Edisi 22-05-2019
Dianggap Underdog, Pacquiao Senang


lAS VEGAS– Manny Pacquiao tidak mempermasalahkan dirinya dianggap underdogalias tidak diperhitungkan menghadapi Keith Thurman pada 20 Juli mendatang di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, kemarin.

Pacquiao malah merasa senang dianggap underdog.Pasalnya, dengan tudingan tersebut, dia justru tampil lepas tanpa beban. Pacquiao mengatakan terakhir kali dirinya dipandang sebagai underdogsaat pertarungan tahun 2008 kontra Oscar de la Hoya. Namun, menyandang label itu Pacquiao malah mengirim De la Hoya pensiun. “Indah. Itulah yang saya inginkan (menjadi yang tertindas),” kata Pac - quiao, kepada Rappler.“Sama seperti dengan De la Hoya, ini akan menjadi motivasi tambahan,” ujar Pacquiao. Makelar pertandingan top, Sean Gibbons yang juga tangan kanan Pacquiao, mengatakan wajar saja orang meremehkan petinju veteran berusia 40 tahun itu.

“Thurman tidak pernah bertarung dengan orang seperti Pacquiao. Dia senator,” kata Gibbons. Namun, kata Gibbons, orang-orang lupa bahwa Pacquiao bukan petinju sembarangan. Superstar asal Filipina itu memiliki rekam jejak hebat di atas ring. “Sangat sulit mengalahkan dia (Pacquiao), apalagi dalam kondisi fit dan tenang,” ujar Gibbons. Memang, Thurman punya rekor bertanding jauh lebih sempurna dari Pacquiao. Dari 30 duel yang telah dilakoni, 29 laga berhasil dia menangkan.

Sementara sisanya satu pertandingan dihentikan (no contes) karena terjadi insiden benturan kepala saat menghadapi Fransisco Garcia pada April 2009 lalu. Duel terakhir Thurman kontra Josesito Lopez pada 26 Januari 2019 lalu berhasil dia menangkan. Meski sempat berlumuran darah, Thurman mampu bangkit mendominasi pertarungan.

Sazili mustofa