Edisi 26-05-2019
Berzakat Fitrah untuk Kesucian Diri


Satu-satunya jenis zakat yang terkait secara langsung dengan ibadah puasa Ramadan adalah zakat fitrah.

Zakat fitrah hukumnya wajib bagi setiap jiwa muslim yang berada di bulan Ramadan, baik orang dewasa maupun anak-anak. Kewajiban ini juga berlaku bagi mereka yang meninggal di bulan Ramadan.

Penyaluran zakat fitrah menurut ketentuan sunah Nabi diprioritaskan untuk kecukupan pangan dan kegembiraan fakir miskin menyambut hari raya.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi SAW, “Rasulullah telah memfardukan (mewajibkan) zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkataan yang keji dan sia-sia dan untuk menjadi makanan bagi orang yang miskin” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah). Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) M Fuad Nasar mengemukakan, sejalan dengan ketentuan syariah dan kontekstualisasi kehidupan beragama di Tanah Air, zakat fitrah dapat berupa beras (makanan pokok) atau dapat diganti dengan uang yang senilai dengan harga beras yang dikonsumsi sehari-hari.

Syarat dan tata cara penghitungan zakat fitrah tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) No 52 Tahun 2014. Menurut Fuad Nasar, PMA memberi panduan bahwa zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk beras atau makanan pokok seberat 2,5 kg atau 3,5 liter per jiwa.

Kualitas beras atau makanan pokok sesuai dengan yang dikonsumsi sehari-hari. “Beras atau makanan pokok dapat diganti dalam bentuk uang senilai harga 2,5 kg atau 3,5 liter beras,” urainya.

Mengenai waktu membayar zakat fitrah, Fuad menjelaskan bahwa itu dimulai sejak awal Ramadan dan paling lambat sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri tanggal 1 Syawal. “Zakat fitrah disalurkan kepada fakir miskin paling lambat sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri,” tegasnya.

“Setiap daerah bisa berbeda nilai zakat fitrahnya bila diukur dengan nilai uang sesuai harga makanan pokok yang dikonsumsi dalam suatu keluarga,” tambahnya.

Fuad mengimbau panitia zakat fitrah di masjid-masjid dan musala, termasuk apabila ada lembaga zakat yang menerima titipan zakat fitrah, agar menyalurkannya kepada fakir miskin secara tepat dan benar.

Selain itu panitia juga harus melaporkan rekapitulasi data penerimaan dan penyaluran zakat fitrah ke Baznas setempat dengan tembusan kepada Kementerian Agama untuk kepentingan integrasi data zakat secara nasional.

Fuad Nasar mengajak Kementerian Agama di setiap provinsi supaya memantau pelaksanaan pengumpulan dan pendistribusian zakat fitrah di wilayah masingmasing. Peran aparatur negara adalah memastikan zakat fitrah yang dihimpun dari umat dapat disalurkan sesuai dengan ketentuan agama.

“Kita tidak ingin mendengar adanya berita bahwa zakat fitrah dikelola tanpa panduan. Misalkan hak amilnya dibagi-bagi melampaui ketentuan dan sebagainya. Kami yakin panitia zakat fitrah di masjid dan musala pada umumnya adalah orangorang yang alim dan tepercaya di lingkungan masyarakatnya.” tegas Fuad.

Sementara itu Baznas terus meningkatkan layanan zakat digital untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menunaikan kewajibannya, yakni berzakat, infak, dan sedekah.

Manajer Penghimpunan Digital Baznas, Hafiza Elvira Nofitariani, mengatakan pemanfaatan teknologi dalam layanan zakat dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Layanan zakat Baznas mem berikan kemudahan masyarakat yang memiliki kesibukan tersendiri dan belum memiliki waktu luang untuk menunaikan zakatnya,” kata Hafiza.

Dia mengatakan umat Islam yang ingin menunaikan zakatnya melalui layanan digital Baznas bisa mengunjungi laman baznas.go.id/ bayarzakat. Melalui laman tersebut, masyarakat bisa memilih untuk menunaikan infak atau zakat mal, zakat fitrah, ataupun zakat penghasilan.

Hanya dengan mengisi nama lengkap, nomor telepon, dane - mail, kemudian tinggal pilih metode pembayaran melalui transfer antarbank atau Go-Pay . Dalam pilihan pembayaran, masyarakat juga bisa menggunakan layanan PayPal ataupun pindai menggunakan QR c ode dari layanan dompet digital seperti LinkAja, Go-Pay , atau Ovo.

Untuk menghitung besaran zakat yang harus ditunaikan, bisa melalui baznas.go.id/ kalkulatorzakat. Dalam layanan zakat fitrah, Baznas telah mengumumkan untuk besarannya adalah Rp40.000.

“Zakat, infak, dan sedekah yang terkumpul akan disalurkan oleh Baznas kepada para mustahik sesuai syariat, yakni 8 asnaf. Tidak hanya melalui penyaluran bantuan secara langsung, Baznas juga menyalurkannya melalui program-program pem berdayaan mustahik di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial dakwah,” sebutnya.

dita angga