Edisi 27-05-2019
Pelajar asal Ngawi Wakili RI di Festival Budaya Dunia


TANGSEL - Pelajar asal Ngawi, Jawa Timur mewakili Indonesia di International Festival of Language and Culture (IFLC) di Amerika Serikat. Festival yang diikuti 2.000 pelajar dari 160 negara ini memiliki misi duta perdamaian dunia.

Kepala Humas Eduversal Azka Der ma wan mengatakan, IFLC me rupakan satu rangkaian festival bahasa dan budaya yang telah di se - lenggarakan selama 17 tahun dengan lebih dari 2.000 pelajar sebagai peserta. Dia menjelaskan, ke ikut - sertaan Indonesia merupakan undangan eksklusif karena IFLC menganggap Indonesia me - miliki budaya yang unik untuk dipertunjukkan ke du nia. “IFLC adalah festival dunia yang mempertunjukkan ke unik an masing-masing ne ga ra,” kata Azka saat ditemui di ka - wasan Tangerang Selatan kemarin. Menurut dia, tahun ini Indo nesia diwakili oleh Cinta Safa Salsabila Putri Haris, siswi ke la - hiran Ngawi yang se ko - lah di SMA Kesatuan Bangsa Yog ya karta.

Cin ta, kata dia, se be - lumnya diseleksi dari puluhan pelajar. Cin ta berhasil me - mu kau para hadirin di festival du nia ter - sebut dengan mem ba - wa kan lagu Zamrud Kha - tulistiwa karya Guruh Soekarnoputra. Dia mengatakan, IF - LC telah digelar selama tiga minggu dan Cinta menyanyikan lagu ter - se but di tiga kota, yakni di New York, Washington, dan To ron to. “Cinta juga menjadi duta perdamaian dunia sebagai per wakilan In - donesia bersama de - ngan teman-teman dari ber ba gai negara secara beragam,” jelasnya. Dia mengatakan, salah satu keuntungan IFLC adalah ba - nyak pencari bakat yang me nawarkan beasiswa.

Cinta pun, katanya, banyak ditawarkan masuk ke sekolah ber gengsi di Amerika Serikat, namun dia memilih un tuk tetap me nye - lesaikan sekolahnya di In do nesia. Salah satu tujuan IFLC di se lenggarakan juga un tuk men du - kung dan meng ga un g - kan ni lai persahabatan dan dia log di antara para pe lajar/generasi mu da dari berbagai latar be la kang budaya. IFLC ber usaha mem pr - o mo si kan, mem be ri - kan pem belajaran, dan me lakukan per tu kar - an ide guna men du - kung nilai-nilai to le - ransi, per da maian du - nia, ja linan persa ha - batan, dan sikap saling me ma hami. Cinta sangat bersyukur bisa mengikuti festival tersebut, apalagi bisa memperkenalkan budaya Indonesia di tingkat internasional.

Tidak hanya itu, pelajar berusia 16 tahun ini pun bisa mengenal budaya dan bahasa dari negara lain secara lang - sung. Dari situ pula dia belajar banyak tentang tole ransi dalam menanggapi pe rb edaan dari seluruh dunia. Cinta yang sering memenang kan kejuaraan seni di tingkat daerah dan nasional ini pun berharap agar festival se perti ini bisa terus ter se - leng gara. Dia ingin generasi muda yang mencintai Indonesia bisa memiliki ke sem - patan seperti dirinya yang ikut serta di festival kelas dunia.

Neneng zubaidah