Edisi 24-05-2019
Zikir Iringi Pemakaman Ustaz Arifin


BOGOR - Gema zikir, tasbih, dan takbir bercampur isak tangis ribuan pelayat mengiringi jenazah almarhum Ustaz Arifin Ilham menuju peristirahatan terakhir di area Pondok Pesantren Az-Zikra di Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tadi malam.

Pria bernama lengkap Muhammad Arifin Ilham yang terkenal dengan lantunan zikirnya itu meninggal dunia dalam usia 49 tahun setelah berjuang melawan penyakit kanker kelenjar getah bening yang kembali me nyerangnya sejak awal 2019. Ustaz Arifin meninggalkan tiga istri dan delapan anak. Mereka ikut dalam prosesi pemakam an jenazah Ustaz Arifin. Jenazah pendiri dan pim - pinan Majelis Zikir Az-Zikra serta Pondok Pesantren Az- Zikra ini diterbangkan dengan pesawat jet carteran dari Ru - mah Sakit Gleneagles, Penang, Malaysia tempat beliau dirawat lima bulan terakhir menuju Bandara Halim Per da na kusuma, Jakarta. Dari Bandara Ha - lim, jenazah dibawa ke Masjid Az-Zikra Sentul di Desa Cipambuan, Babakanmadang, Kabupaten Bogor, untuk di salatkan. Ribuan orang turut menyalatkan jenazah Ustaz Arifin.

Jenazah selanjutnya dibawa ke Kompleks Pondok Pesantren Az-Zikra Gunung Sindur. Setiba di Masjid Az-Zikra, Gunung Sindur, sekitar pukul 19.30 WIB, jenazah langsung di sa lat - kan lagi. Jamaah salat jenazah di sini juga tak kalah banyak dengan di Sentul. Sekitar pukul 20.26 WIB tadi malam, jenazah dibawa ke tempat pemakaman yang berjarak sekitar 100 meter dari masjid. Almarhum kemudian di ma kamkan tepat di belakang mas jid di kompleks pondok pe santren. Saat jenazah diangkat dan akan dimasukkan ke liang lahat, keluarga, jamaah, santri hingga masyarakat yang hadir pun terlihat tak mampu menahan air matanya. Bahkan saat putra sulung almarhum, Muhammad Alvian Faiz, mengumandangkan azan di dalam liang lahat, suasana haru kian tak terbendung.

Setelah azan, gundukan tanah pun mulai dikeruk dan di - masuk kan ke dalam liang lahat. Salah satu pengurus meminta para jamaah untuk terus mengumandangkan zikir dan berdoa agar almarhum dila - pangk an kuburnya. Pemakaman Ustaz Arifin dihadiri pula oleh sejumlah to - koh agama, pejabat, selebritas beserta ribuan masyarakat yang datang dari berbagai daerah. Para pelayat sudah ber datangan sejak pagi kemarin ke Kompleks Masjid Az-Zikra Sentul dan Pondok Pesantren Az-Zikra Gunung Sindur. Mereka merupakan jamaah peng ajian maupun masyarakat um - um. Karangan bunga ucapan belasungkawa memenuhi area sekeliling masjid dan pondok. Sebagian besar dari ribuan pelayat baik di Sentul maupun di Gunung Sindur mengenakan busana serbaputih.

Kepergian Ustaz Arifin Il - ham menyisakan kepedihan ba - gi keluarganya. Tak terkecuali istri pertamanya, Yuni Djamalud din Waliy. Yuni mengaku ikhlas de ngan kepergian sang suami se belum mendapat kabar dari anaknya, Alvin Faiz. Dia me nu liskan sebuah pesan haru di akun Instagramnya untuk me lepas suaminya selamanya. “Ya Allah, kami semua sudah ikhlas ya Allah, takdir Engkau yang terbaik ya Allah ,” tulisnya seperti dikutip dari Insta Story - nya, Rabu (22/5), kemarin malam. Satu jam setelah mem bagikan unggahan tersebut, Yuni mengabarkan bahwa Ustaz Ari - fin telah meninggal dunia. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku sangat bersedih saat mendengar kabar meninggalnya ulama yang khas ajarannya itu, yakni zikir.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyampaikan banyak kenangan semasa hidup almarhum. “Kembali kepada Allah, itulah yang dia sam paikan ketika masih sakit. Kita semua bersedih. Tapi sangat mungkin beliau senang menuju sahabat beliau yang kita semua sayangi, yakni Allah SWT,” ujarnya. Ketua Yayasan Az-Zikra, Sentul, Khatib Kholid mengaku ingat pesan terakhir Ustaz Arifin kepadanya. Khatib Kholil diminta agar terus mencari akhirat. “Beliau bilang, ‘Sekarang saatnya untuk mencari akhirat, jangan cari dunia’,” ujar Khatib Kholid. Dengan mencari akhirat, Yayasan Az-Zikra bisa di kelola semakin baik, termasuk pesantren dan berbagai lini usahanya.

