Edisi 26-05-2019
Kekuatan dan Makna Kata


Walau tidak banyak dialog, pertun juk an teater minikata (per tun jukan dengan sedikit dialog) bertajuk “KBHGN” benar-benar menghibur dan membuat bergeming para penikmat seni yang memadati Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, sore itu.

Selama kurang lebih 60 menit, kerja kreatif hasil kolaborasi Teater Suara Inspirasi Muda (SIM) dengan Yajugaya Divisi Kesenian ini juga mampu menyampaikan kekuatan makna kata dan pesan yang tersirat dalam pertunjukan tersebut.

Pertunjukan KBHGN yang di sutradarai Arsi Ramadhan ini menceritakan tentang masa depan, di mana ketika mata tidak lagi bertemu mata, hingga kepedulian akan sesama menjadi hal langka.

Kisah yang mengandung makna sangat dalam ini dipaparkan melalui monolog, dialog, dan kepingan sketsa cerita. Pertunjukan ini juga dimeriahkan pemain yang berasal dari berbagai bidang, seperti pekerja kantoran, pekerja lepas, mahasiswa, dan pelajar yang rindu akan panggung.

Perwakilan dari Yajugaya dan penulis naskah dari KBHGN Randhy Prasetya mengungkapkan, pertunjukan ini terinspirasi dari kemajuan teknologi yang tidak selalu sinergis dengan kemajuan penggunanya.

Lahirnya beragam teknologi yang kian pesat membuat banyak generasi muda yang tertidur dan kurang peka dengan apa yang terjadi di sekitarnya. “Semoga per tunjukan KBHGN bisa membangunkan para generasi muda dari tidurnya sehingga perkembangan teknologi dan para penggunanya dapat maju dengan bersinergis,” ujar Randhy.

Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian menyatakan, pementasan KBHGN merupakan rangkaian pertunjukan bertajuk Wanita dan Sastra persembahan Bakti Budaya Djarum Foundation, yang ditampilkan sepanjang Mei.

Teater SIM sendiri masuk mekanisme Festival Teater Jakarta (FTJ) pada 1994, yang kemudian lulus dan meraih predikat senior oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada 2002.

Selanjutnya, kelompok ini meraih hak berpentas secara berkala di Taman Ismail Marzuki (TIM), dan sejak itu setiap tahunnya mereka selalu memproduksi pentas teater sampai sekarang dan telah meraih penghargaan berbagai festival di Jakarta.

Kelompok ini didukung orang-orang muda sebagai anggotanya. Gemar menjajaki berbagai kemungkinan bentuk pemanggungan, Teater SIM selalu tampil dengan gaya berbeda di setiap pementasan yang dibawakannya.

Pertunjukan teater yang sering sarat makna pun dikemas menjadi hiburan dengan gagasan segar, menggelitik, dan menggoda. Sementara Yajugaya Divisi Kesenian merupakan kelompok yang berisikan personal berbeda-beda, tapi satu angguk dalam menyampaikan informasi secara “ya juga ya” kepada para audiens.

“Kami harap, pertunjukan ini menjadi sebuah sajian yang menginspirasi para seniman muda dalam menciptakan pertunjukan seni yang berkualitas dan terus mendukung kemajuan seni pertunjukan Indonesia,” ujar Renitasari Adrian.

hendri irawan