Edisi 22-05-2019
Atasi Sampah, Jabar Minta Bantuan Jepang


BANDUNG–Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil melakukan kunjungan kerja ke Jepang untuk menjajaki kerja sama penanganan sampah perkotaan dan pencemaran di Sungai Citarum.

Dalam kunjungan kerjanya di Tokyo, Senin (20/5) lalu, gu - ber nur yang akrab disapa Emil itu bertemu dengan Menteri Ling kungan Hidup Jepang Tsu - kasa Akimoto. Pertemuan juga dihadiri Vice Minister for Global Environment Affairs Ke men - terian Lingkungan Hidup Jepang Yasuo Takahashi. Emil memaparkan pihaknya tengah fokus pada pengen dalian lingkungan, salah satunya pengelolaan sampah per ko ta - an. Dia menyatakan, Jabar be - rencana mengelola sampah ra - mah lingkungan seperti la yak - nya di Jepang. Langkah pertama dalam pe - nyelesaian sampah per ko ta an su dah dilakukan Jabar de ngan membangun fasilitas Tem pat Pengolahan dan Pem ro sesan Ak - hir Sampah (TPPAS) Lulut, Nambo di Kabupaten Bo gor, dengan nilai proyek men capai USD60 juta.

“Sekarang kami akan mem - ba ngun lima fasilitas dari sam - pah plastik menjadi bahan ba kar. Kalau ini berhasil, sampahsampah plastik perkotaan bisa kita ambil dan jadikan bahan bakar. Ini jelas akan mengu ra ngi sampah plastik yang men cemari lingkungan,” terang Emil dalam siaran persnya kemarin. Mantan wali kota Bandung ini menyatakan, Pemprov Jabar berkomitmen mengedepankan inovasi terkait lingkungan. Se lain di TPPAS Lulut-Nambo Nam bo, inovasi juga diterapkan dalam pembangunan TPPAS Legok Nangka di Kabupaten Ban dung. “Waste to energy Le gok Nang ka adalah contoh agar ber hasil. Ka - mi akan jadikan itu ke bijakan stan dar dan dikopi un tuk wi la - yah lain di Jabar,” ka tanya.

Emil juga meminta bantuan teknologi untuk mengubah Su - ngai Citarum yang kini masih ko - tor menjadi sungai tebersih. Me - nu rut dia, masalah di Sungai Ci ta - rum sangat kompleks me ng ingat Dae rah Aliran Sungai (DAS) Cita - rum melewati lebih dari tujuh ka - bupaten/kota dan banyak berdiri industri ter ma suk perumahan. “Presiden menugaskan saya lima tahun untuk mem ber sih - kan sehingga butuh langkah stra - tegis. Mudah-mudahan Pak Men - teri bisa membantu saya,” harap Emil kepada Tsukasa Akimoto. Emil mengungkapkan ren ca - nanya untuk memindahkan in - dus tri di sekitar DAS Citarum ke area dekat Pelabuhan Patim ban, Subang yang kini tengah di ba - ngun Japan Indonesian Cor po - rate Agency (JICA).

“Jika in dustri itu berpindah ke area Pa timban maka Citarum akan kami ubah dari zona industri ke zona pe mu - kiman dan rekreasi,” ungkapnya. Dia rencananya akan men - jadikan Jabar sebagai provinsi pertama yang memasukkan ku - ri kulum kebencanaan di seko - lah dasar dan menengah. “Oleh k arena itu, kami mohon di ban - tu, contoh modul pengajaran di sekolah yang bisa kami latih ke guru dan diajarkan kepada anak sekolah,” tandasnya. Menteri Lingkungan Hidup Jepang Tsukasa Akimoto me - ng aku pernah berkunjung ke Ja karta dan melihat kondisi Sungai Citarum. Akimoto pun mem berikan rekomendasi un - tuk penanganan sungai yang kotor. “Di setiap titik tertentu bangun sarana pengelolaan air sebelum dibuang ke sungai. Dulu sungai di Tokyo tercemar, sekarang jadi bersih,” katanya.

Menurutnya, dengan ada nya fasilitas pengelolaan air, air kotor terlebih dahulu disaring sebelum masuk ke sungai. Me nu rut dia, bia ya pembangunan fa silitas pe - ng olahan air ters e but tidak ter la - lu tinggi. “Dan kami, bisa bantu. Ka mi juga ber komitmen akan mem berikan dukungan dan ker - ja sama de ngan Provinsi Jabar. Kami juga siap mempererat kerja sama de ngan JICA untuk mem - pererat hu bungan dengan Pro - vinsi Jabar,” janjinya. Akimoto pun menyambut baik rencana dan tawaran kerja sama, terutama terkait kuri ku - lum kebencanaan. Menurut dia, penerapan kurikulum ke ben - canaan tersebut juga di da sarkan pengalaman sejumlah bencana yang menimpa Je pang.

“Kami banyak belajar dari pengalaman dilanda bencana di wilayah ti - mur di Jepang,” tan dasnya. Sementara Vice Minister for Global Environment Affairs KLH Jepang Yasuo Takahashi ber ha - rap kerja sama di bidang ling ku - ngan hidup antara Jepang dan Indonesia semakin mendalam. “Terkait hal tersebut, kami me - nyambut baik proyek TPPAS di Legok Nangka yang kemarin sudah dimulai,” katanya.

Agung bakti sarasa



Berita Lainnya...