Edisi 22-05-2019
Sambut Lebaran, KAI Operasikan Rangkaian 14 Gerbong KA Jarak Jauh


JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk pertama kalinya akan menggunakan rang kaian 14 gerbong kereta api (KA) jarak jauh pada musim mudik lebaran tahun ini.

KA yang mulai diujicobakan oleh KAI Daerah Operasi (Daop) 1 tersebut adalah KA Kertajaya, KA Gumarang, dan KA Tawang Jaya. Penggunaan standformasi 14ger bong, baru pertama kali digunakan pada perjalananan KA penumpang di Indo nesia. Sebelumnya, peng guna an rang kaia n KA terpanjang diterapkan pada kereta Commuter Line Jabo de tabek, yakni 12 gerbong. “Tujuannya supaya daya angkut penumpang lebih banyak. Kita kan punya masalah traffic KA di Jakarta. Makanya kita panjangkan rangkaian untuk KA jarak jauh,” kata Executive Vice President KAI Daop 1 Jakarta Dadan Rudiansyah di Jakarta, Senin (20/5).

Dadan mengatakan, dengan standformasi ini, setiap per jalanan akan meng angkut 1.490 pe - numpang. Jum lah ini meningkat bila menggunakan standformasi yang lebih kecil. Dengan demi - kian, KAI tak perlu menambah jumlah per jalanan di masa angkutan lebaran. Tahun ini Daop 1 me nyiap - kan 957.282 tempat duduk yang terdiri atas 757.680 tempat duduk KA Reguler, dan 199.602 tempat duduk KA tambahan. Jumlah ini meningkat 6% di - ban ding 2018 dengan total 900.932 tempat duduk. Meski demikian, ujar Dadan, pe nerapan pengangkutan standformasi 14 gerbong akan membuat perjalanan kereta api menjadi lama.
Secara teknis, hal tersebut juga tidak perlu di kha - watirkan karena kapasitas loko - motif yang ada mampu meng - angkut rang kai an kereta hingga 20 gerbong. Hanya, untuk standformasi 14 ger bong, tidak semua peron di stasiun di lintas Jawa men - cukupi. Di Jakarta misalnya, hanya Stasiun Gambir dan Sta - siun Pasar Senen yang mampu memfasilitasi standformasi ini. “Sementara bagi yang belum, kita pakai peron darurat. Kita sudah koor dinasi dengan sejum lah beberapa daop lain nya,” ujar Dadan.

Secara keseluruhan, pada musim mudik tahun ini ter - dapat 326 kereta yang siap di - ope rasikan setiap harinya. Kereta itu meliputi 27 kereta pembangkit, 203 kereta pe - numpang, 66 kereta bagasi, 13 kereta wisata, dan 17 kereta makan. Jumlah itu dilengkapi dengan 44 lokomotif, yang ter - sebar di Jatinegara sebanyak 41 unit dan Tanah Abang 3 unit. Senior Manager Coorporate Communication KAI Daop 1 Eva Chairunissa mengatakan, pada lebaran tahun ini pihaknya menambah sejumlah fasilitas di dua stasiun yakni stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir.

Khusus di Pasar Senen, Eva mengungkapkan zona 3 atau area nonsteril sebelum boarding gate mengalami perluasan dari 950 m2 menjadi 1.700 m2. Selain itu, pihaknya juga me nam - bah 620 tempat duduk dari sebelumnya hanya 80 tempat duduk. “Dahulu kami kasihan me - lihat kondisi Stasiun Senen, apa - lagi saat lebaran dan arus mu dik. Seperti tidak manusiawi, maka beberapa waktu lalu kami be - nahi. Sekarang jauh lebih baik,” kata Eva.

Koordinasi Harus Lebih Baik

Di bagian lain, Komisi V DPR meminta kepada pemerintah dan lembaga terkait untuk me - ningkatkan koordinasi dalam mewujudkan peningkatan pelayanan mudik agar lebih baik dari tahun sebelumnya. Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis mengatakan, pihaknya mendesak agar peme - rintah memberikan perhatian khusus dan melakukan antisi - pasi terhadap permasalahan yang terjadi pada arus mudik dan balik Lebaran 2019.

Dia mencontohkan, bebe - rapa hal yang harus mendapat perhatian adalah sistem peng - uraian lalu lintas kendaraan yang berpotensi macet, per - baik an jalan rusak, dan pening - katan kualitas rest area. Selain itu, Kemenhub juga diminta me maksimalkan ramp check dan pengawasan pember laku - an seluruh tarif moda transpor - tasi khususnya angkutan udara, penataan mudik gratis dengan lebih baik, serta peningkatan frekuensi lalu lintas dan jumlah sarana perkeretaapian. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku sudah turun ke-6 provinsi untuk me - mastikan angkutan darat dapat berjalan dengan baik.

