Edisi 22-05-2019
PBB Dorong Perlindungan Pengungsi Venezuela


JENEWA - Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) menyatakan warga Venezuela yang melarikan diri dari krisis politik dan ekonomi di negara itu berhak dilindungi sebagai pengungsi.

PBB juga meminta negaranegara lain tidak mendeportasi para pengungsi Venezuela. Sekitar 3,7 juta orang telah meninggalkan Venezuela, termasuk 3 juta orang sejak 2015 saat ekonomi memburuk akibat kelaparan, krisis kebutuhan pokok, dan unjuk rasa jalanan yang memicu gelombang kekerasan serta kematian. Badan pengungsi PBB, UNHCR, menyatakan warga Venezuela terus meninggalkan nega-ranya dengan jumlah 3.000-5.000 orang per hari. ”UNHCR sekarang menganggap bahwa mayoritas dari mereka yang melarikan diri dari negara itu perlu proteksi pengungsi internasional,” tutur juru bicara UNHCR Liz Throssell dilansir Reuters.

”Sangat penting diketahui bahwa situasi di Venezuela membuat kita tidak boleh melakukan deportasi, pengusiran, atau memaksa kembali para pengungsi,” ungkap dia. UNHCR menyatakan, ada sejumlah deportasi dari Kepulauan Karibia termasuk Trinidad dan Tobago tahun lalu. Hanya 460.000 warga Venezuela yang resmi meminta suaka pada akhir 2018, terutama di Peru, Amerika Serikat (AS), Brasil, dan Spanyol. Adapun pengungsi lain memiliki izin sah tinggal di sejumlah negara, seperti Kolombia, Cile, dan Ekuador. Badan anak PBB, UNICEF, menyatakan memburuknya kondisi di Venezuela mengakibatkan anak-anak rentan pada akses terbatas untuk kesehatan, pendidikan, proteksi, dan layanan nutrisi.

”UNICEF telah menyediakan program akses nutrisi pada 190.000 anak, tapi tidak dapat melakukannya secara penuh di Venezuela,” kata juru bicara UNICEF Christophe Boulierac. Puluhan negara di penjuru dunia sekarang mengakui pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai presiden sementara. Namun, Guaido tak bisa menggulingkan Maduro yang masih mendapat dukungan dari petinggi militer.

Syarifudin