Edisi 27-05-2019
KA Pangrango Kurangi Beban Lalu Lintas di Bogor


BOGOR –KA Pangrango relasi Bogor-Sukabumi menambah frekuensi perjalanan dari enam kali menjadi 12 kali dalam satu hari. Tambahan jadwal KA Pangrango ini semakin me mudahkan masyarakat untuk melakukan perjalanan dari Bo gor menuju Sukabumi maupun sebaliknya.

“Kondisi jalan raya rute Bogor-Sukabumi kerap mengalami kemacetan sehingga kereta api menjadi alternatif mo da transportasi pilihan ma sya rakat. Kereta juga ditujukan ba gi masya rakat yang hendak berekreasi ke Kota Bogor mau pun Sukabumi yang terkenal dengan po - tensi wisatanya,” ujar Executive Vice President Daop 1 Jakarta R Dadan Rudiansyah, kemarin. KA Pangrango tambahan ini sama dengan kereta se be lum - nya, yakni memiliki 474 tempat duduk terdiri atas satu gerbong eksekutif dengan 50 tempat duduk dan empat gerbong ekonomi dengan 424 tempat du - duk. Untuk tiket bisa dipesan sejak 10 Mei lalu di seluruh loket penjualan PT KAI.

“Minat masyarakat Bogor- Sukabumi menggunakan ke re - ta api sangat positif. Rata-rata okupansi KA Pangrango pada akhir pekan mencapai 97% dan hari kerja 86%,” kata Dadan. Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa me nuturkan, tarif KA Pang - rango tambahan sama dengan pendahulunya, yakni Rp80.000 untuk eksekutif dan Rp35.000 untuk ekonomi. Menurutnya, ada yang baru di KA Pangrango tambahan ini, yaitu kereta di - tarik lokomotif yang diproduksi PT Industri Kereta Api (INKA), lokomotif CC300 Diesel Hidrolik. “Lokomotif jenis ini sangat cocok digunakan pada medan pegunungan berkelok dan me - nanjak seperti jalur Bogor- Sukabumi. Selain itu, lokomotif CC300 juga lebih mampu me - ner jang banjir karena batas toleransi ketinggian air mak si - mal 25 cm,” ujar Eva.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengapresiasi peng - operasian KA Pangrango tam - bahan relasi Bogor-Sukabumi. Dengan demikian, beban lalu lintas di Kota Bogor bisa se ma kin berkurang. “Kota Bogor me - rupakan salah satu kota pe - nyangga Ibu Kota. Saat ini Kota Bogor banyak mendapatkan be - ban penumpang dari Sukabumi yang selama ini masih me man - faatkan jalur darat melalui Ciawi- Cibadak-Sukabumi. Dengan dioperasikannya KA Pangrango diharapkan mengu rangi beban jalur tersebut,” ung kapnya. Dia juga menyinggung pe - nataan Taman Topi yang akan menjadi Taman Plaza Bogor.

Semuanya akan terhubung mulai dari Taman Topi, Taman Ade Irma Suryani, hingga Masjid Agung. “Mudah-mudahan pena taan ini ke depannya bisa dimanfaatkan PT KAI untuk jalan keluar. Hal ini mungkin perlu dibicarakan lebih lanjut terkait transit oriented development (TOD)-nya, sarana dan pra sa rana nya agar lebih memudahkan masyarakat,” ujar Dedie.

Haryudi