Edisi 24-05-2019
2020, Perbaikan Jalan Kewenangan Banten Rampung


SERANG - Untuk mewu jud kan jalan provinsi mantap 100% pada 2020, Pemprov Banten selain melanjutkan per baikan jalan kewenangan provinsi yang rusak, juga akan melebarkan jalan sesuai dengan standar.

“2020 jalan ke we nangan provinsi jalan man tap sekitar 20 km harus se le sai. Nanti ting - gal melebarkan ja lan-jalan yang belum sesuai de ngan standar provinsi, baik de ngan pem be - tonan maupun pengaspalan,” ujar Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) kemarin. Jalan-jalan yang akan di - lebarkan merupakan jalan ka - bupaten/kota atau desa yang dilimpahkan kewenangannya kepada provinsi sehingga perlu dilakukan peningkatan stan - dar sesuai dengan pera turan dan undang-undang. Kepala Badan Peren ca na an dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten Muhtarom mengatakan, pelebaran jalan dilakukan Pemprov Banten karena dua hal, yakni jalan ter sebut mengalami penyem pit an karena adanya jem bat an, gorong-gorong atau ba ngun - an, dan ada lahan yang belum di bebaskan.

Kemudian ada ke - naikan status jalan yang se be - lumnya adalah jalan ka bu - paten/kota atau jalan desa dan sewaktu masih berstatus jalan kabupaten/kota, lebar jalan masih pada kisaran 5-6 meter. Jalan-jalan itu mengalami kenaikan status karena ter - masuk jalan strategis dan ke - terbatasan penganggaran ka - bu paten/kota sehingga dise - rah kan penanganannya ke pro - vinsi agar lebih optimal. Jalan yang berada di daerah per ko - taan rata-rata me me nuhi stan - dar, bahkan mele bi hi 7 meter standar provinsi, se mentara wilayah Banten selatan dan timur seperti Pan deg lang, Lebak, dan Kabu pa ten Serang masih harus di le barkan.

“Harusnya kan minimal 7 meter. Ada beberapa ruas ja lan yang kurang dari itu, tapi kondisinya bagus. Maka itu kita penuhi standarnya. Nanti pelebarannya bertahap. Khu - susnya yang membutuhkan pembebasan lahan besar, pro - sesnya memakan waktu. Se ki - tar 5-7 ruas jalan yang akan di - le barkan,” ungkapnya. Kewenangan Pemprov Ban - ten juga memperbaiki atau membangun jalan yang ma suk infrastruktur kawasan stra - tegis, salah satunya ka was an Ka sultanan Banten Lama. “Apa lagi Kota Serang se bagai ibu kota provinsi, jadi Pak Gu - bernur fokus mela ku kan pem - benahan baik sisi trans portasi, infrastruktur jalan, bangunan maupun ta man dan seb a gai - nya. Selain memenuhi syarat ketentuan standar provinsi, Gubernur ingin ada keindahan dan ke nyamanan. Ada tro - toarnya, rambu-rambu, dan unsur pendukung lain,” ujar Muh tarom.

Sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pe na ta an Ruang (PUPR) Banten Hadi Soeryadi mengatakan, me la lui pembangunan infra struk tur yang berkelanjutan, kon disi jalan yang menjadi ke we nangan provinsi sekitar 98,01% dalam kondisi mulus ter catat hingga tahun ini. Se luruh ruas jalan milik provinsi ditargetkan ber - kondisi baik pada 2020. Pada 2019 Pemprov Ban ten membangun sepanjang 59,20 km dari total ruas jalan yang masih rusak sekitar 74,46 km atau 9,77% dari to tal jalan milik provinsi yang men capai 762,03 km. Pada 2020 tersisa 1,99% jalan yang ha rus diselesaikan.

Berdasarkan rekapitulasi kondisi jalan milik provinsi sejak awal 2018 hingga 2019, tercatat pada 2018 kondisi jalan provinsi yang mulus se panjang 641,78 km atau 84,22%, sementara jalan ru sak tercatat 120,25 km atau 15,78%. Kemudian Pemprov Ban ten pada tahun lalu telah mem ba - ngun 66,32 km se hing ga ruas jalan rusak ber ku rang menjadi 74,46 km atau 9,77% dari total jalan pro vinsi. Untuk total ruas jalan mulus sepanjang 687,56 km atau 90,23% dari total jalan provinsi 762,03 km. Adapun sisa jalan rusak sepanjang 15,13 km atau 1,99% tersebar di empat ruas ja lan, yakni Kronjo-Mauk se - pan jang 2 km, Cisauk-Jaha 1,10 km, Cipanas-Warung Ban ten 10 km, serta Tanjung Lesung-Sumur 2 km.

Teguh mahardika