Edisi 16-05-2019
Surga Wisata di Paris Van Java


SEBAGAI ibu kota Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung sudah sejak lama dikenal sebagai surganya wisata. Salah satunya karena keberadaan kawasan Lembang yang berhawa sejuk dan asri serta menawarkan beragam objek wisata alam, wisata belanja, wisata hotel dan restoran, maupun wisata kuliner.

Kawasan yang secara teritorial masuk wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB) tersebut memang layak menyandang predikat surganya wisata di Paris Van Java. Udaranya yang sejuk serta pemandangan alam perke bun - an teh dan kawasan pegunungan membuat wisatawan tidak pernah bosan untuk datang. Untuk menuju Lembang sangat mudah. Wisatawan bisa mengakses dari Kota Bandung lewat Jalan Setiabudi atau dari arah Dago Punclut. Bisa juga dari Kota Cimahi lewat Jalan Kolonel Masturi atau dari arah Padalarang lewat Jalan Pasirhalang, Cisarua. Dengan waktu tempuh sekitar 45 menit, wisatawan sudah tiba di pusat Kota Lembang.

Di sepanjang jalan menuju Lembang, beragam objek wisata yang sudah familier bisa ditemui, seperti Farmhouse, Observatorium Bosscha, Dusun Bambu, Curug Cimahi, Ciwangun Indah Camp, Villa Istana Bunga, Sentra Bunga Hias Cihideung, Kampung Daun, yang berada di wilayah Parongpong. Ada juga objek wisata Tahu Lembang, Floating Market, dan De Ranch yang berada di tengah-tengah Kota Lembang. Bergeser ke utara, ada objek wisata air panas Maribaya, sentra sayuran Cibodas, The Lodge, Fairy Garden. Kemudian Terminal Wisata Grafika Cikole, Jayagiri Resort, Orchid Forest, hingga ikon wisata Bandung, yakni Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkubanparahu. Setiap akhir pekan atau ketika tiba musim liburan, sejumlah objek wisata itu selalu di penu hi wisatawan.

Rombongan pengunjung, baik yang datang secara pribadi, keluarga, ataupun rombongan, seakan tidak pernah ada ha bisnya. Meskipun sudah sering berkunjung, para pelancong mengaku tidak pernah bosan untuk selalu berlibur ke Lembang yang ada di kawasan Bandung Utara (KBU) itu. “Pengunjung tidak hanya sekali dua kali datang, tapi sering. Mereka tidak pernah bosan untuk bersantai menikmati alam di sini. Mungkin rasanya tidak lengkap atau belum ke Bandung kalau mereka belum datang ke Gunung Tangkubanparahu,” kata Dirut PT Graha Rani Putra Persada selaku pengelola TWA Gunung Tangkubanparahu Putra Kaban kepada KORAN SINDO.

Sebagai pengelola tempat wisata yang “menjual” alam, Kaban mengaku bersyukur karena kebanyakan pengunjung yang datang ingin menikmati suasana sejuk, asri, berka but, dan panorama Gunung Tangkuban parahu. Hal itu yang tidak membuat bosan. Bah kan, kendati berkali-kali datang ke Lem bang, pengunjung selalu menyempatkan naik ke gunung yang menjadi ikon Jawa Barat dan dikenal dengan legenda Sangkuriangnya ini. Kondisi alam dan karakteristik Lembang yang dikelilingi gunung, perkebunan teh, serta hutan pinus yang menghijau, diakui Director The Lodge Grop, Heni Smith, sebagai magnet utama mengapa banyak wisatawan berkunjung ke Lembang.

Pengelola The Lodge Maribaya ini menilai alam Lembang telah menjadi surga bagi wisatawan sehingga memberikan berkah kehidupan kepada warga sekitar. Tebing Keraton adalah salah satu objek wisata yang akhir-akhir ini sedang populer di Lembang. Di antara banyak wisata alam yang dimiliki Bandung, Tebing Keraton tidak boleh dilewatkan begitu saja. Tebing Keraton populersejak menjamurnya foto selfie dengan background panorama alam. Tebing ini memiliki ketinggian mencapai 1.200 mdpl. Pemandangan yang dihasilkan saat Anda memotretnya adalah hamparan karpet hijau pohon dan corak utama berupa lembah. Di sini wisatawan bisa menikmati matahari terbit dan terbenam. Public Relation Objek Wisata Tahu Susu Lembang Intania Setiati mengatakan, pariwisata di Lembang akan tetap menjadi primadona karena daya dukung alamnya yang mumpuni.

Keragaman wahana objek wisata unggulan yang berada di surganya wisata di KBU, menjadi alasan wisatawan selalu datang dan rela bermacet-macetan. Di sinilah diperlukan inovasi dan kreasi-kreasi baru sehingga ada keberagaman wisata yang membuat wisatawan tidak pernah bosan. Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna menyadari jika wilayah Lembang menjadi pembeda dari total 16 kecamatan yang ada di KBB. Keberadaan berbagai macam objek wisata membuat geliat kehidupan Lembang terutama di akhir pekan atau musim liburan sangat hidup. Itulah sebabnya target pendapatan asli daerah (PAD) 2019 yang sebesar Rp581 miliar, sekitar 50%-nya bersumber dari wilayah KBU.

Menurutnya, inovasi yang sedang coba dikembangkan dalam sektor wisata di Lembang adalah mengembangkan konsep wisata halal. Pertimbangannya untuk lebih memberikan rasa nyaman bagi wisatawan saat berkunjung ke KBB, terlebih banyak objek wisata di KBB yang dikunjungi wisatawan dari Malaysia dan sejumlah negara Timur Tengah.

Adi haryanto