Edisi 24-05-2019
BPN Klaim Demokrat Resmi Tinggalkan Prabowo-Sandi


JAKARTA - Partai Demokrat secara resmi meninggalkan Koa lisi Indonesia Adil Makmur (KIAM) yang mengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

Dalam gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) pun Demokrat cuci tangan. Hal itu terungkap saat muncul video yang diunggah Juru Bicara (Jubir) Badan Pemenang an Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, dan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding. Video itu ber isi adegan serah terima Ketua Divisi Hukum dan Advokasi DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean, yang sebelum nya menjadi jubir BPN kepada elite TKN. Hal ini dil a ku - kan mereka sesuai acara talkshow Mata Najwa, Rabu (22/5) malam. Video tersebut juga sem pat di-retweet oleh Ferdinand.

Hal itu juga dibenarkan Andre bahwa Demokrat sudah menyampaikan pindah haluan politik pascapenetapan pe me - nang pemilu oleh Komisi Pe mi - lih an Umum (KPU). “Dia (Fer - dinand) sudah cerita, kita (De - mo krat) pindah (haluan poli - tik). Ya sudah, kalau pindah kita serah terimain saja. Ayo kita bi - kin videonya ya lucu-lucuan saja,” kata anggota Badan Ko - mu nikasi (Bakom) DPP Partai Gerindra itu saat dihubungi wartawan di Jakarta kemarin. Andre menjelaskan, ia me nye - rah terimakan Ferdinand yang sebelumnya merupakan perwa - kil an Partai Demokrat di BPN ke pada TKN yang diwakili Abdul Kadir Karding. Hal ini juga disaksikan oleh elite TKN lain nya, Meutya Hafid, dan Direktur Eksekutif Charta Poli ti - ka Yunarto Wijaya. “Disaksikan oleh Yunarto dan Meutia Hafid,” imbuhnya.

Andre juga menyampaikan terima kasih atas kebersamaan Ferdinand di BPN selama 8 bu - lan ini. Tapi yang jelas sikap elite Demokrat dan Ferdinand se la - ma ini sudah menunjukkan si - kap akan keluar dari koalisi ini. Ja di apa yang dilakukan dalam video itu menunjukkan ke ada - an sebenarnya. “Ya simbol bah - wa Demokrat akan berpindah ke TKN,” tegasnya. Dihubungi terpisah, Ketua Divisi Hukum dan Advokasi DPP Partai Demokrat Fer di - nand Hutahaean mengaku Par - tai Demokrat hingga saat ini be - lum pernah menya ta kan ber ga - bung secara resmi de ngan pe - me rintahan. Karena posisi De - mo krat tetap sebagai partai pe - nyeimbang saat ini. Dan De - mokrat akan men du kung kebi - jakan yang baik dan pro rakyat serta akan menolak kebijakan yang tidak prorakyat.

“Nanti di pemerintahan pe - riode kedua Jokowi, Demokrat juga belum bersikap apakah akan bergabung atau tidak. Tapi yang pasti Demokrat se ma ngat - nya hanya untuk membangun bangsa dan negara dalam situa - si damai,” terang Ferdinand. Sementara itu Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Pa sangan Calon 01 Joko Wi do - do (Jokowi)-KH Ma’ruf Amin, Asrul Sani, menuturkan, koalisi itu kesepakatan politik dan itu sifatnya dinamis. Hal ini sangat tergantung dari apa yang ditawarkan pihak yang ingin berkoalisi dan apa yang bisa diberikan dalam peran-peran politik dan pemerintahan oleh pasangan 01 dan parpol yang ter gabung dalam Koalisi Indo - ne sia Kerja (KIK).

Kiswondari/abdul rochim