Edisi 26-05-2019
Potret Politik Hukum Era


Jokowi Kajian politik hukum selalu menarik untuk diperbincangkan. Politik hukum merupakan aktivitas untuk menentukan suatu pilihan mengenai tujuan dan cara-cara yang hendak dipakai untuk mencapai tujuan hukum dalam masyarakat (Satjipto Rahardjo).

Buku ini berusaha memotret kebijakan hukum selama era pemerintahan Jokowi. Buku dengan sampul gambar siluet Presiden Jokowi ini dari judulnya cukup menarik, yakni “Politik Hukum Era Jokowi”.

Tentu saja di dalamnya dibahas mengenai dinamika kebijakan publik dan hukum selama era pemerintahan Presiden Jokowi, 4,5 tahun terakhir ini. Buku yang terdiri atas tujuh bab ini membahas beragam topik yang terkait dengan bidang hukum dan kebijakan publik.

Dari semua bab yang tersedia, terdapat satu benang merah yang kuat, yakni buku ini mendorong adanya perubahan di berbagai bidang yang dibahas. Buku terbitan Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Hukum (Puskapkum) ini terdiri atas tujuh bab, berisikan kumpulan tulisan yang sebelumnya terbit di sejumlah media massa, yaitu mengenai sejumlah isu yang pada masanya men jadi tren topik pembicaraan di publik selama 4,5 tahun era pemerintahan Presiden Jokowi.

Menariknya, penulisan buku ini menggunakan kon sep kolaborasi, yakni perpaduan tulisan antara dosen dan mahasiswa menjadi satu bagian dalam satu buku utuh. Dalam pengantar buku ini Penerbit Puskapkum menitik beratkan kampanye literasi bagi kalangan mahasiswa dan generasi muda.

Dalam buku ini setiap tulisan dikelompokkan dalam suatu bab berdasarkan kesamaan tema. Adapun materi yang tertuang di dalamnya juga cukup variatif dan kompleks.

Misalnya Bab I buku ini membahas reformasi legislasi, Bab II mengenai reformasi lembaga parlemen, Bab III tentang politik pem berantasan korupsi, Bab IV membahas dinamika pelaksanaan otonomi daerah, Bab V berisi perihal reformasi po litik dan pemilu, Bab VI mengenai perjalanan reformasi lembaga peradilan, dan Bab VII membahas supremasi hukum dan HAM.

Kendati buku ini ditulis dalam bentuk bunga rampai, bukan berarti tulisan dalam buku ini mengabaikan kaidah dalam penulisan ilmiah. Buktinya di bagian akhir buku disertakan daftar pustaka yang menjadi rujukan bagi setiap penulis dalam menulis gagasannya.

Membaca buku bertemakan politik dan hukum terkadang menjadi momok tersendiri bagi masyarakat. Sebab pada umumnya buku dengan tema ini dikemas dengan bahasa yang tidak mudah dipahami orang awam.

Namun hal tersebut tidak bakal dijumpai saat membaca buku setebal 285 halaman ini. Penulisan bergaya pop dengan kemasan bahasa yang lugas dan mudah dimengerti serta tidak bertele-tele menjadi salah satu kekuatan buku ini. Namun buku ini bukan buku recehan.

Salah satu keunikan lain dari buku ini, karena ditulis oleh beberapa penulis dengan latar belakang berbedabeda, buku ini mengkaji suatu persoalan hukum tidak hanya dari satu perspek if. Juga dengan pemikiran yang out of the box sehingga menjadikan buku ini layak untuk dijadikan referensi dalam memperluas wawasan.

Selain itu buku ini memuat kajian dinamika hukum di era 4.0 yang belum banyak diulas oleh buku lain yang mem bahas hal tersebut. Berbeda halnya dengan buku-buku yang hanya mem bahas teori politik hukum, buku ini mendeskripsikan bagaimana implementasi sistem politik hukum yang terjadi di lapangan dalam era Presiden Jokowi.

Di titik ini, buku ini terasa kontekstual, tidak berjarak dari realitas di lapangan. Buku ini merekam dinamika politik suatu pemerintahan yang dipersembahkan kepada khalayak. Hadirnya buku ini memberikan sumbangan literatur yang bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya.

Buku ini layak dimiliki oleh pemerhati, praktisi hukum, termasuk mahasiswa S-1, S-2 serta S-3 fakultas hukum. Buku ini layak dimiliki penyelenggara negara baik eksekutif, legislatif mau pun yudikatif. Setidaknya, dari se jum lah catatan kritis ini ada ikhtiar per baik an di waktu-waktu mendatang.

a vanka atalarik & miftahulvi d ashari

mahasiswi fakultas hukum universitas bhayangkara jakarta raya