Edisi 22-05-2019
Nuzulul Quran Momentum Jaga Persatuan


JAKARTA–Peringatan Malam Nuzulul Quran 1440 H dapat dijadikan momen untuk meneguhkan persatuan bangsa. Hal ini sangat tepat diterapkan di Indonesia yang merupakan bangsa dengan banyak keragaman.

Ketua Umum Organisasi In - ter nasional Alumni Al Azhar ca - bang Indonesia Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) me ngungkapkan bahwa ayat pertama yang turun ke bumi ber isi ajakan literasi se ba - gai lan dasan ilmu penge tahuan yakni iqra, se dangkan ayat ter - akhir se bagai pengingat akun ta - bi li tas bahwa kita akan per tang - gung jawabkan semua yang di la - ku kan dalam kehi dupan. “Di antara banyak hal yang menarik dari Alquran. Salah sa - tu nya Alquran datang dengan perspektif baru terhadap ba - nyak hal dalam hidup. Salah sa - tunya, koreksi Alquran ter ha - dap nilai dasar dan interaksi so - sial,” kata TGB saat peringatan Nuzulul Quran di Istana Ne - gara, Jakarta, tadi malam.

Dia mencontohkan bahwa dahulu sebelum turun Alquran, nilai kesukuan sangat kuat. Di Mekkah, aktor-aktor yang meng gerakkan Mekkah, baik pemimpin pedagang semuanya hanya dari suku Quraish. Ada to koh Trio Abu, Abu Lahab Ja - hal Sofyan, semuanya dari garis yang sama. “Islam kemudian datang dengan mengubah nilai kesukuan dan nilai primor dia - lis me dengan nilai ketuhanan,” paparnya. Perspektif persatuan juga dibawa Rasul saat membangun Madinah yang tidak hanya di ba - ngun satu suku. Menurutnya, hal ini sekonsep dengan yang ada di masyarakat Indonesia; pa ra pemimpin Indonesia ber - asal dari berbagai suku.

“Di Indonesia, pemimpin kita Pak Jokowi dari Solo, Pak JK dari Makassar, banyak juga dari Batak, seluruh suku-suku yang ada. Bahkan yang dari ke - tu runan Arab juga banyak ikut membangun Indonesia. HS Dilon, Romo Frans Magnis siapa yang ragukan kein do ne - sia annya. Indonesia meskipun bu kan negara agama, namun kon sep dasar dalam basis mem - bangun interaksi sosial, yakni konsep umat terimplementasi dengan baik,” tuturnya. Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) me nga - ta kan bahwa peringatan Nu - zulul Quran memiliki makna ber lipat ganda bagi bangsa. Tak hanya makna keagamaan, na - mun makna kebangsaan yang besar.

“Tidak hanya tingkatkan pe - mahaman namun amalkan per - satuan bangsa sebagai bagian da ri iman. Dan melalui pe ri - ngat an Nuzulul Quran kita gali ba nyak inspirasi untuk te guh - kan persatuan bangsa, untuk menahan ego kelompok, ego go - longan dan perkuat semangat kebangsaan,” katanya. Jokowi mengingatkan bah - wa perjalanan sejarah selalu me ng uji kemampuan ma sya ra - kat Indonesia dalam menjaga per satuan. Bahkan dinamika ke hidupan sering kali meng go - yang kekukuhan Bhinneka Tunggal Ika. “Oleh karena itu, kita harus terus menerus cari inspirasi dan teguhkan langkah untuk per - kokoh persaudaraan, per sa tu - an, dan kerukunan. Inspirasi da - ri nilai mulia setiap suku bang sa, inspirasi setiap sejarah bang sa, dan panduan dari Alquran dan kisah-kisah Rasul,” tuturnya.

Jokowi menambahkan, me - lalui peringatan Nuzulul Quran, juga mengajak masyarakat In do - nesia untuk meneguhkan ko mit - men untuk menciptakan ke baik - an dan tidak membuat ke ru sak - an. Dalam hal ini, mem ba ngun tatanan sosial yang rukun, damai, dan tingkatkan kese jah teraan. “Kenabian Rasul antara lain dibuktikan dengan ke mam pu - an dan keberhasilan dalam mem bangun tatanan sosial baru yang menyatukan sukusuku di Arab menjadi bangsa besar dan satukan seluruh umat Islam dalam ikatan iman yang sama,” katanya.

Lebih lanjut Jokowi mengungkapkan, para pendiri bang sa kita merintis peringatan Nu zulul Quran dengan me nye la ras kan semangat keagamaan dan ke bangsaan. Misalnya saja Bung Karno telah men tra di si kan peringatan Nuzulul Quran di Istana.

Dita angga





Berita Lainnya...