Edisi 27-05-2019
40 Juta Pengguna Internet Terpapar Hoaks


JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akhirnya mencabut pembatasan fitur media sosial (medsos) pada Sabtu (25/5).

Sejak kemarin fitur pengiriman video dan foto di beberapa platform medsos dan perpesanan instan seperti Instagram, Face - book, Twitter, bahkan Whats - App tidak mengalami gang - guan lagi. Pembatasan medsos me - mang bisa dimaklumi. Pem - batasan dilakukan sebagai upaya mencegah penyebaran berita hoaks atau bohong pas - cakerusuhan 21-22 Mei sebab pengguna yang terpapar hoaks begitu banyak. Berdasar data Kemenkominfo, jumlahnya men capai 40 juta orang. Me - reka terpapar 30 hoaks.

“Dari catatan Kominfo, ada 40 juta dari 170 juta pengguna internet di Indonesia telah ter - papar 30 hoaks selama periode 21-24 Mei 2019. Sebelum ke - rusuhan tercatat lebih dari 20 hoaks beredar dalam sehari. Setelah pembatasan hoaks ber kurang menjadi enam hing - ga sembilan per hari,” ungkap Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo Samuel Abrijani Ma - yoritas di Jakarta kemarin. Samuel mengatakan, berita hoaks paling banyak terkait kerusuhan yang disebarkan melalui medsos seperti Face - book dan Instagram. Hoaks ini disebarkan lewat 1.932 URL melalui di Facebook, Insta - gram, dan Twitter. Di Facebook sendiri ada 450 URL, Insta - gram 58, Twitter 784, dan 1 lewat LinkedIn.

Dia menjelaskan, pem ba - tas an yang dilakukan pe me - rintah karena situasi yang tidak kondusif serta mengarah pada kekerasan sehingga di la - kukan pembatasan medsos sebagai upaya untuk men ce - gah provokasi yang disebarkan melalui media sosial. “Tanggal 21 Mei malam kita menerima kabar bahwa terjadi insiden dan sampai pagi dan kami me - lihat insiden itu tidak kondusif dan justru mengarah pada ke - resahan masyarakat dan ke ter - tiban umum. Jadi kami harus melakukan pembatasan,” jelas Samuel. Setelah pembatasan sele - sai, Kominfo masih terus me - lakukan pemantauan penye - bar an hoaks di medsos. Mas ya - rakat pun diminta untuk tidak menyebarkan hoaks karena melanggar UU ITE.

“Kami benar-benar sangat mengawasi karena untuk menjaga ke stabilan masyarakat,” katanya. Pengamat medsos, Enda Nasution mengingatkan mas - ya rakat tetap waspada dengan berita hoaks. Dia mengatakan jaringan medsos di sisi positif dapat meningkatkan per sa - habatan hingga wadah bisnis online . Namun, sisi negatifnya sering menyebabkan berbagai masalah seperti menjamurnya penipuan, ucapan kebencian, hasutan, pelecehan verbal, dan ihwal lain yang dapat me nye - babkan perpecahan nasional. “Kita harus lebih berhati-hati saat menerima informasi se - hingga tidak mudah percaya berita hoaks,” ungkapnya.

Binti mufarida