Edisi 22-05-2019
Penjualan Indocement Capai 4,2 Juta Ton


JAKARTA – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membukukan volume penjualan semen domestik sebesar 4,2 juta ton pada kuartal l/2019.

Angka ini turun sebesar 1,2% atau 49.000 ton lebih rendah dari penjualan periode yang sama tahun sebelumnya. Direktur Utama In do ce ment Christian Kartawijaya me nga ta - kan, penurunan pen jualan se - men pada kuartal I/ 2019 me ng - iku ti permintaan semen do mes - tik nasional yang juga turun se be - sar 0,4%. Hal ini mengakibatkan pang sa pasar menurun sedikit dari 26,4% di kuartal I/2018 men - jadi 26,2% pada kuartal I/2019. Untuk memenuhi kebu tuh an klinker domestik, pihaknya me - ningkatkan penjualan klin ker domestik sebesar 63,1% atau lebih tinggi dari tahun lalu, yaitu dari 195.000 ton di kuartal I/ 2018 menjadi 319.000 ton pada kuartal I/2019.

“Secara ke se lu - ruh an, total penjualan pada kua r - tal I/2019 naik sebesar 2,4% men - jadi 4,5 juta ton. Penjualan pada kuartal I/2018 sebesar 4,4 juta ton,” katanya di Jakarta kemarin. Pendapatan neto per usa - haan di kuartal I/2019 tercatat menjadi Rp3,7 triliun. Angka ini meningkat sebesar 8,5% di ban - dingkan kuartal I/2018 sebesar Rp3,4 triliun. “Didorong oleh peningkatan harga jual sebesar 6,0% dan juga ditopang oleh pe - ningkatan volume penjualan se besar 2,4%,” jelasnya. Indocement mencatat pen - da patan keuangan neto yang lebih tinggi sebesar 16,1% dari Rp86,2 miliar pada kuartal l- 2018 menjadi Rp100,1 miliar pada kuartal I/2019 karena peningkatan tingkat suku bunga.

Laba periode berjalan pada kuartal I-2019 naik sebesar 50,2% menjadi Rp396,9 miliar dibandingkan laba pada kuartal I/2018 sebesar Rp264,3 miliar. Hal ini terutama disebabkan per - baikan faktor makroekonomi. Sementara dalam hasil Ra pat Umum Pemegang Saham Ta hun - an (RUPST), Indocement Tung - gal Prakarsa menebar di viden Rp550 per saham untuk tahun bu ku 2018. Christian menjelas - kan bahwa pemegang saham me - nyetujui penggunaan seluruh la - ba bersih 2018 senilai Rp1,14 tri - liun di tam bah dengan Rp878,74 miliar atau 4,74% dari saldo laba di ta han sebagai di vi den. “Dengan de mikian, dividen yang diterima per lembar saham yakni Rp550,” ucapnya.

Heru febrianto