Edisi 22-05-2019
Jaminan Produk Halal Positif Bagi Industri


JAKARTA- Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) No 31/2019 tentang Jaminan Produk Halal (JPH).

Terbitnya PP ini merupakan mandat dari Undang-Undang No 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal. Menteri Agama (Menag) Luk man Hakim Saifuddin mengatakan, terbitnya PP yang sudah lama dinantikan ini positif bagi penguatan dunia usaha. Me nurut Menag, terbitnya PP ini akan memberikan kepastian informasi dan transparansi bagi para konsumen produk halal, sekaligus mendorong pertumbuhan pasar industri halal di Indonesia. “Banyak pengusaha do mes - tik dan asing yang khawatir dengan regulasi ini, tetapi setelah kami jelaskan isi PP dan implementasinya, mereka justru melihat PP ini akan berdampak positif bagi dunia usaha,” kata Menag dalam rilisnya di Jakarta kemarin.

Menurut Menag, jika di im - plementasikan dengan baik, PP ini akan mendorong peran In - do nesia sebagai pusat produk halal dunia. Kehadiran PP ini juga akan memperkuat aspek rantai nilai halal (halal value chain ) sejumlah industri yang ber kaitan dengan kebutuhan ma syarakat muslim se ba gai - mana tertuang dalam maste r - plan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Industri tersebut mencakup makanan dan minuman halal, pariwisata halal, busana mus - lim, media dan rekreasi halal, farmasi dan kosmetik halal, ser - ta energi terbarukan. Sejalan dengan per tum buh - an populasi muslim, per min ta - an untuk komoditas halal terus meningkat.

Data Global Islamic Economy Report 2018/2019 menyebutkan bahwa makanan dan minuman memegang sa - ham terbesar di global halal in - dustry yang nilainya mencapai USD1,303 miliar. “Makanan dan minuman ha lal diproyeksikan akan tum - buh mencapai USD1,863 miliar pada 2023. Ini tentu menjadi peluang bagi Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar dunia,” paparnya. Kalangan industri me nyam - but baik terbitnya PP ini. Di rek - tur Governance & Corporate Affairs dan Sekretaris Per usaha an PT Unilever Indonesia Tbk San coyo Antarikso menga takan, pihaknya telah siap menyambut diterapkannya aturan tentang JPH yang merupakan turunan dari UU Jaminan Produk Halal.

Menurut Sancoyo, kalangan in dustri sebenarnya diberi wak - tu tujuh tahun sebagai masa transisi sebelum PP tersebut di - terapkan. Kendati demikian, pi - haknya mengaku siap karena banyak fasilitas produksi yang su dah besertifikasi halal. “Pab - rik kami sudah besertifikasi halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia). Unilever Indonesia tidak masalah jika itu di te rap - kan,” katanya. Bahkan, kata dia, Unilever su - dah mulai menerapkan kon sep produk halal sejak 1994 si lam pada sejumlah produknya. “Kita sudah lama me nyer ti fi kasikan rangkaian produksi kita sebagai produk halal,” ujar Sancoyo.

Substansi PP

Bab yang cukup krusial dalam PP ini, kata Menag, adalah terkait penahapan jenis produk yang bersertifikat halal. Menurutnya, produk yang wajib bersertifikat halal terdiri atas barang dan/atau jasa. Ba - rang itu mencakup makanan, mi numan, obat, kosmetik, pro - duk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetika, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan. Kewajiban bersertifikat halal bagi jenis produk ini di la - kukan secara bertahap, dimulai dari produk makanan dan mi - numan, dilanjutkan dengan pro duk selain keduanya.

“Pro - duk yang belum bersertifikat halal pada 17 Oktober 2019, akan diatur lebih lanjut dalam peraturan menteri agama (PMA) setelah berkoordinasi de ngan kementerian/lembaga terkait,” lanjutnya. Pascaterbitnya PP JPH ini, kata Menag, Kementerian Aga - ma segera mengeluarkan dua PMA mengenai penahapan ser - tifikasi halal dan pe nye leng - garaan jaminan halal, serta satu peraturan menteri keuangan tentang biaya sertifikasi halal. Badan Pe nye lenggara Ja - minan Produk Ha lal (BPJPH) juga segera memfinalisasi kesepakatan kerja sama dengan BPOM terkait sertifikasi halal untuk produk yang me mer - lukan izin edar dari BPOM.

“Diharapkan nantinya proses sertifikasi dan proses pengajuan/perpanjangan izin edar dapat disatukan, sehingga akan lebih mudah dan efisien,” tuturnya.

Yanto kusdiantono