Edisi 22-05-2019
Muliakan Alquran di Bulan Ramadan dengan Tadabbur


Kitab Suci Alquran diturunkan Allah SWT pada bulan Ramadan. Karena itu, umat Islam hendaknya memanfaatkan bulan suci ini dengan memuliakan Alquran dengan men-tadabbur-inya.

Akademisi studi Islam lulusan Universitas Islam Madinah (UIM) Faw - waz Ahmad Zar ka - syi menyatakan, untuk memper ingati turunnya Alquran pa - da bulan suci ini, ada hal penting yang harus dilakukan umat Islam. “Kita harus memuliakan Ramadan, memuliakan Alquran, memuliakan Rasulullah SAW, dan mengingat diri dari ke - wajiban untuk berpegang kepada Alquran. Tapi terpenting, men-tadabbur -i Alquran adalah hal paling utama dalam memuliakan Alquran,” ucap Fawwaz saat dihubungi KORAN SINDO kemarin. Tadabbur atas Alquran adalah upaya memahami makna lafal-lafal Alquran, mere nunginya, serta mengikuti dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi, tadabbur itu bu kan sebatas membaca ayatayat suci yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, tapi juga memahami dan menjalankan isi kandungan Alquran yang menjadi pedoman hidup manusia. Allah berfirman, “Ini adalah kitab yang Kami turunkan kepa - damu penuh dengan berkah su - paya mereka merenungkan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran (yang baik)” (QS Shad: 29). Fawwaz me negas - kan, bulan suci Ramadan ini meru pa - kan kesempatan emas untuk men da - lami tentang Alquran melalui terjemahan dan tafsir-tafsir nya. Karena itu, hal yang paling mendasar untuk mengha dirkan keimanan dalam hati terhadap Alquran adalah dengan menge nal Alquran.

“Karena tanpa me - ngenalnya kita tidak akan me ngetahui ke - pentingannya. Jika tidak mementing - kannya, maka kita tidak akan pernah bisa me muliakan - nya.” Mahasiswa Pas - ca sarjana Uni ver si - tas Gazera Sudan ini mengatakan, setelah mengenal ten tang Alquran, hal kedua ada lah meng hadir - kan keinginan un tuk selalu membaca dan men-tadabbur-inya. Seperti halnya me - ngetahui kepen ting - an dari se buah pe - ker jaan yang men da - tangkan uang, man - di yang mem ber sih - kan tubuh, makan yang meng - hilangkan lapar, ma ka manusia akan selalu mela ku kan peker - jaan untuk menda pat kan uang.

Dengan uang manusia akan membeli makanan agar tidak ke - laparan dan juga membayar air serta membeli peralatan keber - sih an untuk badan. “Begitulah keniscayaan seorang manusia jika dia telah menganggap suatu hal menjadi kepentingan bagi - nya, maka dia akan selalu meng - usahakannya,” papar Fawwaz. Pengetahuan manusia ten - tang Alquran akan meng ha dir - kan bahwa Alquran juga meru - pa kan hal penting dalam kehi - dup an manusia. Bahkan, kepen - tingannya melebihi kepen ting - an manusia kepada uang dan makanan karena dengan Alqur - an manusia dapat keluar dari kegelapan.

Allah berfirman: Dialah yang menurunkan kepada hamba- Nya ayat-ayat yang terang (Alqur an) supaya Dia menge - luarkan kamu dari kegelapan ke - pada cahaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pe - nyan tun lagi Maha Penyayang ter hadapmu (QS Al-Hadid: 9). Bagi seorang muslim, adanya pengetahuan tentang Alquran dan keinginan yang kuat dalam dirinya akan mewujudkan se - bu ah perilaku dan perbuatan yang mencerminkan penga - gungan seorang muslim ter - ha dap Alqur an. “Dalam ta - hap inilah seorang manusia dituntut untuk melatih ke - sadaran dan menetapkan tu - ju an tentang segala per buat - an yang akan dia kerjakan,” ucap nya.

Pengetahuan haruslah selalu ditambah dan diingat kembali, keinginan dan ke - sadaran harus lah selalu dila - tih, sedangkan tu juan harus selalu diingat dan di ukur de - ngan pedoman-pedo man Islam. Bila keempatnya te lah dijalankan dalam kese hari - an, maka ia akan menjelma men jadi keimanan dan akh - lak, men jadi otomatis, layak - nya seorang anak kecil yang dulu belajar un tuk berse pe - da, dia harus me la kukan ba - nyak hal sekaligus, me nga - yuh sepeda, menjaga ke se - imbangan, mata meman - dang lurus ke depan, dengan sesekali melirik kanan kiri dan memas ti kan keamanan. “Setelah mahir dengan ke semuanya, dia memiliki ke ya kin an tentang kese la - mat annya da lam bersepeda.

Dia juga mam pu bersikap saat berada di ja lan an. Begi - tulah hidup di dunia ini, selalu tentang berlatih dan be lajar. Dan, belajar Islam serta me latih diri untuk meng amal kannya adalah sebaik-baik cara dalam menjalani kehidupan di dunia,” kata Fawwaz. Ayat yang pertama turun pun memerintahkan manusia untuk membaca, belajar membaca, se - lalu membaca dengan nama Allah dan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Allah berfir - man: Bacalah dengan (menye - but) nama Tuhanmu yang men - ciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran pena. Dia mengajar kepada m a - nu sia apa yang tidak diket a hui - nya (Al Alaq: 1-5). Sesungguhnya dalam mem - peringati Nuzululquran, se - orang muslim sudah seharusnya men-tadabbur-i Alquran, me - nam bah ibadah, berlatih untuk lebih menjaga diri, dan me ning - katkan kesadaran tentang pen - tingnya sirah nabawi, sejarah ke - nabian. Sebab, khusus tentang Nabi Muhammad SAW, Allah ber firman: Katakanlah (wahai Muhammad kepada umatmu). Jika kalian benar-benar mencin - tai Allah, maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah akan mencintai kalian dan me - ngampuni dosa kalian (QS Ali Imran: 31).

Dengan bertambahnya pe - ngetahuan tentang Alquran dan tentang Rasulullah SAW, maka manusia akan semakin memen - tingkan ayat-ayat Alquran dan sunah Rasulullah SAW. “Dengan demikian, dalam keseharian kita akan selalu melakukan yang penting, yang sesuai dengan ke - duanya, dan jika demikian sesungguhnya kita telah mem - peringati Nuzululquran dalam keseharian kita,” kata Fawwaz.

Mula akmal



Berita Lainnya...