Edisi 24-05-2019
Perwali Zakat ASN di Bogor Segera Diterbitkan


BOGOR - Wali Kota Bogor Bima Arya segera menerbitkan peraturan wali kota (perwali) tentang zakat, infak, dan sedekah bagi aparatur sipil negara (ASN).

“Sejauh ini belum (perwali), sifatnya baru edaran. Sekarang kita coba mak simalkan lagi karena APBD terba tas. Sementara kita banyak kebutuhan untuk pember daya an umat, rumah tidak layak huni, fakir miskin, anak telantar, pemberdayaan ekonomi warga, semua pokoknya,” ujar Bima di sela sosialisasi zakat mal bagi pejabat dan peng - usaha di Ruang Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, ke - marin. Dia berharap ditan da ta - ngani nya perwali dapat meng - optimalkan zakat profesi ASN, khususnya mereka yang sudah memenuhi nisab (batasan antara apakah kekayaan itu wajib zakat atau tidak). Pem - kot Bogor menargetkan pe ne - rimaan zakat lebih maksimal lagi melalui tiga hal.

Pertama , sosialisasi dan kampanye ten - tang konsep zakat kepada se - luruh muslim di Kota Bogor agar paham mengapa mereka harus berzakat. Kedua, mem - perbaiki kelembagaan atau ins titusi zakat agar penge lo - laannya l ebih profesional. “Ketiga, memaksimalkan atur an yang memungkinkan untuk memaksimalkan pene - ri maan zakat. Jadi, saya pu - tuskan minggu depan me nan - datangani perwali yang me - wajibkan dan akan memotong langsung otomatis zakat dari setiap penghasilan atau gaji ASN di Kota Bogor karena dimungkinkan secara aturan,” kata Bima. Adanya perwali diper ki ra - kan meningkatkan jumlah pe - nerimaan zakat mencapai Rp9 miliar-Rp11 miliar per tahun - nya.

“Semoga bisa dikelola dengan baik, disalurkan ke pa - da yang berhak secara trans - paran. Nanti ada per tang - gungj awaban semua,” ucap - nya. Dalam kesempatan itu Bima bersama Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim juga me nyerahkan zakat mal de - ngan nilai yang tidak di se but - kan. “Tadi bayar zakat juga se - telah dihitung-hitung kewa - jiban saya segitu. Itu 2,5% dari harta saya,” katanya. Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bogor Achmad Chotib Malik meng - apresiasi langkah Bima Arya yang menerbitkan Perwali tentang zakat bagi ASN.

“Semen tara ini kita punya target per bulan antara Rp900 juta hingga Rp1,1 miliar. Tapi ke - nya taannya kita baru me - nyentuh Rp900 jutaan per tahun, jauh banget. Sekarang dengan sikap wali kota mudahmudahan bisa tercapai karena zakat ini dibutuhkan untuk ma syarakat,” ujar Chotib. Zakat yang dihimpun akan disalurkan untuk lima pro - gram yang telah disiapkan Baznas Kota Bogor. “Seperti Bogor Sehat karena Baznas pu - nya klinik Ibnu Sina, ada juga bantuan untuk pengobatan kanker warga Bogor yang tidak mampu. Kemudian ada Bogor Cerdas di mana kami me nyiap - kan beasiswa dari SD hingga S- 1, lalu honor bagi guru ngaji,” jelasnya. Program lainnya adalah Bogor Berdakwah dengan me - re novasi masjid dan musala.

Baz nas juga membantu organisasi kemasyarakatan dan organisasi kepemudaan Islam, majelis taklim ber - kaitan dengan hari-hari besar Islam. Ada juga Bogor Peduli yang membantu warga dengan paket Senyum (sembako nyam pe rumah). Saat ini ada 300 ibu yang usianya 60 tahun ke atas yang menerima ban - tuan sembako dan uang tunai tiap bulannya. “Ke depan kita juga ingin mengembangkan pro gram ekonomi. Jadi, UKMUKM kita bantu. Kalau perlu kita buat semacam zona khu - sus untuk UMKM binaan Baz - nas,” ujar Chotib.

Haryudi