Edisi 24-05-2019
Waspadai Macet di Jalur Pantura Bekasi


BEKASI–Jalur mudik Lebaran yang rawan macet tak hanya di ruas tol Jakarta-Cikampek yang sedang ada pembangunan konstruksi jalur tol atas, tetapi juga di ruas jalan arteri atau jalur pantai utara (pantura) Bekasi.

Potensi kemacetan selama arus mudik dan balik Lebaran 2019 ini tidak hanya imbas dari pemberlakuan one way atau arus satu arah di ruas tol Jakarta- Cikampek, tapi juga ada faktor lain. “Di jalan pan tura wilayah kami, memang masih ditemui gangguan jalan yang dapat meng hambat para pemudik,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Be kasi Yana Suyatna di Bekasi, Jabar, kemarin. Gangguan itu seperti sa ra - na infrastrukturnya atau kondisi jalan yang terdapat lubang atau kerusakan jalan. Se lanjut nya, pasar tumpah di lima titik di jalur pantura, di an ta ranya pasar tumpah di Tambun, Cibitung, Pasar Lama, Sentra Grosir Cikarang (SGC), dan Lemahabang. Apalagi di beberapa ruas jalur mudik di wilayah setempat, juga masih terdapat per - lintasan kereta api sebidang.

“Keberadaan perlintasan ini justru menghambat laju ke cepat an pengendara motor di jalur pantura,” katanya. Selain itu, pihaknya me nge - luhkan soal minimnya lampu penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Gatot Subroto dan di Kali Ulu. Minimnya PJU dikha watirkan bisa menu run - kan tingkat kewaspadaan pe mu dik saat berkendara. Untuk itu, dia mendesak agar instansi terkait bisa me - nangani persoalan tersebut, sehingga potensi gangguan jalan di jalur mudik bisa di te - kan seminimal mungkin. “Kita harap bisa segera ditangani, karena prediksi kita puncak arus mudik di Kabu - paten Be kasi terjadi pada H-3 atau 2 Juni dan arus balik H+3 atau 8 Juni,” tegasnya.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Bekasi Ce - cep Supriadi memprediksi se - lama musim mudik bakal ter - jadi kemacetan di jalur pantura Bekasi. Kemacetan itu dipicu akibat adanya pemberlakuan sistem satu arah di ruas tol Jakarta-Cikampek. “Pe ning - kat an kendaraan berkisar 30% di jalur arteri,” katanya. Menurutnya, dari Km 29 GT Cikarang Utama-Km 262 GT Brebes Barat akan di ber laku - kan searah ke sisi timur pa da 30 Mei-2 Juni menda tang selama 24 jam. Kebijakan ini membuat pengendara dari arah timur berpindah ke jalur arteri menuju arah barat. Se baliknya pa - da 8-10 Juni, dari Km 188 GT Palimanan-Km 29 GT Cikarang Utama akan di ber lakukan searah menuju barat.

Kebijakan ini juga membuat pengendara dari arah ba - rat menuju timur berpindah ke jalur arteri menuju arah timur. Guna memperlancar jalan ar - teri atau jalur pantura di wi - layah setempat, Dinas Per hu - bungan Bekasi bakal menutup tempat putaran balik. Tercatat ada 98 putaran balik ken da ra - an di sepanjang jalur pantura di Kabupaten Bekasi. Cecep menjelaskan, pu tar - an balik itu berada di 12 jalur mudik di jalur pantura.

Ada pun 12 titi jalur mudik itu ada lah Jalan Diponegoro, Jalan Sultan Hasanudin, Jalan Raya Teuku Umar, Jalan Raya Imam Bonjol, Jalan Raya Fatahillah, Jalan H. Oemar Said Cokro ami noto, Jalan Yos Sudarso, Jalan Gatot Subroto, Jalan RE Marta di na - ta, Jalan Urip Su mo harjo, Jalan Raya Rengas Ban dung, dan Ja - lan Raya Pa cing Bekasi. Se dang - kan untuk jalur mudik, di Jalan Raya Ins peksi Kalimalang tidak ada pu taran balik kendaraan karena ruas jalannya hanya terdapat dua jalur. “Ke ba nyak - an melin tasi melalui Ka li ma - lang,” tegas nya.

DPR Minta Trip dan Jumlah Kapal Ditambah

Terpisah, terkait dengan 4,5 juta orang yang diperkirakan akan melalui lintas penye be ra - ngan jalur laut pada masa mudik Lebaran 2019 serta berpotensi terjadinya lonjakan penum - pang dan penumpukan antrean kendaraan, Ketua DPR Bam - bang Soesatyo (Bamsoet) me - nga takan bahwa jumlah terse - but meningkat 2,8% dari 2018. Karena itu, pihaknya men - do rong Kementerian Per hu - bung an (Kemenhub) bersama de ngan PT Angkutan Sungai Da nau dan Penyeberangan (ASDP) untuk mengantisipasi hal tersebut dengan menambah trip perjalanan dan jumlah kapal, kapal berkapasitas besar sehingga dapat menampung lebih banyak penumpang.

“Juga perlu menyiapkan dermaga tambahan serta me nambah loket masuk pelabuhan hing ga pengaturan arus ken daraan guna meminimalisasi terja dinya lonjakan penumpang atau pun penumpukan antrean kendaraan,” ujar Bamsoet di Jakarta kemarin. Pihaknya juga mendorong syahbandar untuk memeriksa kelaikan kapal dan batasan jum - lah penumpang. “Kami juga men dorong Kemenhub meminta PT ASDP untuk mem per pendek waktu sandar, mem per banyak krulashing (metode pengikatan barang/kargo), hing ga mempercepat waktu bongkarmuat pada masing-masing armada kapal, guna mengurai an - trean kendaraan yang ingin menyeberang,” tuturnya.

Kemenhub juga diminta untuk terus mempersiapkan sa rana mudik serta melakukan pengecekan kelaikan pada moda transportasi laut yang harus sesuai dengan standar ope ra sio nal prosedur, guna men ja min keamanan dan keselamatan penggunajasaangkutanlaut.“ Ma syarakat yang akan me lakukan perjalanan mudik meng gu nakan moda transpor tasi laut agar dapat mematuhi aturan yang berlaku pada angkutan laut serta mengikuti arah an dari petugas guna ke nyamanan dan kese lamatan bersama,” katanya.

Abdullah m surjaya/ abdul rochim