Edisi 16-05-2019
Memahami Pentingnya Hidrasi Tubuh


AIR menjadi salah satu zat makro esensial dan berperan penting dalam fungsi fisiologis tubuh. Sebab, berbagai organ dalam tubuh, seperti ginjal, otak, dan otot, mengandung 70%-80% air dan 50%-60% tubuh manusia tersusun dari air.

Karena itu, hidrasi atau pemenuhan kebutuhan cairan tubuh menjadi hal penting yang harus diperhatikan karena dapat berpengaruh terhadap kesehatan, kebugaran, serta kinerja seseorang. Ketua Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Nurul Ratna Mutu Manikam MGizi SpGK mengatakan, minum air yang cukup sangatlah penting untuk keseimbangan pengaturan proses biokimia, pengatur suhu, pelarut, pembentuk sel, pelumas sendi dan bantalan organ tubuh, media transportasi zat energi, dan sisa metabolisme. Dengan demikian, air membantu tubuh menggunakan nutrisi secara lebih efektif.

“Dalam rekomendasi yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan di Tumpeng Gizi Seimbang, terlihat bahwa selain memenuhi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral, kita juga harus memenuhi kebutuhan air dengan rekomendasi delapan gelas sehari,” ucap dr Nurul. Hal ini diperlukan untuk mencegah dehidrasi atau ketidakseimbangan kebutuhan cairan tubuh yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, baik jangka pendek seperti penurunan konsentrasi, kelelahan, dan sembelit, maupun jangka panjang seperti gangguan ginjal (batu ginjal, penyakit ginjal kronis), infeksi saluran kemih, atau risiko kegemukan.

“Karena itu, penting untuk menerapkan kebiasaan minum air untuk menjaga hidrasi dalam tubuh tetap sehat,” ujar dr Nurul. Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan hidrasi tubuh, air minum dalam kemasan (AMDK) menjadi salah satu pilihan masyarakat. Dengan banyaknya jenis AMDK yang dijual di pasaran saat ini, tidak banyak masyarakat yang memahami perbedaan dan manfaat pada setiap jenisnya. Ketua Indonesian Hydration Working Group (IHWG) Dr dr Diana Sunardi MGizi SpGK menuturkan, AMDK merupakan produk yang diatur secara ekstensif karena mempunyai peran yang sangat penting dalam kesehatan masyarakat. Dari berbagai jenis air minum yang dipasarkan di Indonesia, hanya empat jenis air minum dalam kemasan yang dibahas lebih lanjut dalam acara kali ini, yaitu air mineral, air demineral, air oksigen, dan air alkali (pH tinggi).

“Keempat jenis air minum tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda pula. Air mineral merupakan AMDK paling mudah ditemukan di pasaran. Air mineral mengandung mineral dalam jumlah tertentu tanpa menambahkan mineral, sesuai dengan yang diatur dalam SNI yang berlaku. Dalam air mineral terdapat kandungan natrium, kalsium, zinc , florida, magnesium, kalium, dan silica yang dibutuhkan tubuh,” papar dr Diana. Selain manfaat dari tercukupinya kebutuhan hidrasi, untuk jenis air demineral, air dengan pH tinggi, maupun air dengan tambahan kandungan oksigen masih memerlukan dukungan kajian ilmiah lebih lanjut untuk mengetahui bahwa jenis-jenis air tersebut dapat memberikan manfaat kesehatan lain, misalnya detoksifikasi serta menyembuhkan kanker dan tumor.

Dr Diana menjelaskan, pemahaman di tengah masyarakat bahwa air dengan pH tinggi dapat menstabilkan kadar pH tubuh, menangani tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, serta mencegah penyakit kanker hingga saat ini masih perlu dibuktikan secara ilmiah. Menurutnya, penting diingat bahwa dalam memilih air minum untuk memenuhi hidrasi sehat, mengonsumsi air mineral biasa saja sudah cukup bermanfaat untuk mendukung upaya menjaga kesehatan tubuh.

“Air minum kemasan yang layak dikonsumsi memiliki kemasan atau botol yang bersih, label dan tanggal kedaluwarsa yang jelas, serta kode produksi yang sama pada bagian tutup dan botolnya. Setelah itu, pastikan air dalam kemasan berkualitas baik, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa sebelum diminum. Pastinya tidak mengandung bahan berbahaya,” ujar dr Diana.

Iman firmansyah