Edisi 22-05-2019
Presiden Minta BSSN Harus Diperkuat


JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin resmi melantik Letnan Jenderal (Purn) TNI Hinsa Siburian sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Dengan pergantian ini diharapkan BSSN bisa semakin diperkuat. Hinsa Siburian dilantik menggantikan Djoko Setidai berdasarkan Keputusan Pre siden (Keppres) No 56/P/2019 tanggal 20 Mei 2019 tentang Pengangkatan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara. “Se be - lum saya mengambil janji Saudara Hinsa Siburian sebagai Kepala Badan Siber dan Sandi Negara, terlebih dahulu saya akan bertanya kepada Sau - dara. Apakah Saudara ber aga - ma Kristen Protestan?” kata Presiden Jokowi saat peng - ambilan sumpah jabatan di Istana Negara, kemarin. “Siap, beragama Kristen Protestan,” ujar Hinsa. “Bersediakah Saudara meng ambil janji sesuai dengan agama Kristen Protestan?” tanya Jokowi lagi. “Bersedia,” kata Hinsa.

Pria kelahiran Tarutung, 28 Oktober 1959, itu sebe - lumnya menjabat Wakil Ke - pala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad) sejak 25 April 2017 hingga 27 Oktober 2017. Hin - sa juga pernah menjabat Dan - pussenif Kodiklat TNI AD dan Pangdam XVII/ Cen dera wa - sih. Hinsa lulus dari Akademi Militer tahun 1986 dan meraih Adhi Makayasa. “Demi Tuhan saya berjanji, bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Ne - gara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundangundangan dengan seluruslurusnya demi darma bakti sa - ya kepada bangsa dan negara,” ucap Hinsa. Seusai pelantikan, Hinsa mengaku mendapatkan pesan khusus dari Presiden, yakni untuk bertugas sebaik-baik - nya.

Selain itu, Hinsa menga - ta kan bahwa Presiden ingin BSSN semakin kuat. “Ke depan kita lihat di beberapa negara, negara maju tentu sibernya kuat. Itu sangat meng - harapkan siber Indonesia ini jangan ketinggalanlah dengan siber-siber di luar negeri. Itu saja petunjuk Presiden,” ung - kapnya. Dia mengatakan, saat ini BSSN memiliki modal yang baik seperti sumber daya ma - nusia (SDM) yang cukup banyak. Namun, menurut dia, da lam memperkuat BSSN tidak cukup penguatan kuan - ti tas, tapi juga kualitas. “Nanti saya evaluasi dulu ya tentu dari segi kuantitas. Bagaimana si - ber ini erat kaitannya dengan kualitas (salah satunya) tek - nologi,” ujarnya. Dia mengatakan akan me - lanjutkan upaya yang telah di - lakukan kepala BSSN se be - lumnya. Menurut dia, ke pala BSSN sebelumnya telah me - letakkan dasar-dasar di BSSN.

“Ya melanjutkan. Meng eva - luasi kira-kira supaya yang lebih apa yang bisa dipercepat, di - percepat,” katanya. Pengamat intelijen dan per tahanan keamanan, Su - saningtyas NH Kertopati me - nilai, Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian diharapkan memiliki kemampuan untuk memim - pin BSSN dalam era kejayaan siber saat ini. Bukan hanya kreatif dalam mengamankan negara dari berbagai serangan siber, tetapi juga mampu men - jadi sosok piawai dalam mem - bina hubungan antarlembaga, seperti dengan TNI, Polri, BIN, serta kementerian dan lem - baga, seperti Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Ke menterian Komunikasi dan Informatika (Kemen kom - info).

“Harus selesaikan PR untuk menyelesaikan UU Keamanan Siber. Saat ini sudah masuk era teknologi 4.0. Segera juga menjadi 5.0, BSSN tidak boleh ketinggalan pe - nge tahuan untuk itu,” ujar mantan anggota Komisi l DPR RI ini tadi malam.

Dita angga/sucipto






Berita Lainnya...