Edisi 27-05-2019
Sebagian CPNS Bakal Terima THR


JAKARTA– Selain pegawai negeri sipil (PNS), pemerintah juga memutuskan memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada calon pegawai negeri sipil (CPNS) penerimaan 2018.

Namun tidak semua CPNS tersebut akan menerima THR. THR hanya diberikan kepada CPNS yang sudah me nerima surat perintah me lak sa - nakan tugas (SPMT). Kepala Biro (Karo) Humas Badan Ke - pe gawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan mem be narkan bahwa CPNS juga akan me - nerima THR pada tahun ini. Na mun, menurut dia, hanya CPNS yang telah menerima SPMT dan telah menerima gaji di bulan April yang men da - patkan THR.

“Sesuai dengan PP 36/ 2019, CPNS penerima THR ada lah yang sudah menerima gaji pada April 2019. Jadi kalau mulai digaji bulan Mei, maka tidak dapat THR. Misalnya, CPNS di lingkungan BKN su - dah dapat SPMT-nya sejak Maret, maka mereka dapat THR,” ungkap Ridwan saat dihu bungi, kemarin. Dia mengatakan, ada juga CPNS yang sudah men da patkan SPMT bulan April tapi be - lum menerima gaji karena ma - salah administrasi keuangan. Dia pun memastikan bahwa CPNS tersebut akan menerima THR. “SPMT-nya per April, tapi karena sistem keuangan, gaji mereka ditunda bulan Mei. Itu tetap berhak menerima.

Secara de jure menerima gaji, hanya de facto belum. Untuk CPNS yang mengalami hal ini akan terima gaji bulan April, Mei, plus THR,” ungkapnya. Ridwan menegaskan bah - wa tidak ada niatan pe me rin - tah menghambat CPNS men - da patkan THR. Menurut dia, lambatnya penerbitan SPMT karena masalah administrasi di instansi masing-masing. BKN pun telah menerbitkan nomor induk pegawai (NIP) untuk nantinya diterbitkan SPMT. “Di kita sudah selesai. Tapi yang menerbitkan SPMT itu tergantung instansi ma singmasing. Bahkan dalam satu instansi ada yang me ne rima THR dan tidak. Ini karena ada yang sudah mendapatkan SPMT dan terdapat pula yang belum,” ungkapnya.

Dia mengatakan ada ber - ma cam-macam alasan be be - rapa instansi di pusat maupun daerah belum juga mener bit - kan SPMT. Salah satunya ada - lah pejabat pembina ke pe ga - waian (PPPK) tidak ada di tem - pat. “Entah karena PPK-nya sedang tipikor, sementara pltnya tidak berhak me nan da - tangani. Ada juga beberapa yang masih memerlukan wak - tu. Misalnya dari 100 orang CPNS, ada dua yang berkas ti - dak lengkap. Jadi sisanya me - nunggu yang dua itu,” pa parnya. Ditanyakan instansi mana saja yang dinilai terlambat, Rid wan menyebut salah satu - nya Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Ri - set dan Pendidikan Tinggi (K e - menritek Dikti).

Dua instansi tersebut menerima cukup banyak CPNS sehingga proses SPMT cukup memakan waktu. “Kemenag itu 14.000. Dua ini ba nyak CPNS-nya. Beda de - ngan yang hanya menerima 100, 200, atau 1.000. Pemda juga ada yang terlambat tapi saya tidak tahu pasti alasannya apa. Ada juga baru keluar SPMT-nya Senin mendatang atau tanggal 27 Mei,” ujarnya. Sebelumnya, pencairan THR bagi PNS sudah mencapai 95%. Menteri Keuangan (Men - keu) Sri Mulyani me ngatakan telah meng ge lontorkan Rp19 triliun dari total alokasi ang - gar an untuk THR sebesar Rp20 triliun. “THR yang telah di ba - yarkan bagi PNS, prajurit TNI, dan anggota Polri sebesar Rp11,4 triliun dan Rp7,6 tri - liun dibayarkan kepada pe ne ri - ma pensiun/tunjangan,” ungkapnya.

Sampai 24 Mei lalu sudah terdapat 303 pemerintah dae - rah (pemda) yang menetapkan peraturan kepala daerah (per - kada) terkait THR PNS. Se ba - nyak 303 pemda tersebut ter - diri atas 19 provinsi, 239 ka - bupaten, dan 45 kota. Dari jum lah tersebut, 232 pemda tel ah membayarkan THR dan sisanya 71 pemda masih dalam proses pencairan. Sementara itu masih ada 166 pemda yang sedang me - nyusun perkada yang terdiri atas 8 provinsi, 121 kabupaten, dan 37 kota. THR untuk PNS di 36 pemda masih menunggu penetapan perkada.

Dita angga