Edisi 24-05-2019
50 Titik Diprediksi Ganggu Arus Mudik di Jabar


BANDUNG –Sebanyak 50 titik kemacetan diprediksi terjadi di Provinsi Jawa Barat (Jabar) selama arus mudik Lebaran 2019. Puluhan titik kemacetan tersebut tersebar di jalur selatan, tengah, dan utara Jabar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar Hery Antasari mengatakan, kemacetan di se - bab kan melonjaknya jumlah kendaraan yang melintas saat arus mudik hingga kendala di lapangan, seperti persimpangan jalan dan pasar tumpah. “Sedikitnya ada 21 titik ke - macetan di jalur utara yang di - dominasi karena adanya pasar tumpah, sisanya menyebar di jalur selatan dan tengah Jabar,” ungkap Hery di Bandung, Ja - bar, kemarin. Khusus di jalur selatan dan tengah, kemacetan umumnya terjadi akibat lonjakan jumlah kendaraan yang melintas.

Hery memprediksi jalur selatan mu lai Puncak, Kabupaten Bogor hingga Banjar akan dipadati ken daraan pemudik. “Sementara kema cetan diprediksi ter jadi se - telah pintu tol keluar Ci leunyi, Rancaekek, Nagreg, Limbangan, dan Malangbong,” sebut Hery. Hery melanjutkan, dari to tal jumlah pemudik yang men capai 3,7 juta yang masuk wi la yah Ja - bar, 1,7 juta pemudik di an ta ra - nya diprediksi melintasi jalur tol Cikampek-Palimanan (Cipali). Sementara1,2jutape mudiklain - nya melintas di jalur pantura. “Sisanya, sekitar 500.000 pe - mudik diprediksi melintas di ja - lurselatandantengah. Jadi, to tal sekitar 3,7 juta pemudik yang masuk ke Jabar,” ter ang nya.

Terkait moda transportasi umum yang akan digunakan pemudik, Herymenyebutkanbah - wa sekitar 4.400 bus siap meng - antarkan pemudik ke berbagai tujuan di Jabar, sedangkan ke - reta api tersedia 164 rangkaian plus 58 rangkaian lokal dengan kapasitas penumpang men ca - pai 60.000 orang setiap harinya. “Sementara untuk angkutan udara, sedikitnya ada 53 pe ner - bangan dengan kapasitas ku - rang lebih 7.643 penumpang per harinya,” sebut Hery. Disinggung kesiapan jalan, Hery menerangkan bahwa ber - dasarkan survei Badan Pene li - tian dan Pengembangan (Balit - bang) Kementerian Perhubung an (Kemenhub), 37% ja lan di Jabar butuh perbaikan. “Itu angka ketika survei se bu lan lalu, mudah-mudahan su dah ada perbaikan. Jadi yang laik nya ini kurang lebih 63%,” ujarnya.

Pihaknya pun meng an ti si - pasi gangguan cuaca selama arus mudik berlangsung. Ter - lebih, hampir seluruh wilayah di Jabar tergolong rawan ben - ca na. Meski begitu, kata Hery, wilayah yang memiliki potensi bencana paling besar berada di tengah dan selatan Jabar. “Meski BMKG mem pre - diksi Juni sudah masuk kema - rau, tetap harus diwaspadai ka - re na masuk dalam ekor musim penghujan. Artinya, kemung - kinan masih ada hujan mes - kipun dalam intensitas kecil,” tandasnya. Sebelumnya, Dirjen Per hu - bu ngan Darat Kemenhub Budi Setyadi mengatakan 3,7 juta warga Jakarta, Bogor, Depok, Ta ngerang, dan Bekasi (Jabodetabek) diprediksi akan mu dik keberbagaiwilayahdiJabarpada musim mudik Lebaran 2019 ini.

MenurutBudi, tigawilayahdi Jabar diprediksi bakal men jadi tujuan utama pemudik asal Jabodetabek, yakni Bandung Raya, Tasikmalaya, dan Garut, dengan rincian Bandung Raya sebanyak 775.577 pemudik, Garut 230.941 pemudik, dan Tasikmalaya 213.630 pemudik. Dari total 3,7 juta pemudik asal Jabodetabek itu, 40% di an - taranya diprediksi akan me - lintasi jalan tol. Selain melalui tol, sebagian pemudik juga di - prediksi melintasi jalur pantura. “Untuk puncak arus mudik di - prediksi terjadi pada 31 Juni hingga 2 Juli 2019, sedangkan arus balik diprediksi terjadi pa - da 9 Juli hingga 11 Juli 2019 mendatang,” jelasnya.

Agung bakti sarasa