Stadium 4A

Ustaz Arifin meninggal dunia pada Rabu (22/5) sekitar pukul 23.40 waktu Penang, Ma - laysia. Ustaz Arifin Ilham di ketahui mengidap kanker kelenjar getah bening stadium 4A dan kanker nasofaring di bagian leher sejak pertengahan Ok tober 2018. Beliau beserta keluarga dan kerabat dekat menutupi pe nyakitnya tersebut dan baru meng - ungkapnya kepada publik pada 18 Desember 2018. Dalam sebuah ceramah yang dita yang - kan channel Az-Zikra, Ustaz Arifin menyatakan dirinya su - dah sembuh dan sedang dalam masa pemulihan. Beliau bahkan sempat kembali melakukan hobinya, yaitu berkuda, meski suaranya masih serak.

Dalam proses penyembuhan, Ustaz Ari - fin sempat menjalani bebera pa kali kemoterapi. Namun pada awal Januari 2019 pria kelahiran Banjar ma - sin, 8 Juni 1969, ini kembali dirawat di rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Be - lakangan diketahui kondisi Ustaz Arifin menurun lantaran kanker kelenjar getah bening kembali menyerangnya. Sete - lah beberapa hari di RSCM, pada 10 Januari 2019 beliau diter - bangkan ke Malaysia untuk melanjutkan pengobatan dan perawatan di Rumah Sakit Gleneagles, Penang. Pada Selasa (21/5), kondisi Ustaz Arifin sempat dikabarkan kritis di Ruang ICU RS Penang. Pada Rabu (22/5) pagi, dokter menyatakan Ustaz Arifin telah melalui masa kritisnya.

Namun siang harinya kondisi beliau kembali kritis hingga akhirnya meninggal dunia menjelang tengah malam. Kanker kelenjar getah bening atau limfomaadalah kon disi ketika sistem limfatik tu - buh kita terserang kanker ganas. Sistem limfatik adalah sistem pembuangan tubuh manusia untuk membersihkan darah dari limbah dan racun. Kanker kelenjar getah bening bisa menyerang siapa pun tanpa memandang usia. Dr dr Hilman Tadjoedin, Sp.PD-KHOM, spesialis onkologi medik, mengatakan ada dua jenis limfoma, yaitu lim - foma hodgkin (LH) dan limfoma non-hodgkin (LNH). LNH merupakan mayoritas dari kanker pada sistem limfa, yaitu sebanyak 80% dari jumlah kasus. Menurut Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI, sekitar 1.000 orang setiap hari di dunia didiagnosis menderita limfoma.

Sementara itu kanker na - sofaring atau Nasopharyngeal carcinoma (NPC) merupakan se jenis kanker di bagian atas tenggorokan di belakang hi - dung dan mulut (faring) dekat dengan pangkal tengkorak. Ini merupakan jenis kanker yang sulit dideteksi sejak dini dan umumnya menyerang pria dewasa 30-50 tahun terutama di China selatan dan Asia Tenggara. Di Indonesia, kanker na - sofaring berada pada urutan keempat sebagai kanker ter ba - nyak. Dr dr Cita Herawati, Sp.THT-KL menjelaskan, kanker nasofaring disebabkan beberapa hal, yakni Epstein-Barr Virus (peningkatan antibodi, genom virus pada sel tumor), bahan kimia termasuk asap sebagai hasil pembuangannya seperti rokok, dupa/kemenyan dan kayu bakar, pekerjaan yang menghasilkan serbuk-serbuk kimia seperti peleburan besi dan serbuk kayu, makanan seperti ikan asin, sayuran yang diawetkan, dan makanan yang difermentasi.

Bahasa Zikir

Nama Ustaz Arifin Ilham melambung di awal tahun 2000-an kala senandung zikir yang dikumandangkan melalui majelis taklim yang di ba ngunnya bernama Majelis Az-zikra mulai dikenal masyarakat. Gaya dakwah serta pesan damai yang disampaikannya cukup menyen tuh publik, memberikan nuansa berbeda bila diban - dingkan dengan metode-me tode pendakwah lainnya. Dengan bahasa zikir dan salawat serta nada-nada suara yang kalem dan khas serta mampu meng - getarkan hati, dakwah yang di - usungnya cukup mudah diterima. Dalam satu momen cera mah, Ustaz Arifin Ilham per - nah menyebutkan masalah kematian dan kehidupan di dunia.

“Hidup kita tidak lama di dunia ini dan hamba yang beriman tahu tugas utama di dunia adalah totalitas pengabdian kepada Allah SWT. Inilah jawaban untuk apa kita ada di dunia ini, wama khalaqtul jinna wal insa illa liya’buduun (tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk ibadah), Adz Dzariyat ayat 56,” tutur Ustaz Arifin. Kini penuturan dan penyampaian dakwah oleh Ustaz Arifin hanya bisa disaksikan melalui video, youtube dan media publikasi lainnya. Per ja lanan dakwahnya telah berakhir, namun setiap tuntunan yang diberikan akan terus menjadi rujukan umat. Selamat jalan Ustaz, selamat jalan sang Guru.

Haryudi/sri noviarni