Edisi 16-05-2019
2030 Amsterdam Larang Mobil Bensin dan Diesel


KOTAAmsterdam, Belanda, mengucapkan selamat tinggal pada kendaraan dengan sistem pembakaran internal seperti bensin dan diesel. Rencananya pada 2030 seluruh mobil dan motor berbahan bakar bensin dan solar tidak diizinkan ada di Amsterdam.

Larangan ini diberlakukan karena tingkat polusi yang ter jadi di Amsterdam diang - gap mengkhawatirkan. Pence maran udara itu diyakini oleh otoritas setempat memper kecil angka natalitas di kota itu. “Polusi adalah pembunuh dalam selimut dan merupakan gangguan kesehatan yang paling besar di Amsterdam,” ujar Sharon Dijksma, Kepala Lalu Lintas Amsterdam. Sebagai langkah awal, Amsterdam akan melarang semua mobil diesel yang sudah berusia 15 tahun masuk ke Ibu Kota Belanda itu. Pengguna mobil itu dilarang memasuki A10 ring road yang menghu - bungkan Kota Amsterdam dengan wilayah penyangga kota tersebut. Selanjutnya pada 2022 Amsterdam juga menghen - tikan seluruh penggunaan bus dan bus wisata yang masih menggunakan diesel.

Ang - kutan air yang selalu diguna - kan wisatawan selama di Ams - terdam juga dilarang berope - rasi jika menggunakan solar pada 2025. Akhirnya pada 2030 Amsterdam berencana menjadi salah satu kota di dunia yang bebas emisi. Amsterdam juga meminta warga Amsterdam untuk ber - alih ke mobil listrik dan hidro - gen. Mereka bahkan mau me - nye diakan stasiun peng isian listrik di dekat pemilik mobil listrik jika mau beralih dari mobil konvensional ke mobil listrik. Direncanakan hingga 2025 Amsterdam akan membangun sebanyak 16.000 sampai 23.000 stasiun peng - isian listrik. Diketahui saat ini Amsterdam hanya memiliki 3.000 stasiun pengisian listrik umum. Namun, rencana tersebut mendapatkan kritikan dari asosiasi automotif Belanda, RAI Association.

Mereka me - ngatakan rencana itu sangat agresif dan aneh karena saat ini kemampuan warga Ams - terdam untuk membeli mobil listrik itu sangat minim. Menurut mereka, ada ribuan warga Amsterdam tidak memiliki pendapatan yang cukup untuk membeli mobil listrik atau hidrogen. “Ini hanya menjadikan Amsterdam sebagai kotanya orang-orang kaya,” ungkap RAI Association.

Wahyu sibarani