Edisi 22-05-2019
OJK Resmikan Market Standard Transaksi Repo


JAKARTA –Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya mengembangkan Pasar Modal Indonesia dengan meresmikan penerapan Market Standard untuk Transaksi Repo atas Efek Bersifat Ekuitas yang bisa memperdalam pasar saham serta meningkatkan profesionalisme dan integritas pelaku pasar.

Market Standard ini diharap kan dapat memperjelas pema haman mengenai prinsip per pindahan kepemilikan efek atau transfer of title sebagai suatu standarisasi Repo yang diterapkan secara global dan memitigasi risiko rekarakterisasi. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan, Market Standard ini akan dapat memberikan pemahaman yang sama antar-pelaku pasar atas transaksi repo sehingga dapat meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kepercayaan antarpelaku pasar.

“Tersedianya pasar repo atas efek bersifat ekuitas akan men - dorong pengembangan alternatif penyediaan pendanaan maupun investasi bagi investor dan dapat mendorong pasar saham menjadi lebih likuid dan efisien,” kata Hoesen di Jakarta kemarin. Dia melanjutkan, Market Standard untuk transaksi repo atas efek bersifat ekuitas ini me - rupakan pedoman lebih lanjut yang dibuat dan disepakati oleh anggota Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia atas ketentuan POJK 09/POJK.04/2015 yang mensyaratkan penggunaan do - kumenGlobalMasterRepurchase Agreement Indonesia (GMRA Indonesia) dalam pelaksanaan transaksi repo atau reverse repo yang dilakukan oleh Lembaga Jasa Keuangan. Transaksi repo memiliki peran strategis dalam rangka pendalaman pasar ke - uangan di Indonesia.

Menurut dia, aktifnya pasar repo diharapkan bisa meno pang pasar sekunder menjadi lebih likuid. Transaksi repo juga dapat menjadi alternatif untuk memaksimalkan pendapatan bagi investor dan dapat menjadi alternatif pendanaan bagi sektor privat. Pengembangan pasar repo telah dilakukan oleh OJK dengan beberapa program, di - mulai dengan penerbitan per - aturan OJK tentang Pedoman Transaksi Repo bagi Lembaga Jasa Keuangan pada 2015.

Kunthi fahmar sandy