Edisi 22-05-2019
Pemilik Tak Lagi Habiskan Waktu Berjam-jam untuk Catat Penjualan


Warung maupun kios kelontong sederhana banyak di temukan di sekitar kita, namun keberadaannya menghadapi persaingan yang ketat dan tidak sebanding dengan kemampuan mereka.

Sebagai usaha mikro yang jumlahnya sangat banyak, warung tetap menyimpan potensi besar kare na masih menjadi andalan sebagian besar masyarakat untuk membeli kebutuhan seharihari. Peluang ini lantas mengge rakkan Warung Pintar untuk mengembangkan warung dengan sentuhan teknologi. Warung Pintar dimulai sebagai proyek khusus East Ventures , perusahaan modal ven - tura yang fokus di Asia Teng gara dan Jepang. Cerita dimulai ketika East Ventures baru saja meluncurkan co-working space mereka yang ketiga, Jakarta Smart City (JSC) Hive di kawasan Ku ningan, Jakarta Selatan pada pertengahan 2017.

Tepat di jalur pedestrian di depan JSC Hive ada warung kelontong milik Pak Jun yang khawatir kalau warungnya akan digusur dari tempatnya tersebut. East Ventures memiliki dua pi lihan, meminta Pak Jun me nutup warungnya dan pergi atau membantu mengem bangkan warungnya. East Ventures ke mudian memilih yang kedua dengan me min dah kan warungnya ke area parkir JSC Hive sekaligus merenovasi warungnya. Mereka kemudian meng guna kan teknologi dari portofolio yang mereka miliki untuk me - ngembangkan warung ter sebut.

Setelah sebulan, Pak Jun me laporkan bahwa pen da patan warungnya meningkat tujuh kali lipat dari sebelumnya. East Ventures menyadari mereka telah menemukan produk yang sesuai dengan pasar. Warung Pintar kemudian didirikan secara resmi pada 11 November 2017 oleh Willson Cuaca (chairman & co-founder ), Agung Bezharie Hadinegoro (CEO & co-founder ), Harya Putra (COO & co-founder ) dan Sofian Hadiwijaya (CTO & co-founder ). “Warung Pintar men jadi jawab - an untuk bisnis mik ro di In do ne - sia dengan m eng integrasikan teknologi ke da lam warung tra - disional se hingga memung kin - kan pe mi lik warung meng gu na - kan tek no logi digital untuk me - ning katkan kapabilitas bisnis wa rungnya,” jelas Sofian Ha diwi jaya CTO & Co-founder Warung Pintar.

Mereka yang bermitra de - ngan Warung Pintar akan di du - kung dengan teknologi dan sis - tem digital pada setiap rantai bis nisnya. Mulai dari ta hap pem - belian barang, pen jual an, hingga pengawasan wa rung akan dipandu dengan sistem digital. Teknologi yang diberikan mendukung seluruh proses bisnis untuk warung tra di sio - nal, berupa aplikasi pengadaan yang terhubung ke layanan distribusi milik perusahaan, warung atau kios siap pakai yang dilengkapi dengan Wi-Fi, televisi, lemari es, dan tempat pengisian baterai handphone, sistem point-of-sale (PoS) untuk mencatat transaksi bisnis.

Untuk mendukung operasio nal mitra-mitranya, Warung Pintar membutuhkan infra - struktur backend yang dapat diandalkan untuk me ngum pul - kan dan memproses data pointof- sale (PoS). Wa rung Pintar juga menciptakan infrastruktur berbasis analisis untuk mem - bantu pemilik warung memahami perilaku pembeli. “Kami menggunakan cloud untuk menjalankan infra struk - tur backend di Amazon Web Services (AWS) Cloud Computing Services . Dengan dukungan dari AWS Solution Architects , Warung Pintar dapat mem ba - ngun infrastruktur cloud dalam waktu sehari,” kata Sofian.

Stabilitas layanan AWS menghasilkan data penjualan yang akurat yang selalu ter se dia secara konstan. Hal ini mem - bantu para pemilik wa rung meningkatkan pen da patan karena mereka dapat meng - iden tifikasi barang yang be lum terjual dan sisa inventaris. “Dengan menggunakan la - yanan AWS, pemilik warung ti - dak lagi menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencatat da - ta penjualan karena mereka me - miliki akses 24 jam ke data yang sangat akurat,” jelas Sofian.

Warung Pintar yang dimulai dengan hanya dua warung pada Januari 2018 kini telah memi - liki jaringan mitra lebih dari 2.000 warung di sekitar Ja bo - de tabek & Banyuwangi. Wa - rung Pintar menargetkan akan memiliki 5.000 kios di seluruh Jawa pada akhir 2019. Warung Pintar telah secara signifikan membantu mendorong pen - dapatan pemilik kios hingga mengalami kenaikan sebesar 41% setelah mengadopsi sistem yang mereka miliki.

SUDARSONO
Jakarta