Edisi 22-05-2019
Pengurus Masjidilharam Kecam Houthi


MAKKAH - Kepala Kepresidenan Dua Masjid Suci Sheikh Abdurrahman Al Sudais melemparkan kecaman keras atas upaya serangan yang dilakukan milisi Houthi terhadap Makkah.

Dia lalu memuji militer Arab Saudi karena sukses menghalau serangan itu. Al Sudais mengatakan serangan ini dilakukan oleh mereka yang tidak menghormati bulan suci Ramadan. Dia menegaskan hanya orang-orang yang tidak beriman yang bisa melakukan serangan semacam ini di bulan Ramadan. ”Tindakan bermusuhan ini dikeluarkan oleh sebuah badan tanpa prinsip atau agama. Itu adalah agresi yang terang-terangan dan mencolok,” kata Al Sudais dalam keterangan tertulisnya kemarin. Dia mengatakan bahwa keberhasilan Pasukan Pertahanan Udara Saudi dalam berurusan dengan upaya semacam ini, mengirim pesan yang jelas kepada mereka yang mungkin tergoda untuk melakukan kejahatan keji terhadap Saudi.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit melemparkan kecaman keras atas serangan itu. ”Tindakan teroris semacam itu merupakan ancaman berbahaya, tidak hanya untuk keamanan dan stabilitas kerajaan, tetapi juga untuk keamanan regional secara umum,” kata Aboul Gheit. Aboul Gheit mengungkapkan, serangan-serangan itu merupakan pelanggaran bagi kesakralan tempat-tempat suci di bulan Ramadan. Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi menyatakan ingin menghindari perang di kawasan, tapi siap merespons dengan seluruh kekuatan setelah serangan di fasilitas minyak Saudi. Riyadh menuduh Iran memerintahkan serangan drone di dua fasilitas pompa minyak di Saudi yang diklaim oleh kelompok Houthi yang didukung Teheran.

Dua hari sebelumnya, empat kapal, termasuk dua tanker minyak Saudi, disabotase di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA). Iran menyangkal terlibat dalam serangan itu. Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait sanksi dan kehadiran militer AS di kawasan juga memicu kekhawatiran tentang potensi konflik AS-Iran. ”Kerajaan Arab Saudi tidak ingin perang di kawasan atau menginginkannya,” papar Menteri Luar Negeri (Menlu) Saudi Adel al-Jubeir saat konferensi pers kemarin.

Dia menambahkan, ”Saudi akan melakukan apa yang dapat dilakukan untuk mencegah perang ini dan pada waktu yang sama menegaskan kembali bahwa jika pihak lain memilih perang, kerajaan akan merespons dengan semua kekuatan dan tekad, dan akan membela diri dan kepentingannya.” ”Kami ingin perdamaian dan stabilitas di kawasan tapi kami tidak ingin duduk berpangku tangan dengan berlanjutnya serangan Iran. Bola ada di lapangan Iran dan tergantung bagi Iran untuk menentukan apa nasibnya nanti,” ujar Jubeir.

Dia menjelaskan, kru tanker minyak Iran telah ditarik ke Saudi awal bulan ini setelah permintaan untuk membantu karena masalah mesin.

Victor maulana/ muh shamil

Berita Lainnya...