Edisi 16-05-2019
Akhir Pengabdian 18 Tahun De Rossi


ROMA– Daniele de Rossi adalah salah satu ikon AS Roma setelah Francesco Totti. Mengabdi dengan totalitas luar biasa sejak 2001, gelandang berusia 35 tahun tersebut akhirnya pergi dari Stadio Olimpico akhir musim ini.

Keputusan diambil lantaran De Rossi kecewa karena petinggi klub tidak menyodorkan kon - trak baru. Dia secara terbuka melayangkan sindiran jika pe - main sepertinya yang sudah mengabdi selama 18 tahun se - harusnya otomatis mendapat - kan perpanjangan kontrak. De Rossi bahkan mengatakan mudah saja baginya pergi dari Roma dan bergabung dengan klub-klub top Eropa ketika masih berada di puncak permainannya lima tahun ke belakang. Namun, itu tidak dilakukannya karena kecintaannya terhadap I Lupi sangat besar, meski baru mempersembahkan dua Coppa Italia (2006/2007, 2007/2008) dan Supercoppa Italia (2007).

“Jika menjadi direktur, saya telah memperbarui kontrak pemain seperti saya. Saya melakukannya ketika saya bermain dengan baik dan menyelesaikan masalah di ruang ganti. Jika saya adalah direktur yang baik, saya telah memperbarui kontrak saya sendiri. Tapi, saya tidak dapat melakukan apa pun sekarang,” kata De Rossi, menyindir, dilansir football-italia.net. Kendati demikian, De Rossi yang digosipkan menjadi incaran Paris Saint-Germain (PSG), Manchester City (Man City), Boca Juniors, hingga klub MLS New York City FC menegaskan tidak memiliki masalah dengan siapa pun. Anggota tim nasional Italia yang menjuarai Piala Dunia 2006 itu menegaskan cintanya terhadap Roma dan fanstidak akan pernah luntur dan mem - buka segala kemungkinan di masa depan.

Ambisi terbesar De Rossi adalah menjadi pelatih ketika memutuskan pensiun. “Saya ingin bermain dan ada sedikit perbedaan pendapat di antara kami. Tapi, saya tidak punya dendam kepada siapa pun. Saya akan berbicara dengan presiden suatu hari nanti. Saya juga tidak punya masalah dengan Franco Baldini. Saya harus menerima semua keputusan dan bergerak maju,” tandasnya. Sikap terbuka ditunjukkan klub. CEO Roma Guido Fienga meminta maaf kepada De Rossi bahwa pembicaraan di antara keduanya tertunda beberapa saat karena ada beberapa masalah. Dia menuturkan, meski tidak memberikan kontrak baru, klub memiliki rencana melibatkan De Rossi dalam jajaran direksi.

Fienga berharap di masa depan, ketika sudah pensiun sebagai pemain, De Rossi mempertimbangkan tawaran klub. Pihaknya pun dengan sangat terbuka akan menerima gelandang petarung tersebut bersama-sama membangun Roma.

“Saya menjelaskan kepada De Rossi bahwa klub tidak bisa lagi memperpanjang kontrak - nya. Tapi, kami menganggap dia siap membantu kami mengembangkan klub. Dia sejak lama memiliki potensi besar. Saat ini, De Rossi ingin terus bermain sepak bola. Tapi, dia siap mengambil banyak tanggung jawab,” paparnya.

Alimansyah