Edisi 22-05-2019
Rekor, Sherpa asal Nepal 24 Kali Daki Puncak Everest


KATHMANDU – Kami Rita, 49, sherpa asal Nepal, membukukan rekor baru pendakian di Gunung Everest. Dia tercatat sebagai pendaki yang terbanyak mencapai puncak gunung tertinggi di bumi itu.

Total ada 24 kali dia tembus hingga puncak Everest. Hebatnya, Kami Rita mampu mencapai dua kali puncak Everest hanya dalam tujuh hari. Pagi kemarin, Kami Rita berhasil mencapai puncak Everest yang ke-24. Rabu (15/5) lalu, dia juga berhasil mencapai puncak Everest. Kami Rita menyatakan belum akan pensiun melakukan pendakian dan berharap dapat terus mencapai puncak Everest dalam beberapa tahun mendatang. Sherpa merupakan profesional yang bertugas membantu pendakian ke puncak Everest. Tugasnya adalah sebagai pemandu dan penjamin keselamatan bagi para pendaki asing yang membayar mereka.

“Saya dapat mendaki untuk bebe - rapa tahun lagi. Saya sehat. Saya dapat tetap pergi hingga saya berumur 60 tahun. Dengan oksigen itu bukan masalah besar,” tuturnya kepada BBC sebelum upaya pendakian ke-23, pekan lalu. Kami Rita diketahui pertama kali mendaki Everest pada 1994 dan menjadi pemandu untuk perusahaanperusahaan asing yang mengelola ekspedisi pendakian. “Saya tak pernah berpikir tentang membuat rekor. Saya benar-benar tak pernah tahu bahwa Anda dapat membuat rekor. Yang saya tahu, saya akan melakukan lebih banyak pencapaian ke puncak lebih cepat,” ungkap dia.

Menurutnya, tugas para sherpa adalah memperbaiki tali di sepanjang jalan menuju puncak. Kontribusi inilah yang membuat pendaki lebih mudah mendaki Everest. Bahkan dalam beberapa kesempatan, para pendaki kemudian merasa memiliki keberanian yang besar. “Tapi mereka melupakan kontribusi sherpa. Para sherpa berjuang banyak untuk mewujudkan itu. Kami menderita,” tutur dia. Di deretan daftar jumlah tertinggi pendaki Everest, Kami Rita Sherpa diikuti tiga pendaki yang semuanya telah 21 kali mencapai puncak. Dua dari tiga pendaki itu telah pensiun, sedang kan yang ketiga, Ngima Nuru Sherpa, 39, sedang dalam upaya mencapai puncak yang ke-22 dari sisi wilayah China pada musim pendakian saat ini.

Pada Mei 2018 lalu, dua sherpa memecahkan rekor dunia mendaki Puncak Everest. Kami Rita Sherpa mencapai puncak pada ketinggian 8.848muntukyangke-22kali. Pendaki lain, Lhakpa Sherpa, yang bekerja di supermarket di Connecticut, Ame rika Serikat, mampu mencapai puncak dari sisi berlawanan untuk ke-9 kalinya. Kami Rita merupakan satu dari enam sherpa yang mendampingi enam kliennya untuk mencapai puncak me lalui jalur pen daki an Nepal, yakni Southeast Ridge. “Kami Rita ber - sama 13 pendaki lainnya, ter masuk kliennya,” kata petugas Depar temen Pariwisata Nepal Gyanendra Shrestha dilansir Reuters .

Menurut Shrestha, rute yang dipilih Kami Rita itu merupa kan jalur yang per nah dite mpuh Sir Edmund Hillary dari Selan dia Baru dan Sherpa Tenzing Norgay ketika men jadi pendaki pertama yang mencapai pun cak pada 1953. Kami Rita merupakan pemandu pendakipro fesionalyangsudahbe kerja selama dua dekade. Sebelumnya dia memecahkan rekor mendaki ke-21 bersama dengan dua sherpa lain nya pada 2017. Namun, kali ini dia meme - cahkan rekor sendiri an dan tidak ber - bagai dengan kawan-kawan nya. Kami Ritapertamakalimen dakiEverestpada 1994 ketika bekerja untuk ekspedisi komersial.

“Dia (Kami Rita) memecahkan rekor dunia,” katapim pinanSeven Summit Treks Mingma Sherpa, perusahaan yang mempekerjakan Kami Rita. Bagi Kami Rita, pendakian puncak Everest ditujukan untuk menciptakan rekor. “Pendakian ini bukan untuk kompetisi,” katanya bulan lalu sebelum melakukan pendakian. Dia juga ingin men cipta kan sejarah mem buat komunitas sherpa bangga. “Saya akan terus mendaki Everest, meski saya telah membukukan rekor tahun ini,” kata Kami Rita. Ka mi Rita menargetkan men capai puncak Everest hingga 25 kali. Ini dilakukan karena dia ingin mencatat sejarah. Sementara Lhakpa Sherpa, 44, mencapai Everest kesembilan kali melalui jalur utara, yakni rute Tibet.

Dia mendaki bersama kakaknya, Mingma Gelu Sherpa. Lhakpa yang tinggal di AS ituberulangkalime me cah kanrekornya sendiri khusus un tuk pendaki perem - puan. Diaberhasilmengalahkanpen daki perempuan paling terkenal asal AS, Melissa Sue Arnot, yang berhasil men - dakipuncakEverestsebanyakenam kali. Sebelum menjadi pendaki, Lhakpa bekerja sebagai porter dan tukang ma - sak saat menemani pendaki puncak Everest. Hingga kemudian dia hijrah ke AS sekitar 16 tahun lalu. Namun, dia tetap berkeinginan melanjutkan ambisinya untuk mendaki Everest dan tetap bekerja di supermarket.

“Saya selalu mendorong perempuan Nepal untuk mendaki,” kata Lhakpa. Warga etnik Sherpa memang dikenal dengan ketahanan dan penga lamannya mendaki ke ketinggian. Mereka melayani para pendaki asing yang berusia mendaki puncak Pegunung an Himalaya tersebut. Keselamatan merupakan faktor utama dalam pendakian. Para pen daki umumnya menggunakan oksi gen bantuan untuk bisa bertahan di ketinggian. Udara di puncak Everest mengandung kurang dari sepertiga dari kandungan oksigen di dataran rendah.

Syarifuddin













Berita Lainnya...