Edisi 24-05-2019
98 Perusuh di Pontianak Positif Narkoba


PONTIANAK - Sebanyak 98 dari 203 perusuh di Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), yang ditangkap polisi pascakerusuhan positif pengguna narkoba. Bahkan tiga di antaranya ditemukan membawa narkotika jenis sabu saat ditangkap.

Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, setelah melakukan pendataan, se bagian besar mereka hanya ikut-ikutan dan terpengaruh narkoba. Dari hasil tes urine yang dilakukan, sebanyak 98 orang positif pengguna nar koba, bahkan ditambah tiga orang ditemukan membawa sabu. Sementara 76 orang lainnya kedapatan membawa senjata tajam, pelaku perusakan dan penyerangan. “Meski mereka se luruhnya dibebaskan atau di - kembalikan kepada pihak keluarga, proses hukum penyi di - kan tetap dilakukan,” kata Didik kemarin. Kota Pontianak pada Rabu (22/5) lalu mencekam.

Sejumlah massa membakar Pos Lan - tas Tanjung Raya dan sebuah mobil di Simpang 4 Tanjung Raya. Polda Kalbar bersama Pol resta Pontianak berhasil me nangkap 203 perusuh. Tu - rut diamankan barang bukti sen jata api rakitan, senjata ta - jam, bom molotov, kembang api, dan sebagainya. Kemarin ratusan perusuh yang ditangkap dipulangkan ke pada orang tua masing-ma - sing. Mereka mendapat ja min - an dari Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji saat dila ku - kan mediasi antara Sultan Pon - tianak Syarif Mahmud Melvin Alkadrie dan keluarga korban. Turut hadir Kapolda Irjen Pol Didi Haryono dan Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Herman Asaribab.

Sultan Pontianak Syarif Mah mud Melvin Alkadrie me - negaskan akan menjamin ke - amanan dan ketertiban pas ca - kerusuhan. Sultan juga men ja - min kekondusifan masyarakat di wilayah Kecamatan Pon ti - anak Timur untuk tidak mem - buat kejadian seperti pada 22 Mei 2019. Kantor Polsek Tambe lang - an, Sampang, Madura juga di - ba kar massa hingga rata de - ngan tanah pada 22 Mei lalu. Pem bakaran berawal dari se ke - lompok massa yang datang se - cara tiba-tiba ke Kantor Polsek Tambelangan. Mereka kemu - dian melempari kantor itu dengan batu. Polisi berupaya menghalangi, tapi tidak diin - dah kan. Perlahan jumlah massa semakin banyak dan be - ringas hingga akhirnya mereka melakukan pembakaran.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menduga, motif massa membakar Kantor Pol - sek Tambelangan di Sampang akibat termakan hoaks atau kabar bohong. Warga setempat mendapat kabar ada salah satu warga Madura yang ditangkap polisi saat aksi di Jakarta. Dengan tegas Luki menga - ta kan bahwa kabar tersebut ti - dak benar. Pihaknya sudah ber - koordinasi dengan aparat ke - amanan yang ada di Jakarta. Ha silnya, memang tidak ada warga Madura yang ditangkap polisi saat menggelar aksi di Ibu Kota. “Sekali lagi saya katakan, tidak benar ada warga Madura yang ditangkap di Jakarta. Kami telah men-sweeping ma - sya rakat Madura yang hendak ke Jakarta,” katanya.

Kapolda tidak meng ingin - kan kejadian pembakaran Ma - polsek Tambelangan, Sam - pang, terulang kembali. Kepala daerah hingga tokoh agama di Sampang diminta untuk ber - gandeng tangan mencari solusi agar tidak terjadi kasus serupa. “Terima kasih kepada tokohtokoh agama, ulama, pemuda yang ada di Sampang. Kami di - fasilitasi Ibu Gubernur dengan Pak Pangdam, kami bisa ber - tatap muka terkait dengan ke - jadian semalam,” ungkapnya. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meng ung - kap kan, silaturahmi dengan para ulama, tokoh agama dan masyarakat menjadi solusi meredam terjadinya konflik. Utamanya di kasus pem ba - karan Kantor Polsek Tam be - langan, Sampang.

Solusi ini tidak hanya di Sampang, tetapi juga di seluruh Jatim. Menurut dia, silaturahmi bisa menyambungkan kese pa - haman, persepsi dan pikiran antara pemerintah, Forko pimda, tokoh agama, tokoh ma syarakat, serta masyarakat. Sebab kesepahaman melahirkan saling mempercayai. “Ini sila turahmi yang mudah-mu dahan para kyai bisa memper sambungkan kesepakatan kita dalam merawat umat, dalam merawat kehidupan ma sya ra - kat,” ujarnya di sela-sela kun - jungannya meninjau Mapolsek Tambelangan.

Lukman hakim/ sindonews