Pihaknya melihat bahwa lebaran kali ini ada satu pilihan dari masya rakat untuk memilih jalur darat, karena sudah tersedianya tol Trans Jawa dan Sumatera. “Oleh karenanya dari peng amatan kita, memang kemung kinan macet itu terjadi di sekitar Cikarang sampai Cirebon. Kami akan menetapkan untuk contraflow dariCikarangsampaiBrebes,” kata Budi Karya. Menurut Budi, kewenangan dari kegiatan di lapangan adalah dari Korlantas Polri. Ini merupa kan suatu kesepakatan dari Kementerian Perhubung - an dan Kementerian Pekerjaan Umum. Menurut Budi Karya, keberadaan rest area juga menjadi perhatian. Namun, ia mengingatkan bahwa rest area juga bukan hanya satu-satunya tempat untuk beristirahat.

“Kami juga sudah me nyiapkan 1 buku di mana buku ini ber - isi tentang makanan-makanan yang ada di daerah tersebut seperti Cirebon, Tegal, dan lainlain,” imbuhnya. Selain itu, ujar Budi Karya, pemerintah tidak meng anjurkan pemudik menggunakan se - peda motor. Untuk itu, Kemenhub menyediakan mudik gratis dengan transportasi kereta api, bus, dan kapal. “Kami tidak meng anjurkan mudik meng - guna kan sepeda motor, karena jumlah kecelakaan akan meningkat,” tandasnya. Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri memaparkan Polri akan menggelar Operasi Ketupat selama 13 hari dimulai sejak 26 Mei hingga 10 Juni. Jumlah keseluruhan per - sonel yang diperbantukan yakni 93.000 personel.

Refdi menjelaskan, pihak nya sudah memetakan sejum lah permasalahan yakni masa lah ke - padatan pada ruas tol Cikampek dan Trans-Jawa di mana ada se - jumlah pembangunan, se perti proyek kereta cepat Jakarta- Bandung, pembangunan tol elevated, pembangunan LRT, pembangunan tol Cibitung dan Cilincing, perbaikan pada bebe - rapa ruas tol, dan terdapat jalur dengan jumlah lajur berbeda. Terkait rencana penerapan satu arah (one way) mulai tol Cikampek hingga Brebes, dia menjelaskan bahwa sistem tersebut ditetapkan untuk arus mudik pada 30 Mei-2 Juni dan diberlakukan selama 24 jam.

Adapun untuk arus baliknya diterapkan pada 8-10 Juni. Guna mendukung pelaksanaan satu arah, pihaknya menambah rambu-rambu yang diperlukan begitu juga pada rest area . “Pada ruas one way khususnya arah berlawanan ini, kece - patannya akan kita atur sedemikian rupa sehingga kecepatannya tidak sama dengan arus normal. Kecepatan maksimal selama one way adalah 80 km/jam dan minimum 60 km/jam,” terangnya.

Ganjil - Genap Merak- Bakauheni

Sementara itu, pemerintah akan menerapkan skema ganjilgenap pada penyeberangan Merak-Bakauheni di musim mudik Lebaran 2019. Skema kebijakan ganjil-genap di lintas Merak-Bakauheni, dimulai pukul 20.00-08.00WIBuntukkendara - an roda empat yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Merak pada 30 Mei (H-6) sampai 2 Juni (H-3). Sementara arus balik di PelabuhanBakauhenipada7Juni (H+1) sampai 9 Juni (H+3). Untuk siang hari, tidak berlaku skema ganjil-genap ini baik pada arus mudik maupun balik.

“Misalnya saja bagi yang ingin menyeberang dari Merak pada H-6 tanggal 30 Mei pukul 20.00 sampai 31 Mei pukul 08.00 (H-6) dapat meng guna - kan kendaraan pelat genap,” kata Direktur Jenderal Per hu - bung an Darat Kemenhub Budi Setiyadi. Bagi pemudik yang menye be - rang pada H-5 tanggal 31 Mei pukul 20.00 sampai 1 Juni pu kul 08.00, mereka dapat meng guna - kan kendaraan pelat ganjil, pada H-4 tanggal 1 Juni pukul 20.00 sampai 2 Juni pukul 08.00 untuk kendaraan pelat genap.

Dia mengatakan, salah satu permasalahan yang terjadi di Merak selam ini adalah adanya kecenderungan pemudik untuk menyeberang pada malam hari, yaitu pukul 21.00-04.00 WIB. “Kecenderungan menyeberang malam inilah yang sering membuat panjangnya antrean kendaraan mulai 3-5 jam dan sampai ke jalan tol antreannya,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Kiswondari/yan yusuf/ ichsan amin






Berita Lainnya...