Edisi 24-05-2019
Modi Janjikan India Jadi Negara yang Inklusif


NEW DELHI - Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi berjanji menyatukan negeri itu setelah meraih kemenangan dalam pemilu. Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin Modi meraih suara mayoritas dengan mandat kebijakan ramah bisnis dan sikap keras dalam keamanan nasional.

Data resmi dari Komisi Pemilu menunjukkan BJP unggul dengan 300 kursi dari 542 kursi yang diperebutkan dalam pemilu. Jumlah itu naik dari 282 kursi yang diraih pada 2014 dan lebih dari 272 kursi yang diperlukan untuk suara mayoritas di majelis rendah parlemen. Hasil pemilu itu akan menjadi yang pertama kali mayoritas oleh satu partai sejak 1984. “Bersama kami akan membangun India yang kuat dan inklusif,” tweet Modi di Twitter, dilansir Reuters. “India menang lagi!” ungkap Modi. Kemenangan Modi mendorong pasar keuangan karena para investor mengharap pemerintahannya melanjutkan reformasi ekonomi.

Dia akan menda - pat tekanan untuk me-nyediakan peluang kerja bagi puluhan juta pemuda yang masuk bursa kerja dalam beberapa tahun mendatang dan mengatasi turunnya pendapatan petani. “Tantangan segera adalah mengatasi isu tenaga kerja, isu pendapatan pertanian, dan memulihkan lagi sektor perbankan,” papar Madan Sabnavis, kepala ekonom Care Ratings di Mumbai. Meski demikian, melaksanakan janji persatuan akan sulit karena kampanye BJP sering bersifat memecah belah dan anggota minoritas muslim khawatir mereka diperlakukan sebagai warga kelas kedua.

Modi berjanji bersikap keras terhadap gerakan separatis di wilayah Kashmir yang mayoritas muslim. Sikap Modi itu menambah ketegangan dengan negara tetangga Pakistan yang bersenjata nuklir. Anggota partainya juga meminta Modi bersikap lebih keras dalam keamanan nasional.

Syarifudin