Edisi 22-05-2019
Menguatkan Persaudaraan


BISMILLAHIRROH - MANIRROHIM. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Alhamdulillah. Ashsholatu wassalamu ‘alaa rasulillahi wa’alaa aalihi washahbihi wamawwalah. Lahaula walaquwwata illabillah. Amma ba’du.

Ada satu ungkapan begitu populer di masyarakat kita tentang ukhuwah islamiah. Yang sering diterjemahkan dengan persaudaraan sesama muslim. Itu pengertian yang kurang tepat. Kenapa? Karena makna ukhuwah islamiah bukan persaudaraan sesama muslim, tapi persaudaraan yang bersifat islami, dan itu tidak hanya dengan sesama muslim. Paling tidak ada tiga jenis persaudaraan yang diajarkan dalam Alquran. Pertama, kita ini bersaudara karena kita ini sama-sama sebagai manusia. Dan, Allah begitu memuliakan manusia. Isro 17 ayat 70 Allah berfirman: “Walaqod karromnaa bani aadama wahamalnaahum fil barri walbahri warozaqnaahum minaththoyyibaat”.Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam.

Maksudnya siapa? Manusia. Maka, kalau kita memang jenisnya manusia bahwa pada akhirnya kenyataannya kita berbeda-beda. Itu enggak bisa kita hindari. Terimalah. Kedua, kita bersaudara karena kita sebagai sesama anak bangsa. Di Alquran misalnya kita dapati ayat: waila ‘aad akhoohum huud. Kepada bangsa Aad kami utus saudara mereka yang bernama Hud. Padahal, tidak ada hubungan kekerabatan, hubungan darah. Tapi, kenapa Alquran menyebut saudara? Karena Nabi Hud hidup bersama mereka dalam satu ikatan kebangsaan. Dan, yang ketiga memang ada yang disebut persaudaraan sesama muslim.

Dalam bahasa Alquran disebut Faikhwa - nukum Fiddin. Surat 9 ayat 11 Allah berfirman: Fain taabuu waaqoomushsholah waatawuzzakah faikhwanukum fiddin. Jika mereka bertaubat, mendirikan salat, dan menunai - kan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu da - lam agama. Sehingga, Alquran menegaskan innamal mu’mi - nu una ikhwah, sesungguhnya mukmin itu bersaudara. Banyak ikatan, maka jangan kendurkan persaudaraan itu. Itulah buah dari ibadah puasa yang paling penting. Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh.

KH DR ALI NURDIN MA
Wakil Rektor Pendidikan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ)




Berita Lainnya...