Edisi 26-05-2019
Akhir Mengecewakan


REIMS– Paris Saint Germain (PSG) gagal mewujudkan ambisinya untuk menutup kompetisi Ligue 1 musim 2018/2019 dengan kemenangan.

Jangankan meraih poin, Les Parisiens malah mendapat malu saat bertandang ke markas Reims. Kunjungan PSG ke Stade Auguste-Delaune II, Sabtu (25/5), tidak berakhir sesuai dengan rencana. Harapan meng gelar pesta justru berujung duka lantaran tumbang 1-3.

Pada laga tandang itu, armada Thomas Tuchel tidak mampu berbuat banyak. Tuan rumah bisa unggul dulu 2-0 lewat Abdul Baba Rahman (36) dan Mathieu Cafaro (56). PSG memang bisa membalasnya setelah Kylian Mbappe meneruskan umpan Edinson Cavani pada menit ke- 59, tapi gol Pablo Chavarria saat injury timemerusak asa tim tamu.

“Tentu saja ini bukan hasil yang kami inginkan. Kami sebenarnya mampu mengawali pertandingan dengan baik pada 15 menit pertama. Setelah itu, kami kehilangan disiplin, organisasi, serta determinasi,” kilah Tuchel di laman resmi PSG.

Hasil ini memang tidak berpengaruh lagi bagi PSG karena sudah sejak 21 April lalu dipastikan sebagai Juara Ligue 1, tapi ini tetap saja merusak nama baik klub. Pasalnya, Angel di Maria dkk kini sudah menelan lima kekalahan di kompetisi domestik dan hanya mendulang 91 poin.

Itu lebih buruk dibandingkan ketika merajai musim lalu yang bisa meraup 93 poin dan hanya tiga kali takluk. Apalagi sebelumnya PSG juga gagal bersinar di Liga Champions, Coupe de France, dan Coupe de la Ligue.

Langkah PSG di Liga Champions hanya sampai 16 besar karena disingkirkan Manchester United (MU). Sementara di Coupe de la Ligue terhenti di perempat final. Lalu, saat Coupe de France cuma jadi runners-uplantaran kalah adu penalti 5-6 dari Stade Rennais.

“Kami mampu memperlihatkan reaksi yang baik setelah lawan mencetak gol kedua. Tapi, kami tidak menunjukkan hal yang sama pada pertandingan tadi. Kami tidak ingin kalah dan saya sangat kecewa karena mengakhiri musim dengan cara tidak baik,” kata Tuchel.

Kekalahan ini diyakini akan membahayakan posisi Tuchel. Pelatih asal Jerman itu sekarang terancam didepak meski masih punya kontrak hingga 30 Juni 2020. Sebab dia gagal memulihkan performa pasukannya.

Terbukti Tuchel hanya meraih tiga kemenangan dari 10 pertandingan terakhir di semua kompetisi, selebihnya dua imbang dan lima kalah. Selain itu, sejumlah calon pelatih anyar PSG mulai beredar, seperti Carlo Ancelotti.

Meski demikian, Tuchel tetap optimistis akan terus berada di Parc des Princes pada musim depan. Namun, dia juga tidak menampik apapun bisa terjadi dalam sepak bola. Mantan nakhoda Borussia Dortmund itu menyerahkan semua keputusan pada pihak manajemen.

“Saya pikir, saya bisa berkata iya (saya akan bertahan). Tapi, dalam sepak bola, itu bisa berubah setiap hari. Anda sering bertanya kepada saya, tapi saya ada di sini. Dan jika harus berubah, itu bukan karena kemauan saya,” kilah Tuchel.

Namun, seandainya tetap bertahan, Tuchel bakal dihadapkan sejumlah tugas sulit. Selain harus membangkitkan kepercayaan diri pasukannya, dia juga harus mendisiplinkan pemain bermasalah di antaranya Neymar.

Neymar mendapat sorotan karena meninggalkan PSG secara diam-diam. Penyerang berusia 27 tahun itu diberitakan mengikuti pemusatan latihan bersama timnas Brasil tanpa memberitahukan terlebih dahulu kepada Tuchel.

Skuad Brasil sudah berada di Terespolis sejak Rabu (22/5) untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti Copa America 2019. Akibatnya, Neymar absen dalam sesi latihan bersama PSG, Kamis (23/5), dan juga tidak ikut tampil melawan Reims.

“Bukan saya yang melepas Neymar. Ini bukan keputusan dalam aspek olahraga. Bukan saya yang membuat keputusan untuk melepas dia atau tidak. Saya tidak tahu tentang itu.

Saya bukan ayahnya, bukan polisi, bukan detektif,” kata Tuchel. Apa pun itu, kekalahan dari Reims membuat sejumlah pihak kecewa, termasuk Mbappe. Pasalnya, penyerang muda asal Prancis itu gagal mendompleng Lionel Messi dalam perebutan Sepatu Emas Eropa.

Dia kini hanya mendulang 33 gol, tertinggal tiga gol dari Messi. Sementara itu, AS Monaco terhindar dari degradasi meski kalah 0-2 dari Nice di Allianz Riviera.

Tim asuhan Leonardo Jardim itu akan tetap tampil di Ligue 1 karena menempati posisi 17 dengan 36 poin, yang dipastikan turun kasta adalah Guingamp dan Caen.

m mirza