Edisi 24-05-2019
Jangan Pelit


BISMILLAHIRROHMAN Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillah. Ashsholatu wassalamu ‘alaa rasulillahi wa’alaa aalihi washahbihi wamawwalah. Lahaula walaquwwata illabillah. Amma ba’du.

Ada orang yang berkata: wong puasa kok pelit. Misalnya gitu. Tentu ini ungkapan yang menunjukkan kontradiksi. Di satu sisi dia mengerjakan ibadah kepada Allah, tapi pada saat yang sama perbuatan dan hubungannya dengan sesama buruk. Termasuk sikapnya pelit. Bagaimana menyikapi seperti ini? Memang salah satu tujuan ibadah adalah kita memiliki akhlak yang baik. Dan, di antara ciri akhlak yang baik itu adalah orang tidak bersikap pelit dalam hidupnya. Sehingga kalau dikatakan orang berpuasa tujuannya bertakwa, ciri yang utama puasa itu apa? sikap sosialnya yang baik.

Dalam surah 3 ayat 134 Allah berfirman: Alladziina yunfiquuna fiis-sarraai wadh-dharraai. Orang-orang yang suka berinfak, itu sebagai orang bertakwa, dan itu semestinya buah dari orang yang beribadah berpuasa dengan baik. Maka Rasulullah SAW setiap Ramadan sikap sosialnya, ibadahnya, sedekahnya, melimpah. Artinya apa? Jangan pernah kita merasa bahwa suka berbagi itu akan mengurangi milik kita. Tidak sama sekali. Orang itu kalau bakhil, sebenarnya dia sedang pelit terhadap dirinya sendiri. Sebaliknya, kalau orang itu baik maka dia sedang baik kepada dirinya sendiri. In ahsantum ahsantum lianfusikum. Jika kamu berbuat kebaikan, kebaikan itu akan kembali kepada dirimu sendiri.

Rumusnya seperti itu. Cuma orang biasa menganggap apa yang kita berikan itu akan hilang. Tidak. Harta itu ada tiga. Pertama , yang kita konsumsi, jadi kotor. Kedua , yang kita simpan mungkin akan menjadi warisan atau rebutan. Ketiga , yang kita amalkan akan jadi tabungan kita nanti di akhirat. Maka jangan pernah menjadi orang yang pelit, karena Allah tidak suka dengan orang pelit terhadap sesama manusia. Sebaliknya orang yang jauh dari sikap pelit, hidupnya selalu berusaha berbuat baik, pasti akan beruntung.

Alquran sampai mengatakan dua kali: Waman yuuko syuhha nafsihi faulaaika humul muflihuun. Barang siapa yang tidak pelit, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Ingin beruntung? Jangan pelit. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

KH ALI NURDIN
Wakil Rektor Pendidikan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ)