk itu. Selain itu, mencari talenta di bidang teknologi dan engineeringdi sini sangat sulit. Padahal, kami sangat membutuhkan itu agar perusahaan bisa tumbuh dengan cepat. Pada kuartal I ini misalnya, estimasi kami akan merekrut 20 engineer.

Apa prinsip atau filosofi kepemimpinan yang Anda terapkan di perusahaan ini?

Hal terpenting dalam membangun perusahaan itu bukan kepemimpinan melainkan membangun performa tim dan budaya yang baik. Kepemimpinan bukan berarti duduk di atas kursi yang besar seperti big boss, menyuruh orang melakukan banyak hal, melainkan bagaimana bersama-sama membangun high performance team untuk mencapai tujuan. Fokus dalam membangun kinerja yang baik, tim yang kuat, dan mendukung orang-orang sekitar. Leadershipitu juga memimpin dengan memberikan contoh.

Bagaimana Anda mendorong tim untuk mencapai target?

Peran pemimpin berubah di era teknologi ini. Kalau Anda berpikir tentang bos, mungkin yang terbayang itu kerjanya nyuruh-nyuruh orang dan sangat top-down. Berbeda dengan konsep pemimpin sebagai pemandu. Bayangkan saat anda naik gunung, pemandu bertanggungjawab memastikan bahwa anda membawa bekal yang cukup, peralatan seperti tenda yang memadai, memandu anda untuk mengambil jalur yang benar, dan mengingatkan kalau ada tanda-tanda bahaya misalnya badai salju. Saya kira di era digital seperti itu peran leader. Kita harus fokus pada tim dan goal pada saat bersamaan.

Oktiani endarwati/inda